"Aku rindu kamu"
Sebuah kalimat yang terdiri dari 3 kata. "aku", "rindu", dan "kamu". Tiga kata yang mungkin sama-sama keluar dari mulut yang bersumber dari hati, demi melepas sebuah rasa yang terpendam.
Namun....
satu kalimat, beda arti, beda kadar, beda tujuan...
Rinduku tidak sama dengan rindumu
Rindumu tidak sama dengan rindunya
Bahkan aku membutuhkan waktu yang lama untuk menumbuhkan rindu yang baru, rindu yang benar-benar muncul dari tulusnya hati.
Entahlah... semakin banyak yang aku tahu, semakin banyak pula yang tidak aku mengerti.
Karena rindu yang terbaik adalah rinduMu dan rinduNya.
Aku dan Kamu,, Entah Siapa...
![]() |
Kerja demi Negara |
Maret. Sungguh sebuah bulan yang indah di tahun
ini. Aku bisa menunaikan cita-cita ke Palembang. Berbagi keceriaan bersama kota
ini. Sebuah kota yang besar dan maju. Tentunya harapan untuk melanjutkan karir
di kota ini masih ada. Meskipun, sekarang aku sangat ingin sekali kembali ke
Semarang. Kota di mana semua asa dan cintaku tertinggal. Perjuangan untuk
kembali pulang tidaklah instan. Masih banyak yang harus aku buktikan bahwa aku
pantas kembali ke kotaku.
Alhamdulillah...kali ini bulan Maret yang
ke-24 sudah aku lewati dalam pahit manisnya hidup ini. Angka yang bisa
dikatakan masih muda tetapi sudah cukup matang. Bagiku, di usia yang ke-24 ini
menjadi momentum untuk kembali menyatukan mimpi yang (meskipun enggak tercerai
berai) harus disusun kembali.
Mimpi untuk bisa melanjutkan jenjang
pendidikan.
Mimpi untuk bisa meningkatkan status PTKP
sekaligus..
Mimpi untuk bisa memiliki tunjangan anak
dan istri. Opoooo... hahaha.
Mimpi untuk bisa sembuh dari penyakit yang
harus dilawan dengan kekuatan tekad.
Dan tentunya mimpi untuk meminang kamu,
jodohku nanti...
24 tahun yaaah... hmmm..
hidup itu harus diperjuangkan
meskipun aku harus melawan kemustahilan
setidaknya kali ini aku telah mencoba,
berusaha, dan berdoa.. hasilnya?
bahkan kita tidak tahu masa depan itu seperti
apa...
menggenggam secuil pun aku tidak mampu
sungguh terlalu abstrak apa yang nantinya
akan terjadi
mungkin ke depan alur cerita akan berbeda
yaah..itu resikonya, tapi percayalah..
lebih baik aku keluar melawan dunia
daripada aku harus terdiam ditertawakan
kebodohan
biarlah alunan detik yang akan menemukan
jawabnya...
kamu sudah cukup dewasa untuk berpikir
lebih cerdas dan berjiwa besar, Mbon.
![]() |
Mimpi di Awan,,, |
Apes bos
Apes. Cukup
satu kata. Mungkin kali ini apes yang sangat dinanti. Hari Senin 24-02-2015
mungkin jadi hari yang apes dalam hidup saya kali ini.Twice, I
see the truth about you and you.
Mungkin masih
ingat dengan reset code yang beberapa waktu lalu saya ungkapkan. Di situlah
kuncinya dan selama ini biarlah sisanya tersimpan rapi di tempatnya tidak
seperti yang sudah mencuat.
Ternyata banyak hal yang baru aku ketahui sejak hari itu. Dan itu cukup membuat
aku ternganga. Bagaimana tidak? Ketika aku sudah yakin akan melawan
kemustahilan ini. Ternyata memang Tuhan menemukan caranya yang halus untuk
memuluskan kemustahilan itu. Berkat itu aku jadi banyak belajar lagi mengenai
hidup. Menikmati indah dan karunia dariNya.
Promise not to Make Promise(s)
Sebuah frase yang singkat, lebih kurang
berarti “berjanji untuk tidak membuat janji/ janji-janji”. Zaman sekarang,
banyak sekali manusia yang dengan mulut besarnya lantang mengucapkan
janji-janji. Betapa mudahnya kalimat manis yang dilontarkan untuk membuat
manusia lain terlena. Padahal, di balik janji tersebut muncul sebuah tanggung
jawab yang besar untuk melaksanakan janji tersebut.
Mungkin paragraf di atas adalah maksud dan
keinginan yang saya utarakan kepada pejabat eselon IV di lingkup eselon II di
kalangan eselon I saya. Sebuah pertemuan yang secara tidak sengaja, kemudian
berlanjut dengan obrolan santai tapi serius. Beliau berkata kepada saya bahwa
sebagai generasi muda harus selalu memberikan yang terbaik bagu bangsa ini.
“Jangan tanyakan apa yang berikan negara
kepadamu, tapi sebaliknya” mungkin kata ini sudah sering kita dengar, tetapi
kita selalu menyepelekan. Resikonya? Kena PHP kan... PHP yang kebarnya selalu
tidak jelas dan kebanyakan dari kita selalu menelan mentah-mentah. Kena deh...
Efek kena PHP ya antara angan yang tinggi dan
malas bekerja. Revolusi mindset harus kita tanamkan, minimal dimulai dari diri
sendiri. Bekerjalah dengan giat, ikhlas, semangat. Insya Alloh feedback yang
kita terima akan sesuai baik itu dunia maupun akhirat. Bismillah.
Inilah yang saya maksud, bu... bahwa ketika
saya mengeluarkan janji-janji saya akan begini, saya harus begitu. Jujur, saya
tidak mampu. Saya hanya mampu memotivasi diri sendiri dan tentunya orang di
sekitar saya. Intinya ada pada saya dan kemauan keras saya untuk menjadi lebih
baik. Soal reward? Angan saya tidak pernah sampai untuk menceritakan itu.
Biarlah yang di atas menilai saya.
Dan terakhir, biarkan saya (kami) berkarya
untuk bangsa ini. Bangsa yang sedang dilanda krisis di berbagai dimensi. Semoga
generasi kami bukan generasi aib bagi bangsa ini. Doa Anda semua menyertai
kami...
“Ketika kita
merasa begitu lelah dan kecewa maka kita sedang belajar...arti kesungguhan”
“Ketika kita
merasa sepi dan sendiri maka kita sedang belajar...arti ketangguhan”
“Ketika kita
sedang menanggung biaya yang tidak seharusnya kita tanggung maka saat itu kita
sedang belajar...arti bermurah hati”
“Ketika
kerja keras kita tidak dihargai maka saat itu kita sedang belajar...arti
ketulusan”
“Ketika
usaha kita dinilai tidak penting maka pada saat itu kita sedang belajar...arti
keikhlasan”
“Ketika hati
kita terluka sangat dalam maka saat itu kita sedang belajar...arti memaafkan”
Manusia, Asa, dan Rasa
Manusia...ya, sekumpulan otot yang membentuk daging,
ditopang dengan belulang, dan diisi dengan darah dan organ-organ lainnya.
Dibungkus dengan selaput yang memiliki sensor di seluruh permukaannya. Selaput
yang begitu peka terhadap rangsangan fisik yang diterima. Dilengkapi dengan
sistem-sistem yang menopang kinerja keseluruhan ini.
Dari
itulah manusia bisa bertahan hidup. Semua sistem saling terkait, begitu
terorganisir. Sungguh Maha Besar Alloh yang menciptakan segalanya.
Manusia
hidup dari impian dan khayalan. Di benak mereka akan selalu ada harapan. Entah
itu 2 detik lagi, 2 jam lagi, besok, lusa, 2 bulan lagi, 2 tahun lagi, 20 tahun
lagi, dan seterusnya. Dan harapan itu pasti selalu yang positif. Tidak ada
manusia yang memiliki harapan negatif, kecuali sudah gila!
Tapi
ingat, terkadang manusia lupa. Mereka lupa bagaimana dalam menghadapi hidup.
Inilah yang membuat manusia sering terjebak dalam harapan masa depan. Hanya
bahagia semu yang mereka dapat. Selalu fokus pada hasil akhir adalah hal yang
salah.
Hidup
berpaku pada bahagia semu, ibarat permainan sepak bola tim sebelah. Tujuannya
sih bikin gol dan menang. Bahagia kan meraih kemenangan. Tapi lihat apa yang
mereka lakukan? Selalu memainkan bola dari belakang dan langsung ke depan.
Seperti ada yang hilang. Terkadang tepat sih bola yang dari belakang itu, tapi
lebih sering gagal kan...
Sama
seperti menggapai impian. Belum-belum lamunan kita sudah terbayang jauh ke
kebahagiaan semu. Ya kalo berhasil, kalo enggak. Bye.
Nikmatilah
hari demi hari. Nikmati kesuksesan kecilmu. Syukuri kesuksesan tiap harinya.
Tidak selamanya hidup itu sukses. Hidup itu perlu jatuh, untuk itulah kita
dapat merasakan nikmatnya bangkit. Meskipun takdir Alloh mengatakan kita gagal
dalam menggapai impian, bukankah kita sudah berhasil meikmati impian-impian
yang tak terduga itu? Yang kita nikmati sehari-hari.
Bersyukurlah...bersyukurlah...bersyukurlah.
Alhamdulillah.
Jak Rojak...
Rojak,
L, sekitar 20an, Jawa
Kawan gue yang satu ini emang unik. Dia
sering cerita ato bisa dikatakan curhat ato mungkin dibilang nyampah... emmm..
entahlah. Yang pasti dia sering jadiin gue sebagai tempat jujugan dikala dia lagi resah. Haha
Alkisah, si Rojak ini curhat soal asmara
ke gue. Buset. Emang gue mahir yak urusan ginian. Gue aja masih jomblo eh
single sampe sekarang. Tapi nggak apa-apa. Namanya juga temen kan. Jadi si
Rojak cerita kalo sekarang dia lagi suka ama 2 cewek. Oh iya si Rojak ini
orangnya single juga. Kenapa yak temen-temen gue juga jomblo. Senasib sepenanggungan.
Kembali ke Rojak... dia ceritanya
sekarang ini lagi suka ama 2 cewek. Kita sebut saja A sama B. Rojak sama si A
udah kenal lama. Temenan lah. Dulu sempet pedekate, tapi ya itu maju mundur
cantik. Kalo sama si B, si Rojak baru beberapa tahun ini kenal. Cuman dari
sejak kenal juga intens lah temenan mereka. trus masalahnya?
“lu,
dengerin gue nggak sih, Mbon?” tabokan Rojak mengembalikan kesadaran gue dari
ruwetnya jalan cerita cinta dia.
Tiba-tiba si Rojak mulai ngelantur
soal ruwetnya perjalanan cintanya sama si A. Katanya dia udah mulai suka sama A
pas SMA. Pokoknya impian banget gitu lah. Cuman, dia nggak pernah bilang (cemen
dia). Hingga A putus nyambung sama cowok-cowok di luar sana. Dia cuma bisa ngowoh. Nah, entah kenapa akhir-akhir
ini Rojak mulai deket sama A lagi. Biasalah, sosmed mempertemukan mereka.
sebenernya Rojak udah mau ungkapin perasaannya, tapi dia kerasa kayak ada yang
kurang gitu. Padahal ini kesempatan emas, mumpung si A sekarang masih single. Udah
sering jalan bareng. Udah keliatan siap untuk membentuk komitmen. Di sisi
lain... nah ini yang nyambung kedua. Sekarang dia juga naksir berat ama si B.
masalahnya? Next....
Masalahnya sekarang sama B. Rojak
kenal B waktu ada project bareng
gitu. Trus mereka jadi intens. B di mata Rojak sungguh luar biasa. Katanya,
meskipun agak sotoy orangnya tapi si Rojak suka banget sama dia. Karena sering
kerja bareng, tumbuh rasa suka pada diri Rojak. Tapi dia (lagi-lagi) nggak bisa
ungkapin. Karena, ternyata B udah punya cowok. Udah mapan lagi. Haha. Kasian si
Rojak. Gigit jari lagi deh dia. Tapi usut punya usut. Kawan gue yang satu ini
kayak udah mantep banget gitu. Ibarat gunung pun dia ancurin buat dapetin B
“Tapi
gue kayak mantep gitu Mbon ama doi, tapi ya itulah udah ada cowoknya...”
“Sabar
ye, Jak. Orang sabar perutnya lebar,kayak perut gue”
Dan tibalah pada pertanyaan
pamungkas..
“Trus gue kudu gimana, Mbon???”
Langganan:
Postingan (Atom)