b-i-r-u

biru,,
identik dengan sendu
namun tak jarang juga
dia membawa rindu
iya,, dia sama sepertimu

On the day that you were born,
the angels got together and decided to
create a dream comes true
so they sprinkled moon dust in your hair
of golden starlight in your eyes
Why do stars fall down from the sky
every time you walk by?
Just like me, they long to
be close to you
The Carpenters – (They Long To Be) Close to You

When I'm away,
I will remember how you kissed me
Under the lamp post
back on street
Hearing you whisper through the phone,
"Wait for me to come home”
Ed  Sheeran – Photograph

Look at the stars
Look how they shine for you
And everything you do
Yeah, they were all yellow
Your skin and bones turn into
Something beautiful
Do you know you know I love you so
Coldplay – Yellow

Hold the door, say "please", say "thank you"
Don't steal, don't cheat, and don't lie
I know you got mountains to climb
But always stay humble and kind
Tim McGraw – Humble and Kind

You're a falling star, you're the get away car.
You're the line in the sand when I go too far.
You're every song, and I sing along.
'Cause you're my everything.
Micahel Buble - Everything

If I lay here
If I just lay here
Would you lie with me and just forget the world?
Snow Patrol – Chasing Cars

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya. Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,” Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri. (Chairil Anwar, 1946)
Chairil Anwar – Cintaku jauh di Pulau

mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu harus menjadi aku
Sapardi Djoko Darmono – Sajak Kecil tentang Cinta
*********************************************************************************
·         Your feet must be killing you because you’ve been wandering around in my mind all day
·         The distance is only physical, dear. Distance means nothing when someone means everything
·         If missing you comes in waves, tonight I’m drowning
·         On the difficult days when the world is on your shoulders, remember that diamonds are made under the weight of the mountains
·         They told me you couldn't come true. But then you found me, everything’s changed and I believe in something again
·         I LOVE YOU my sunshine
·         Life is better when you’re laughing and sweeter when you’re smiling

Lima belas hari bertemu dengan biru....
Senyuman kecil selalu tersimpul
Terkadang juga bingung

Namun, selalu ada satu yang tak pernah padam dariku untukmu
Rindu




candu yang selalu menjadi candu :p

40 days which consist of: 10 days full of memories, 
15 days of strong motivation, and 15 of reasons. 
and they all make my smile can't stop to rise every morning. 
it beats the sunshine, for you.Hope you see it,.
I promise that day will coming.. keep my words

and now 40 days have passed, but i can still see you in my day
every day, every time

and I like it, this makes me more addicted to you.. :p

dan pada hari ini...
Alloh menunjukkan keadilanNya
Keadilan yang benar - benar adil, bahkan logika manusia tidak bisa membantahNya dengan argumen apapun
Semua kemujuran dan kemalangan sudah menjadi garis yang telah tertera di jalanNya
Syukuri, jalani, tetap membumi. Sungguh tidak ada yang bisa kita banggakan sedikitpun dari apa yang kita punya di sini.
Bismillah

(sering-sering tengok kesini)

Rasanya....

Karena penilaiannya adalah yang terobjektif, adil, tidak berat sebelah, dan tidak memihak....
Hari ini tiga agustus dua ribu enam belas menjadi hari yang penuh cerita. Dari pagi sepedaan buat absen sekalian nyari poke mon #tetep, hingga di kantor yang nggak terhitung berapa kali aku berkata “Siap!!”

Kehidupan baru disini, dengan skala yang lebih besar, pegawai yang lebih banyak, ke-pelik-an yang runyam. Namun, hingga detik ini aku masih tertawa. Haha. Bismillah. Begitu banyak semangat yang diamanahkan kepadaku dan sudah menjadi tugasku untuk melaksanakannya.

“Wisnu, tolong bantu sini”

“Dua tahun sudah cukup menimba ilmu, setidaknya di sana kamu lebih bisa belajar”

Di sini pekerjaan menjadi lebih kasar. Sebelum ini pekerjaan saya didominasi oleh duduk seharian di meja kerja, meminta tolong sana-sini, mengeluarkan duit, dan buat laporan. Sekarang semuanya berputar 180 derajat. Pekerjaan didominasi oleh usung-usung, dimintain tolong sana-sini, membayar orang, dan (tetep) buat laporan.

Awalnya memang berat, tetapi tidak apa-apa. Ini namanya ganti suasana dan ganti level. Manusia kalo lempeng-lempeng aja nanti nggak berkembang. Harus diberi sebuah masalah untuk dapat memecahkan dengan pemikiran terbaik.

Selalu belajar, belajar, dan belajar... Bismillah


j.u.l.y.a.f.t.e.r.n.o.o.n

Hujan yang sedari pagi turun menyapa bumi mungkin menambah kesenduan di sore ini. Daun-daun yang masih basah, tanah yang masih lembab, dan udara yang mulai menusuk tulang. Mereka semua itu yang menyebabkan semakin sendu mentari yang mulai terbenam. Ya, hujan sudah berhenti sejak siang tetapi rasa dingin masih menyelimuti seharian ini.

Rasanya sungguh aneh dan berbeda.

Pada jam ini, biasanya aku sudah bersiap-siap untuk menempuh jarak sekitar 200km dengan waktu tempuh hampir 5jam. Tempatku mencari makan memang jauh dari hiruk pikuk kota, dalam 2 tahun ini.

Pada jam ini, biasanya aku sudah berpamitan dengan rekan-rekanku di sini untuk kembali ke tempat pekerjaan. Tak lupa kami saling membuat janji untuk meramaikan akhir pekan depan saat aku pulang, tetapi tak jarang kami lupa menepatinya.. haha. Hanya geletakan dan ngobrol santai sudah menjadi pelipur ingkar janji.

Pada jam ini, biasanya aku sudah berhimpitan dengan manusia-manusia yang berbeda dari banyak segi. Ada yang mungkin pedagang, pelajar, pegawai negeri, dan masih banyak lainnya. Tingkahnya pun berbeda-beda. Ada yang merokok, menyanyi, mengusap kepala dengan balsam. Dan aku hanya hanya duduk terdiam dan tertidur, larut dalam buaian lagu di handphone.

Sekarang....

Rasanya agak canggung bertemu dengan mentari sore ini. Biarlah sore ini menjadi sore sendu yang pertama untuk kepindahanku. Aku tak akan pernah lupa semua kenangan yang ada di sana. Dua tahun tiga bulan. Bukan waktu yang singkat untuk semuanya. Tawa, tangis, rindu, marah, benci, jenuh, capek, senyum, tanggung jawab. Semuanya akan tetap menjadi tulisan yang abadi. Bukan waktu yang singkat pula untuk menambah 8kilo berat badan. Hahaha.

Semoga mentari besok akan secerah seperti biasanya. Biarlah hujan hari ini menjadi penyejuk bumi yang makin lama diisi dengan api kebencian sebagian penghuninya.

Mungkin ini jalan dari Alloh yang ditunjukkan padaku, setelah apa yang aku capai di tahun ini beberapa tidak dapat berjalan sesuai rencanaku. Apalah dengan rencanaNya yang begitu indah dan begitu nikmat. Nikmat bersabar dalam menghadapi ujian atau nikmat-nikmat yang lain yang mungkin akan Dia sisipkan dalam perjalanan waktu ke depan.

Bismillah... Saatnya aku kembali ke kota dan menjalani kehidupan kembali...
Bekerja lebih giat dari sebelumnya

  
“Kamu nggak ngerasain, jadi nggak usah komentar”
Sebuah slogan yang sederhana, terus terang, dan (sejujurnya) agak nylekit.
Bermula dari ribut-ribut kecil antara kami berdua, biasa saling menceritakan keluh kesah dan saling memberi respons bentuk perhatian. Yah, namanya juga respons. Cerita apa, direspons gimana, harapannya gimana, tanggapannya gimana, ya kembali kepada pribadi masing-masing.

“Kamu nggak ngerasain, jadi nggak usah komentar”
Tetapi ada benernya juga. Seringkali kita memberi komentar yang negatif terhadap sesuatu hal yang bahkan kita sendiri tidak pernah tahu bagaimana sesuatu itu berjalan sebagaimana mestinya. Kita yang begitu gampangnya termakan oleh umpan dari media hanya tinggal komen ini komen itu komen begini komen begitu tanpa berusaha mencari tahu “yang benar dan yang seharusnya”

“Kamu nggak ngerasain, jadi nggak usah komentar”
Kalau boleh mengambil contoh, ambil kisah seorang pegawai pajak. Kerja benar saja masih diolok-olok, dicibir disana sini, dibilang pemakan uang haram oleh masyarakat pengkontribusi pajak, bahkan sebuah sindiran haus bisa muncul dari keluarga sendiri. Saya berkeyakinan bahwa pegawai pajak itu berhak membela diri dengan jutaan argumennya. Namun, adakah di benak pegawai pajak tersebut bahwa kebutuhan semakin mahal, rakyat semakin tercekik dengan peraturan pajak yang membuat warga semakin asing dengan pajak itu sendiri. Jadi boleh saja, pengkontribusi pajak itu berhak berkata

“Kamu nggak ngerasain, jadi nggak usah komentar”
Contoh lain adalah misalnya ketika kisah seorang dokter yang sudah berjuang semaksimal mungkin mengobati pasien, tetapi Tuhan berkata lain. Tidak jarang ada yang memang sudah ikhlas, tetapi ada juga yang menyalahkan dokter, dituduh kurang tanggaplah, bahkan ada yang sampai dituduh malapraktik. Bukankah seperti itu sungguh menyakitkan bagi si dokter, tetapi pernah nggak membayangkan gimana jadi yang ditinggalkan. Sedih? Pasti. Jadi sah-sah saja kalau yang ditinggalkan itu bilang

“Kamu nggak ngerasain, jadi nggak usah komentar”
Begitu banyak di dunia -yang sudah mulai kacau- ini yang mulai kabur antara kebaikan dan kejahatan. Faktanya, bangsa kita sangat amat mudah untuk digiring opininya. Dibolak-balik logikanya, hingga kalah melawan sesuatu yang memang sengaja dihembuskan salah.
Maafkan saya yang mungkin terkadang terlalu overcare, sok-sokan kasih nasihat sampai berbusa hingga esensi “care” nya hilang. Insya Alloh bakalan terus belajar dari kejadian ini.
Sama-sama harus sabar. Melapangkan dada selapang mungkin.

Terakhir, kamu nggak ngerasain jadi petugas satpol pp yang merazia, jadi nggak usah komentar atau kamu nggak ngerasain buka warung siang-siang, jadi nggak usah komentar atau….
bermula dari sebuah ide yang tiba-tiba muncul di layar laptop, dan segera searching dilanjut dengan memutar otak.
lumayan sih, tapi sebenernya bisa maksimal lagi.
hehe
dan sama kamu selalu bikin fresh dan terinspirasi kembali.
Makasih ya Anindita... :)