terserah apa kata orang, bagi saya rezeki sudah ada yang ngatur... dan kita sebagai manusia sewajarnya ikhlas menjalani semuanya...
malam minggu di Bengkulu,...
Pertemuan dengan (bukan) Azizah
Mentari masih belum menampakkan
wajahnya saat aku terbangun dari mati suriku. Hawa dingin yang menusuk hingga
ke tulang membuat mata ini sulit terpejam kembali. Sejenak aku terlempar dalam
dunia lamunan yang penuh dengan keindahan. Dan aku pun teringat akan pertemuan
dengan (bukan) Azizah.
Ya.. Azizah, sesosok gadis yang penuh
keceriaan dan keriangan. Sebelum bercerita tentang Azizah, bagi saya Azizah ini
bukan nama sebenarnya. Hanya nama asal-asalan yang mungkin asal keceplos saja.
Tapi bagi saya nama itu terbaca begitu damai. Pun dengan foto yang
ditunjukkannya kepadaku. Nyesss.. rasanya seperti meneguk setetes embun di tengah
padang gurun. Meskipun gersang setidaknya pasti ada suatu harapan. Begitu
mungkin perumpamaannya.
Dan untuk Azizah,, kerjarlah terus
semua mimpimu, asamu, dan harapanmu. Tentunya dengan semangatmu yang muncul
dari candamu dan tawamu. Dan manusia pun tidak ada yang sempurna. Saat kau
mulai lelah, serahkan semua kepada penciptaMu. Tentunya dengan usaha dan
kesabaranmu.
Melihatmu, membuatku menemukan kembali
sosok diriku. Diriku yang dulu melangkah di sebuah jalan yang dulu sempat berbelok
tidak menentu. Dan kali ini tentunya dengan semangat yang baru, akan
kulangkahkan kaki ini dengan bijak. Ada batasan tertentu yang tentunya tidak
boleh aku langgar.
Terima kasih, Azizah.. Aku, akan selalu
mendukungmu hingga suatu masa dimana aku tidak mampu untuk melakukannya...
Pelayanan Standar Menuju Pelayanan Prima
Pelayanan prima atau sering disebut excellent service. Sebuah frase yang
sederhana, tetapi membutuhkan kerja keras untuk mewujudkannya. Sudah menjadi
dambaan bagi setiap Wajib Pajak (WP) untuk dapat menerima sebuah pelayanan prima di
seluruh kantor perpajakan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Untuk
menjangkau Wajib Pajak di daerah yang terpencil, Direktorat Jenderal Pajak
(DJP) secara khusus membentuk suatu unit yaitu Kantor Pelayanan Penyuluhan dan
Konsultasi Perpajakan (KP2KP). Sebuah unit yang secara struktural berada di
bawah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Dengan membentuk KP2KP diharapkan
mampu memberikan pelayanan yang prima sekaligus mengawal penerimaan perpajakan
di daerah-daerah terpencil.
Kantor Pelayanan Penyuluhan dan
Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bintuhan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yaitu
memberikan pelayanan, penyuluhan dan konsultasi mengenai perpajakan kepada
Wajib Pajak khususnya di wilayah Kabupaten Kaur. Meskipun dengan segala
keterbatasan dan kendala yang ada, tidak membuat tugas pokok dan fungsi yang
dijalankan di KP2KP Bintuhan menjadi
asal-asalan atau kurang maksimal. Justru hal ini menjadi tantangan untuk selalu
memberikan pelayanan yang terbaik kepada Wajib Pajak. Tentunya dalam menghadapi
tantangan tersebut diperlukan inovasi-inovasi. Inovasi yang dilakukan pada dasarnya
tentu tidak bertentangan
dengan peraturan yang sudah ada.
Inovasi yang dilakukan di KP2KP
Bintuhan dalam fungsi pelayanan yaitu dengan lebih merangkul dan mendekatkan
diri dengan Wajib Pajak. Salah satunya dengan menerapkan 3S + 1G yaitu “Senyum, Sapa,
Salam dan Gurau”.
Berbeda dengan kantor lain yang biasanya hanya menerapkan 3S. Dengan
menambahkan unsur gurau ini terbukti membuat Wajib Pajak menjadi lebih nyaman
saat datang ke KP2KP Bintuhan. Ketegangan seolah hilang karena seperti tidak
ada jarak antara petugas Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) dengan Wajib Pajak.
Tentunya gurauan yang dilontarkan sedikit diselipkan dengan nasihat-nasihat
mengenai arti pentingnya peran serta Wajib Pajak dalam menunjang pembangunan
nasional.
Selain dengan menerapkan 3S + 1G
tersebut, cara lain yang digunakan petugas TPT untuk mendekatkan dengan Wajib
Pajak yaitu dengan menggunakan bahasa daerah setempat dalam melayani Wajib
Pajak. Meskipun penggunaan bahasa daerah ini hanya sebatas sepatah dua patah
kata sesuai kemampuan petugas TPT. Penggunaan bahasa daerah setempat terbukti lebih mampu
menjembatani apa yang diharapkan Wajib Pajak dan apa yang dikehendaki oleh
Petugas TPT. Jadi, antar kedua pihak tidak saling miskomunikasi. Kebutuhan
Wajib Pajak dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas TPT. Tindak lanjut itu
berupa penjelasan yang diberikan petugas TPT mampu diterima dengan baik oleh
Wajib Pajak. Fleksibel bukan berarti tidak tegas. Begitu prinsip pelayanan yang
diberikan di KP2KP Bintuhan.
Penggunaan bahasa daerah setempat oleh
petugas TPT tentunya juga mampu untuk lebih membuka obrolan ringan seputar
Wajib Pajak. Jadi, tidak harus perbincangan itu selalu mengenai perpajakan yang
tentunya tidak
akan membuat Wajib Pajak
merasa stres. Wajib Pajak yang hadir di KP2KP akan dibuat senyaman mungkin
dengan perlakuan seperti itu. Dengan memberikan pelayanan ekstra seperti telah
disebutkan akan lebih memuaskan Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan
kewajiban perpajakannya. Hal ini sekaligus akan meningkatkan kepatuhan dan
tentunya penerimaan pajak.
Fungsi penyuluhan tentunya tidak luput
dari peningkatan fungsi yang ada di KP2KP Bintuhan. Penyuluhan menjadi ujung
tombak bagi Direktorat Jenderal Pajak untuk lebih mengenalkan berbagai macam hal
mengenai perpajakan kepada masyarakat. Sasaran dari penyuluhan yang ada di unit
kerja KP2KP utamanya meliputi : Calon Wajib Pajak, Wajib Pajak Baru, dan Wajib
Pajak Terdaftar.
Dalam melaksanakan penyuluhan kepada
masing-masing jenis sasaran tersebut tentunya dilakukan dengan strategi yang
berbeda. Misalnya saat melakukan penyuluhan ke Calon Wajib Pajak, biasanya
sasaran dari penyuluhan ini adalah para mahasiswa dan siswa sekolah menengah
atas atau sederajat. Materi yang diberikan menggunakan bahasa yang mudah
diterima oleh peserta penyuluhan. Pemberian motivasi juga diberikan kepada
peserta penyuluhan ini yaitu dengan menekankan bahwa mereka adalah calon
penerus penggerak roda penyelenggaraan negara ini. Diharapkan dengan strategi
ini akan lebih menambah semangat belajar yang pada akhirnya akan menghasilkan
pribadi tangguh untuk Indonesia.
Untuk penyuluhan terhadap Wajib Pajak
Baru, inovasi yang dilakukan KP2KP Bintuhan adalah dengan melakukan penyuluhan
setelah Surat Keterangan Terdaftar (SKT) diberikan. Jadi, pada periode tertentu
akan dilaksanakan penyuluhan terhadap Wajib Pajak Baru di KP2KP Bintuhan.
Ruangan yang terbatas tidak membuat kegiatan penyuluhan di kantor terhambat.
Meskipun hanya lima hingga sepuluh Wajib Pajak yang datang, fungsi penyuluhan
tetap berjalan sesuai dengan
rencana penyuluhan KP2KP
Bintuhan.
Inovasi penyuluhan dengan sasaran
Wajib Pajak Terdaftar memiliki trik tersendiri. Sasaran penyuluhan ini adalah
bendaharawan instansi pemerintah di wilayah Kabupaten Kaur, Wajib Pajak Badan maupun Wajib Pajak Orang
Pribadi yang telah terdaftar di KP2KP Bintuhan. Untuk melaksanakan kegiatan
penyuluhan, KP2KP Bintuhan selalu bekerja sama dengan instansi terkait
penyelenggaraan acara penyuluhan. Hal ini terbukti jitu untuk mendatangkan
peserta. Setiap pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang diadakan KP2KP Bintuhan,
presentase kehadiran peserta yang diundang selalu mencapai minimal 75% dari
keseluruhan undangan yang dikeluarkan. Suatu hal yang sulit dicapai apabila
kegiatan sosialisasi menggunakan undangan langsung dari kantor pajak.
Dengan menggandeng instansi terkait,
membuat instansi tersebut merasa ikut bertanggung jawab atas terselenggaranya
acara penyuluhan. Ini membuktikan bahwa antar instansi pemerintah bisa
menciptakan sinergi satu sama lain. Sinergi yang menciptakan kepuasan
masyarakat sebagai penerima jasa pelayanan pemerintah. Hingga pada akhirnya
tercipta sebuah penyelenggaraan negara yang mampu memberikan pelayanan prima
kepada masyarakat.
(KP2KP Bintuhan)
Iseng-iseng posting hasil tulisan sendiri.. masih perlu banyak belajar lagi.. hehehe
[ us ] Sportive, Sportive, Sportive
Bagaimana kamu belajar berjiwa
besar...
Kekalahan bukan sesuatu yang
memalukan, kemenangan bukan menjadi tempat kebanggaan.
Kalah bukan masalah, masalah kalau memang waktunya kalah?.
Apa yang harus dibanggakan dari
manusia. Sungguh sebuah ironi semu. Terperdaya oleh dunia.
Harta dan tahta.. ahh.. masihkah
kita perlu memperjuangkan itu?
Semua akan kembali kepadaNya.
Pemilik semua ini.
Yang tersisa hanya tulang belulang
yang bercampur tanah.
Bagaimana kamu belajar berjiwa
besar...
Kelemahan bukan suatu candaan,
kelebihan hanya melenakan.
Tawa menjadi duka, duka menjadi
bahagia.
“Kalau cuma mengejar dunia, maka
hanya dunia yang diraih. Beda dengan mengejar akhirat, Insya Alloh dunia juga
akan ikut”
ya.. kamu...
Verses of Dream
Ibarat
kamu berada dalam alam tidur dan sesaat sebuah hembusan damai mimpi menyelinap
dalam lelapnya tidurmu.
Ingin
bersamamu menari, bernyanyi lagu damai mimpi, tersenyum nuranimu harum nafasmu
mewangi hiasi mimpimu
Di lubuk
hatimu ragaku terpaku taburi benih cinta, hanya waktu bisikkan aku bawa serta
ku bermimpi...
Namun,
begitu terbangun... Banyak hal yang harus kamu hadapi. Jangan sekali-kali
mencoba untuk lari menghindar. Hadapilah.
Itulah takdirmu.
Dan kamu
akan sadar semuanya tidak seindah dalam mimpimu.
Kadang kamu
tidak akan mengerti. Belajarlah untuk dapat memahami proses demi proses.
Sibaklah satu per satu rahasia yang telah digariskanNya. Nikmati. Resapi.
Syukuri.
Saatnya
ku ada dalam mimpimu kusadari itu
Terindah
darimu yang pernah kurasakan, kini jendela hatimu terbuka hembuskan aroma
Harum
wangi nafasmu menyentuh jiwaku... Selamanya...
Hei kamu, bolehkah aku merasakan indahmu, duhai damai mimpi...
Keep Strong, lads
Perantauan yang sebenarnya dimulai di sini,
di titik ini. Kutinggalkan kota kelahiran tercinta dengan hati yang agak berat.
Aku yang terbiasa berada di rumah dan berkumpul dengan keluarga sekarang harus
melanglang buana lagi menjemput rizkiNya di tanah orang. Alhamdulillah, hanya
rumah yang bisa nggondeli aku. Tidak
ada hal lain yang membuatku berat. Terbukti bahwa salah satu dari sekian
keputusanku beberapa bulan lalu masih menampakkan hasilnya.
Hamparan hijau terlihat jelas dari
dalam pesawat yang aku tumpangi. Pemandangan luar biasa terpampang jelas di
depan mata. Tidak sedikit pun terpikir bahwa suatu saat aku akan berada di
tengah-tengah hijau itu. Welcome
Bengkulu...
Bengkulu, sebuah kota dan juga
merupakan nama provinsi yang ada di wilayah NKRI. Kota yang damai dengan
orang-orang yang ramah. Pesisir pantai yang membujur dari selatan hingga utara
menambah kelembutan pesona kota ini.
Semua harus diperjuangkan dan disyukuri.
Semua adalah keputusanNya yang
terbaik.
Karena aku ada di sini bukan untuk
jadi pecundang.
Hey langit Bengkulu, be nice please...
Laga Liga Kita (part two)
M
a t c h d a y 5 (Rabu, 26 Mar 2014)
Pekan inilah yang menganggu harmoni
yang ada dalam benak khayalan. Dan kami harus melawan tim kuat, tim favorit
juara yaitu Selatan. Sungguh aku respek terhadap tim ini. Sebelum kompetisi ini
kami pernah melakukan pertandingan persahabatan dan hasilnya kami kalah.
Meskipun waktu itu kami berdalih bahwa nafas mereka adalah nafas muda. Haha. Di
tim inilah juga terdapat kawan satu kosan, satu kamar malah. Teman berbagi
kasur.. haha. Dialah sang kapten Izhar Riri. Tegang-tegang santai sih.
Seperti biasa, setelah peluit tanda
pertandingan mulai dibunyikan tensi pertandingan agak lambat. Namun,
lama-kelamaan mulai meningkat. dan seperti biasanya, Izhar berada di belakang.
Inilah yang sudah aku hafal, dan itu artinya kami harus berduel. Tercatat dalam
ingatanku, 3x kami berbenturan. Haha. Sakit juga. Tapi nggak apa-apa, mungkin
karena faktor teman sekamar jadi have fun
aja, malah suporter di luar yang mulai panas.
Saling mengejar selalu terjadi di
setiap waktu yang bergulir. Sungguh pertandingan yang sangat seru. Hanya secara
pribadi, aku agak kecewa dengan wasit. Tapi nggak apa-apa sih. Di pertandingan
ini pun akhirnya kami menelan kekalahan pertama dengan skor... lupa. Hahaha.
Semoga kekalahan ini menjadi cambuk bagi kami untuk lebih kompak ke depannya.
Oh iya. Di pertandingan ini, aku
sempat melakukan hal bodoh. Haha. Aku menangkis bola dengan tangan. Kayak
pemain voli. Dan itu aku lakukan persis di depan kotak pinalti pertahanan kami.
Entah apa yang ada di benakku waktu itu-,-“. Walhasil, kartu kuning pun keluar
dari saku wasit. Dengan keluarnya kartu kuning ini, aku harus berhati-hati
supaya tidak dapat kartu kuning lagi agar tidak absen dalam pertandingan
terakhir.
Kekalahan di minggu lalu benar-benar
menjadi pelajaran bagi tim Tengah 1. Kami harus bangkit dan lebih semangat lagi
menghadapi 2 lawan terakhir kami. Dan yang pertama menjadi lawan kami adalah
Kanwil. Tanpa mengurangi rasa hormat, Kanwil merupakan tim yang ternyata cukup
menjadi bulan-bulanan lawan. Itu bisa dimaklumi karena tim mereka merupakan tim
minimalis dengan personel yang sangat terbatas. Namun, hal tersebut tidak membuat
kami meremehkan mereka. Kami tetap bermain dengan sepenuh hati.
Kami mengambil inisiatif serangan
sejak peluit ditiup oleh wasit. Pertandingan berjalan lambat. Hal ini membuat
kami justru lebih leluasa untuk memainkan bola dan menyusun serangan. Tempo pun
berjalan enak, kadang kami langsung melepaskan umpan yang tajam ke daerah
lawan. Terkadang juga kami melakukan umpan satu-dua. Gol demi gol pun mengalir
sepanjang laga.
Aku mencoba untuk tetap tenang
sepanjang pertandingan dan tak terpancing emosi. Alhamdulillah tidak ada
insiden yang berarti, karena memang tempo berjalan sangat santai. Tensi tinggi
tidak muncul dalam pertandingan.
Pada akhirnya pertandingan dimenangkan
oleh kami dengan skor 8-3. Aku menyumbang 4 gol, alhamdulillah. Sebuah prestasi
yang jarang-jarang seperti ini. Dari 4 gol itu, 2 gol aku cetak lewat kepala.
Dan ini juga sebuah prestasi yang jarang-jarang. Hehe.
M
a t c h d a y 7 (Rabu, 12 Mar 2014)
Pekan terakhir, tepatnya di hari Rabu
minggu ke-7 semenjak pekan pertama liga OJT bergulir. Tanpa diduga dan tanpa
terkira, tim kami masih berpeluang meraih capolista klasemen. Dan yang lebih
ketatnya lagi, ada 3 tim lain yang juga berpeluang menjadi juara. Mereka adalah
Tengah Dua, Timur, dan Selatan.
Lagi-lagi sebuah drama harus terjadi
dalam liga OJT ini. Ke-4 tim ini (termasuk kami) harus saling bertemu.
Pertandingan pertama antara Timur vs Selatan dan selanjutnya tim kami, Tengah
Satu vs Tengah Dua. Pertemuan yang bisa disebut sebuah derby yang ketat.
Semuanya berpeluang menjadi juara, karena peraturan peringkat menggunakan
sistem head to head. Berikut skenarionya:
Selatan
juara jika : menang lawan Timur dan Tengah Dua kalah
Timur
juara jika : menang lawan Selatan dan Tengah Satu kalah
Tengah
Dua juara jika : menang lawan Tengah Satu dan Timur kalah
Tengah
Satu juara jika : menang lawan Tengah Dua dan Selatan kalah
Karena, wasit sudah ditentukan sejak
awal dimulainya liga OJT, lagi-lagi secara kebetulan perwakilan Tengah Satu
mendapat kehormatan untuk memimpin pertandingan antara Timur vs Selatan. Sempat
ada diskusi dalam “grup perwakilan liga” karena kemungkinan adanya main mata. Namun,
panitia tetap pada keputusannya karena mereka yakin tidak akan terjadi main
mata. Begitu pun dengan kami, Tengah Satu. Timur vs Selatan harus kami kawal
dengan baik, walaupun di sisi lain kami mengharap Selatan takluk oleh Timur.
Hal ini supaya peluang kami mengangkat trophy tetap hidup.
Pertandingan Timur vs Selatan pun
dimulai. Nampak suporter yang terlihat segar saling beradu semangat dalam
mendukung tim masing-masing. Tensi pertandingan dimulai cukup datar. Aku dan
Qisthon tetap menunjukkan integritas tinggi memimpin pertandingan. Gol-demi gol
pun mengalir dari kedua belah. Kiper dari Timur terlihat cukup tangguh menghalau
serangan yang dibangun Izhar dkk. Sebaliknya tim Timur seringkali melakukan
serangan counter yang cukup efektif. Hingga akhirnya Timur berhasil
menghempaskan Selatan dengan margin yang cukup lumayan. Dan ini berarti peluang
juara kami masih ada.
Sekarang peluang juara mengerucut pada
tim Timur dan kami. Tengah Dua sudah tidak mungkin menjadi juara karena
meskipun mereka mengalahkan kami, mereka tetap kalah Head to Head dengan Timur.
Itu artinya dalam laga derby Tengah Satu vs Tengah Dua, peluang kami ada dua,
juara atau tidak sama sekali.
Segera setelah menyudahi memimpin
pertandingan Timur vs Selatan. Aku dan Qisthon segera bergabung dengan tim kami
untuk pemanasan dan briefing dengan manager-player yaitu Faris AH. Dukungan
suporter dalam pertandingan yang ibarat final ini sangat banyak. Tim OJT kami
lengkap berjumlah 20 orang hadir, belum lagi adanya pegawai yang merupakan
sahabat OJT. Haha. Amunisi sudah siap dengan sokongan material yang dikonversi
menjadi agar-agar, puding, minuman, dan sumbangan donat. Hal ini masih ditambah
dengan dukungan dari teman-teman kantor pajak lain. Sungguh sebuah motivasi
yang berlipat-lipat. Sempat kulirik trophy yang berada di dekat lapangan itu.
Dan sempat berandai-andai. Ah tapi sudahlah, yang penting berjuang dulu. Hehe.
Berikan yang terbaik dan yang di atas lah yang akan menentukan hasilnya.
Kapten tim diamanahkan kepadaku.
Setelah dilakukan undian, ternyata Tengah Dua mendapat keuntungan untuk
melakukan free kick. Tanpa diduga, sepakan pertama mereka membentur pagar hidup
kami dan masuk ke sudut gawang. Gol. Sungguh sebuah gol cepat dan hal ini
membuat suporter kami terdiam.
Pertandingan dimulai kembali.
Alhamdulillah, kami tidak panik. Kami mencoba sabar dengan membongkar
pertahanan lawan dengan perlahan. Dan hal ini yang tidak terlihat di
pertandingan-pertandingan sebelumnya. Hehe. Berkat usaha keras teman-teman,
akhirnya gol untuk kami tercipta. Kedudukan menjadi sama kuat 1-1.
Terjadi sebuah insiden kecil dimana,
pemain lawan menabrak kiper kami. Meskipun kiper kami tidak apa-apa, Qisthon
segera menghadang pemain lawan tersebut dan terjadi adu mulut. Suasana sempat
tegang, bahkan aku sempat melihat ada sandal masuk di lapangan. Sesaat kemudian
tensi mereda setelah wasit mendamaikan keduanya.
Berkat insiden tersebut, entah kenapa
permainan lawan menjadi agak goyah. Permainan mereka pun tidak dapat
berkembang. Gol bagi kami tercipta lagi, jadilah kami unggul dengan skor 2-1.
Merasa di atas angin, kami pun memainkan mental dan waktu. Dengan napas yang
terbatas, kami mencoba mengulur-ulur waktu. Tensi panas tersaji sepanjang babak
ini. Hingga akhirnya di akhir babak pertama kami berhasil memimpin dengan skor
3-1.
Jeda babak pertama, kami gunakan untuk
istirahat dan mendengar pengarahan dari pak bos manager. Tetap fokus karena
pertandingan belum selesai. Tinggal satu babak lagi.
Babak kedua dimulai, kami tetap fokus
untuk mempertahankan keunggulan skor. Tensi tidak menurun di babak kedua ini,
lawan tetap fokus dan penuh motivasi untuk membalikkan keadaan. Gol pun
tercipta untuk lawan. Skor menjadi ketat 3-2. Beberapa pergantian dilakukan
untuk menjaga ritme permainan.
Insiden kedua dalam pertandingan ini
terjadi, aku mendapat kartu kuning. Haha. Saat lawan sudah meliuk-liuk melewati
Faris dan Qisthon, aku melakukan “penyelamatan” dengan menghadangnya. Lawan pun
terjatuh terguling-guling. Aku berusaha mendekati untuk berjabat tangan dan
meminta maaf. Namun, pemain itu malah pergi. Mungkin terlanjur jengkel. Haha.
Wasit menghadiahi aku kartu kuning. Ya sudahlah, saya terima hadiahnya. Huhu.
Permainan kemudian dilanjutkan dan tak
diduga ternyata gol-gol kemudian mengalir, Gin mencetak 3 gol dan alhamdulillah
aku berhasil memborong 4 gol. Peluit pun ditiup. Subhanallah. Akhirnya kami
menjadi juara. Segera setelah bersalaman dengan pemain lawan. Kami bergabung
dengan suporter untuk merayakan juara ini bersama. Saat kami keluar pun kami
mendapat ucapan selamat dari teman-teman tim lain. Sungguh sebuah prestasi bagi
kami.
Kami berpesta dengan sisa-sisa cemilan
yang ada. karena malam semakin larut, kami minta izin pada panitia untuk
meminjam lapangan dan berfoto ria di sana. Panitia pun mengizinkan.
Alhamdulillah.
Tengah Satu. bukan hanya sekedar sebuah tim, tetapi sebuah keluarga. Terima kasih kepada semua squad, suporter, penyandang dana, panitia, tim-tim yang berpartisipasi. Dan ini selalu akan menjadi sebuah cerita kita bersama :)
Gallery Photo :
Langganan:
Postingan (Atom)