Apes bos

Apes. Cukup satu kata. Mungkin kali ini apes yang sangat dinanti. Hari Senin 24-02-2015 mungkin jadi hari yang apes dalam hidup saya kali ini.Twice, I see the truth about you and you.
Mungkin masih ingat dengan reset code yang beberapa waktu lalu saya ungkapkan. Di situlah kuncinya dan selama ini biarlah sisanya tersimpan rapi di tempatnya tidak seperti yang sudah mencuat.
Ternyata banyak hal yang baru aku ketahui sejak hari itu. Dan itu cukup membuat aku ternganga. Bagaimana tidak? Ketika aku sudah yakin akan melawan kemustahilan ini. Ternyata memang Tuhan menemukan caranya yang halus untuk memuluskan kemustahilan itu. Berkat itu aku jadi banyak belajar lagi mengenai hidup. Menikmati indah dan karunia dariNya.


Promise not to Make Promise(s)

Sebuah frase yang singkat, lebih kurang berarti “berjanji untuk tidak membuat janji/ janji-janji”. Zaman sekarang, banyak sekali manusia yang dengan mulut besarnya lantang mengucapkan janji-janji. Betapa mudahnya kalimat manis yang dilontarkan untuk membuat manusia lain terlena. Padahal, di balik janji tersebut muncul sebuah tanggung jawab yang besar untuk melaksanakan janji tersebut.

Mungkin paragraf di atas adalah maksud dan keinginan yang saya utarakan kepada pejabat eselon IV di lingkup eselon II di kalangan eselon I saya. Sebuah pertemuan yang secara tidak sengaja, kemudian berlanjut dengan obrolan santai tapi serius. Beliau berkata kepada saya bahwa sebagai generasi muda harus selalu memberikan yang terbaik bagu bangsa ini.
“Jangan tanyakan apa yang berikan negara kepadamu, tapi sebaliknya” mungkin kata ini sudah sering kita dengar, tetapi kita selalu menyepelekan. Resikonya? Kena PHP kan... PHP yang kebarnya selalu tidak jelas dan kebanyakan dari kita selalu menelan mentah-mentah. Kena deh...

Efek kena PHP ya antara angan yang tinggi dan malas bekerja. Revolusi mindset harus kita tanamkan, minimal dimulai dari diri sendiri. Bekerjalah dengan giat, ikhlas, semangat. Insya Alloh feedback yang kita terima akan sesuai baik itu dunia maupun akhirat. Bismillah.
Inilah yang saya maksud, bu... bahwa ketika saya mengeluarkan janji-janji saya akan begini, saya harus begitu. Jujur, saya tidak mampu. Saya hanya mampu memotivasi diri sendiri dan tentunya orang di sekitar saya. Intinya ada pada saya dan kemauan keras saya untuk menjadi lebih baik. Soal reward? Angan saya tidak pernah sampai untuk menceritakan itu. Biarlah yang di atas menilai saya.

Dan terakhir, biarkan saya (kami) berkarya untuk bangsa ini. Bangsa yang sedang dilanda krisis di berbagai dimensi. Semoga generasi kami bukan generasi aib bagi bangsa ini. Doa Anda semua menyertai kami...

“Ketika kita merasa begitu lelah dan kecewa maka kita sedang belajar...arti kesungguhan”
“Ketika kita merasa sepi dan sendiri maka kita sedang belajar...arti ketangguhan”
“Ketika kita sedang menanggung biaya yang tidak seharusnya kita tanggung maka saat itu kita sedang belajar...arti bermurah hati”
“Ketika kerja keras kita tidak dihargai maka saat itu kita sedang belajar...arti ketulusan”
“Ketika usaha kita dinilai tidak penting maka pada saat itu kita sedang belajar...arti keikhlasan”

“Ketika hati kita terluka sangat dalam maka saat itu kita sedang belajar...arti memaafkan”

Manusia, Asa, dan Rasa

Manusia...ya, sekumpulan otot yang membentuk daging, ditopang dengan belulang, dan diisi dengan darah dan organ-organ lainnya. Dibungkus dengan selaput yang memiliki sensor di seluruh permukaannya. Selaput yang begitu peka terhadap rangsangan fisik yang diterima. Dilengkapi dengan sistem-sistem yang menopang kinerja keseluruhan ini.

Dari itulah manusia bisa bertahan hidup. Semua sistem saling terkait, begitu terorganisir. Sungguh Maha Besar Alloh yang menciptakan segalanya.

Manusia hidup dari impian dan khayalan. Di benak mereka akan selalu ada harapan. Entah itu 2 detik lagi, 2 jam lagi, besok, lusa, 2 bulan lagi, 2 tahun lagi, 20 tahun lagi, dan seterusnya. Dan harapan itu pasti selalu yang positif. Tidak ada manusia yang memiliki harapan negatif, kecuali sudah gila!

Tapi ingat, terkadang manusia lupa. Mereka lupa bagaimana dalam menghadapi hidup. Inilah yang membuat manusia sering terjebak dalam harapan masa depan. Hanya bahagia semu yang mereka dapat. Selalu fokus pada hasil akhir adalah hal yang salah.

Hidup berpaku pada bahagia semu, ibarat permainan sepak bola tim sebelah. Tujuannya sih bikin gol dan menang. Bahagia kan meraih kemenangan. Tapi lihat apa yang mereka lakukan? Selalu memainkan bola dari belakang dan langsung ke depan. Seperti ada yang hilang. Terkadang tepat sih bola yang dari belakang itu, tapi lebih sering gagal kan...

Sama seperti menggapai impian. Belum-belum lamunan kita sudah terbayang jauh ke kebahagiaan semu. Ya kalo berhasil, kalo enggak. Bye.

Nikmatilah hari demi hari. Nikmati kesuksesan kecilmu. Syukuri kesuksesan tiap harinya. Tidak selamanya hidup itu sukses. Hidup itu perlu jatuh, untuk itulah kita dapat merasakan nikmatnya bangkit. Meskipun takdir Alloh mengatakan kita gagal dalam menggapai impian, bukankah kita sudah berhasil meikmati impian-impian yang tak terduga itu? Yang kita nikmati sehari-hari.

Bersyukurlah...bersyukurlah...bersyukurlah.

Alhamdulillah. 

Jak Rojak...

Rojak, L, sekitar 20an, Jawa

Kawan gue yang satu ini emang unik. Dia sering cerita ato bisa dikatakan curhat ato mungkin dibilang nyampah... emmm.. entahlah. Yang pasti dia sering jadiin gue sebagai tempat jujugan dikala dia lagi resah. Haha

Alkisah, si Rojak ini curhat soal asmara ke gue. Buset. Emang gue mahir yak urusan ginian. Gue aja masih jomblo eh single sampe sekarang. Tapi nggak apa-apa. Namanya juga temen kan. Jadi si Rojak cerita kalo sekarang dia lagi suka ama 2 cewek. Oh iya si Rojak ini orangnya single juga. Kenapa yak temen-temen gue juga jomblo. Senasib sepenanggungan.

Kembali ke Rojak... dia ceritanya sekarang ini lagi suka ama 2 cewek. Kita sebut saja A sama B. Rojak sama si A udah kenal lama. Temenan lah. Dulu sempet pedekate, tapi ya itu maju mundur cantik. Kalo sama si B, si Rojak baru beberapa tahun ini kenal. Cuman dari sejak kenal juga intens lah temenan mereka. trus masalahnya?

“lu, dengerin gue nggak sih, Mbon?” tabokan Rojak mengembalikan kesadaran gue dari ruwetnya jalan cerita cinta dia.

Tiba-tiba si Rojak mulai ngelantur soal ruwetnya perjalanan cintanya sama si A. Katanya dia udah mulai suka sama A pas SMA. Pokoknya impian banget gitu lah. Cuman, dia nggak pernah bilang (cemen dia). Hingga A putus nyambung sama cowok-cowok di luar sana. Dia cuma bisa ngowoh. Nah, entah kenapa akhir-akhir ini Rojak mulai deket sama A lagi. Biasalah, sosmed mempertemukan mereka. sebenernya Rojak udah mau ungkapin perasaannya, tapi dia kerasa kayak ada yang kurang gitu. Padahal ini kesempatan emas, mumpung si A sekarang masih single. Udah sering jalan bareng. Udah keliatan siap untuk membentuk komitmen. Di sisi lain... nah ini yang nyambung kedua. Sekarang dia juga naksir berat ama si B. masalahnya? Next....

Masalahnya sekarang sama B. Rojak kenal B waktu ada project bareng gitu. Trus mereka jadi intens. B di mata Rojak sungguh luar biasa. Katanya, meskipun agak sotoy orangnya tapi si Rojak suka banget sama dia. Karena sering kerja bareng, tumbuh rasa suka pada diri Rojak. Tapi dia (lagi-lagi) nggak bisa ungkapin. Karena, ternyata B udah punya cowok. Udah mapan lagi. Haha. Kasian si Rojak. Gigit jari lagi deh dia. Tapi usut punya usut. Kawan gue yang satu ini kayak udah mantep banget gitu. Ibarat gunung pun dia ancurin buat dapetin B

“Tapi gue kayak mantep gitu Mbon ama doi, tapi ya itulah udah ada cowoknya...”

“Sabar ye, Jak. Orang sabar perutnya lebar,kayak perut gue”

Dan tibalah pada pertanyaan pamungkas..


“Trus gue kudu gimana, Mbon???”
terserah apa kata orang, bagi saya rezeki sudah ada yang ngatur... dan kita sebagai manusia sewajarnya ikhlas menjalani semuanya...

malam minggu di Bengkulu,...

Pertemuan dengan (bukan) Azizah

Mentari masih belum menampakkan wajahnya saat aku terbangun dari mati suriku. Hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang membuat mata ini sulit terpejam kembali. Sejenak aku terlempar dalam dunia lamunan yang penuh dengan keindahan. Dan aku pun teringat akan pertemuan dengan (bukan) Azizah.

Ya.. Azizah, sesosok gadis yang penuh keceriaan dan keriangan. Sebelum bercerita tentang Azizah, bagi saya Azizah ini bukan nama sebenarnya. Hanya nama asal-asalan yang mungkin asal keceplos saja. Tapi bagi saya nama itu terbaca begitu damai. Pun dengan foto yang ditunjukkannya kepadaku. Nyesss.. rasanya seperti meneguk setetes embun di tengah padang gurun. Meskipun gersang setidaknya pasti ada suatu harapan. Begitu mungkin perumpamaannya.

Dan untuk Azizah,, kerjarlah terus semua mimpimu, asamu, dan harapanmu. Tentunya dengan semangatmu yang muncul dari candamu dan tawamu. Dan manusia pun tidak ada yang sempurna. Saat kau mulai lelah, serahkan semua kepada penciptaMu. Tentunya dengan usaha dan kesabaranmu.

Melihatmu, membuatku menemukan kembali sosok diriku. Diriku yang dulu melangkah di sebuah jalan yang dulu sempat berbelok tidak menentu. Dan kali ini tentunya dengan semangat yang baru, akan kulangkahkan kaki ini dengan bijak. Ada batasan tertentu yang tentunya tidak boleh aku langgar.


Terima kasih, Azizah.. Aku, akan selalu mendukungmu hingga suatu masa dimana aku tidak mampu untuk melakukannya...

Pelayanan Standar Menuju Pelayanan Prima



Pelayanan prima atau sering disebut excellent service. Sebuah frase yang sederhana, tetapi membutuhkan kerja keras untuk mewujudkannya. Sudah menjadi dambaan bagi setiap Wajib Pajak (WP) untuk dapat menerima sebuah pelayanan prima di seluruh kantor perpajakan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Untuk menjangkau Wajib Pajak di daerah yang terpencil, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara khusus membentuk suatu unit yaitu Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP). Sebuah unit yang secara struktural berada di bawah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Dengan membentuk KP2KP diharapkan mampu memberikan pelayanan yang prima sekaligus mengawal penerimaan perpajakan di daerah-daerah terpencil.

Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bintuhan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yaitu memberikan pelayanan, penyuluhan dan konsultasi mengenai perpajakan kepada Wajib Pajak khususnya di wilayah Kabupaten Kaur. Meskipun dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada, tidak membuat tugas pokok dan fungsi yang dijalankan di  KP2KP Bintuhan menjadi asal-asalan atau kurang maksimal. Justru hal ini menjadi tantangan untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada Wajib Pajak. Tentunya dalam menghadapi tantangan tersebut diperlukan inovasi-inovasi. Inovasi yang dilakukan pada dasarnya tentu tidak bertentangan dengan peraturan yang sudah ada.

Inovasi yang dilakukan di KP2KP Bintuhan dalam fungsi pelayanan yaitu dengan lebih merangkul dan mendekatkan diri dengan Wajib Pajak. Salah satunya dengan menerapkan 3S + 1G yaitu “Senyum, Sapa, Salam dan Gurau”. Berbeda dengan kantor lain yang biasanya hanya menerapkan 3S. Dengan menambahkan unsur gurau ini terbukti membuat Wajib Pajak menjadi lebih nyaman saat datang ke KP2KP Bintuhan. Ketegangan seolah hilang karena seperti tidak ada jarak antara petugas Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) dengan Wajib Pajak. Tentunya gurauan yang dilontarkan sedikit diselipkan dengan nasihat-nasihat mengenai arti pentingnya peran serta Wajib Pajak dalam menunjang pembangunan nasional.

Selain dengan menerapkan 3S + 1G tersebut, cara lain yang digunakan petugas TPT untuk mendekatkan dengan Wajib Pajak yaitu dengan menggunakan bahasa daerah setempat dalam melayani Wajib Pajak. Meskipun penggunaan bahasa daerah ini hanya sebatas sepatah dua patah kata sesuai kemampuan petugas TPT. Penggunaan bahasa daerah setempat terbukti lebih mampu menjembatani apa yang diharapkan Wajib Pajak dan apa yang dikehendaki oleh Petugas TPT. Jadi, antar kedua pihak tidak saling miskomunikasi. Kebutuhan Wajib Pajak dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas TPT. Tindak lanjut itu berupa penjelasan yang diberikan petugas TPT mampu diterima dengan baik oleh Wajib Pajak. Fleksibel bukan berarti tidak tegas. Begitu prinsip pelayanan yang diberikan di KP2KP Bintuhan.

Penggunaan bahasa daerah setempat oleh petugas TPT tentunya juga mampu untuk lebih membuka obrolan ringan seputar Wajib Pajak. Jadi, tidak harus perbincangan itu selalu mengenai perpajakan yang tentunya tidak akan membuat Wajib Pajak merasa stres. Wajib Pajak yang hadir di KP2KP akan dibuat senyaman mungkin dengan perlakuan seperti itu. Dengan memberikan pelayanan ekstra seperti telah disebutkan akan lebih memuaskan Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Hal ini sekaligus akan meningkatkan kepatuhan dan tentunya penerimaan pajak.

Fungsi penyuluhan tentunya tidak luput dari peningkatan fungsi yang ada di KP2KP Bintuhan. Penyuluhan menjadi ujung tombak bagi Direktorat Jenderal Pajak untuk lebih mengenalkan berbagai macam hal mengenai perpajakan kepada masyarakat. Sasaran dari penyuluhan yang ada di unit kerja KP2KP utamanya meliputi : Calon Wajib Pajak, Wajib Pajak Baru, dan Wajib Pajak Terdaftar.

Dalam melaksanakan penyuluhan kepada masing-masing jenis sasaran tersebut tentunya dilakukan dengan strategi yang berbeda. Misalnya saat melakukan penyuluhan ke Calon Wajib Pajak, biasanya sasaran dari penyuluhan ini adalah para mahasiswa dan siswa sekolah menengah atas atau sederajat. Materi yang diberikan menggunakan bahasa yang mudah diterima oleh peserta penyuluhan. Pemberian motivasi juga diberikan kepada peserta penyuluhan ini yaitu dengan menekankan bahwa mereka adalah calon penerus penggerak roda penyelenggaraan negara ini. Diharapkan dengan strategi ini akan lebih menambah semangat belajar yang pada akhirnya akan menghasilkan pribadi tangguh untuk Indonesia.

Untuk penyuluhan terhadap Wajib Pajak Baru, inovasi yang dilakukan KP2KP Bintuhan adalah dengan melakukan penyuluhan setelah Surat Keterangan Terdaftar (SKT) diberikan. Jadi, pada periode tertentu akan dilaksanakan penyuluhan terhadap Wajib Pajak Baru di KP2KP Bintuhan. Ruangan yang terbatas tidak membuat kegiatan penyuluhan di kantor terhambat. Meskipun hanya lima hingga sepuluh Wajib Pajak yang datang, fungsi penyuluhan tetap berjalan sesuai dengan rencana penyuluhan KP2KP Bintuhan.

Inovasi penyuluhan dengan sasaran Wajib Pajak Terdaftar memiliki trik tersendiri. Sasaran penyuluhan ini adalah bendaharawan instansi pemerintah di wilayah Kabupaten Kaur,  Wajib Pajak Badan maupun Wajib Pajak Orang Pribadi yang telah terdaftar di KP2KP Bintuhan. Untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan, KP2KP Bintuhan selalu bekerja sama dengan instansi terkait penyelenggaraan acara penyuluhan. Hal ini terbukti jitu untuk mendatangkan peserta. Setiap pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang diadakan KP2KP Bintuhan, presentase kehadiran peserta yang diundang selalu mencapai minimal 75% dari keseluruhan undangan yang dikeluarkan. Suatu hal yang sulit dicapai apabila kegiatan sosialisasi menggunakan undangan langsung dari kantor pajak.

Dengan menggandeng instansi terkait, membuat instansi tersebut merasa ikut bertanggung jawab atas terselenggaranya acara penyuluhan. Ini membuktikan bahwa antar instansi pemerintah bisa menciptakan sinergi satu sama lain. Sinergi yang menciptakan kepuasan masyarakat sebagai penerima jasa pelayanan pemerintah. Hingga pada akhirnya tercipta sebuah penyelenggaraan negara yang mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

(KP2KP Bintuhan)

Iseng-iseng posting hasil tulisan sendiri.. masih perlu banyak belajar lagi.. hehehe