Too Many Legends in Many Pictures

SemfokFC (2006 - 2007)







 




AroiteFC (2007 - 2008)















P.S.I.S Lintas
#Paguyuban Sepakbola IPA Satu#
(2008 - 2009)

 


maFia FC (2009 - 2010)












emPire streetsoccer team (2010 -2011)



emPire futsal (2010 - 2011)
















friEnds FC (2011 - 2012)















Afternoon Fishing

"Mbon, mancing ning Cipta yoh,, mengko dibakar kono" (Mbon, Mancing di Cipta yok, ntar (ikannya) dibakar di sana)
Mendengar seperti itu, rasanya pengen ketawa sekaligus kagum atas ide cemerlang yang terlontar dari lubuk hati saudara Qisthon. Langsung saja, saya sampaikan ide ini pada kawan Anggari. Dia mah oke-oke aja. Aku coba kontak kakak tertua Izhar, dia cuma bilang "Yo mengko delok sik, Mbon" dengan sedikit mesem dan gayanya yang (sok) cool.. hahaha.

Sabtu kemarin, menjadi hari yang pas. Cuaca panas khas Semarang muncul diselingi awan mendung yang kadang beriringan menyembunyikan mentari. Sengaja kami berangkat sore, biasanya kami berangkat habis Shubuh. Bapak (saya) yang mendengar bahwa kami akan berangkat segera mengeluarkan jaringnya seraya berkata "Aku tak melu". Jadilah saat itu 4 orang berangkat.

Sekitar pukul 13.00 kami berangkat, Qisthon berangkat dari rumahnya karena sebagai anak Kaligawe yang terkenal "angker" dia memiliki keunggulan dalam hal jarak menuju ke spot. Benar saja, saat kami berhenti untuk membeli umpan udang hidup, dia nge-SMS kalo udah sampe. Dan tahu-tahu udah njedul di belakang kami.

"Kowe mau gak reti tak dadani to? (sambil melambai-lambai)

Kondisi pantai saat itu jika digambarkan dengan kata-kata mungkin seperti ini : Karang dengan ukuran sedang, bibir pantai dipenuhi dengan sampah yang terhempas derasnya ombak. Ombak sendiri lumayan lah. Kalo mau nyelup, bisa sedengkul.

Bapak siap dengan jaringnya, Qisthon siap dengan peralatannya soalnya sering kecantol, bahkan dia yang terkenal garang sampai bilang "Aduh Mbon,, aku pingin nangis" :( karena kesal buat rangkaian pancing terus-menerus. Anggari nggak tahu sibuk ngapain, soalnya dia benar-benar sangat memanfaatkan ruang jika mancing di tepi laut lepas. Sedangkan saya, enjoy aja.. kepikiran yang di sana..

Rencana bakar-bakar yang sempat kami apungkan, akhirnya benar-benar terwujud. Dengan hanya berbekal korek api batang dan kecap 1 sachet, akhirnya kami bisa melaksanakan pesta....

Dan pesta akhirnya terwujud....


#1 Ikan hasil pancingan, sudah dibersihkan pake pisau yang dibawa Qisthon dari rumah, maklum anak Kaligawe, harus selalu sedia senjata!!

#2 Gak bawa piring, ikan cukup diletakkan di atas batu


#3 Bolang tenan cah iki,, sangune korek.. enyak enyak enyak
#4 benar-benar master chef Qisthon
#5 tak ada kompor. batu pun jadi

#6 tidak lupa sholat

#7 sing nunggu laut malah njedul

#8 wes ah tak barke sholatku

#9 jebule bar wudhu.. persis bolang, cukup pake hasduk

Alhamdulillah.. :)

Me-Lepas Landas-kan



Lepas landas


"Semua berakhir tinggalkan cinta kita, bahagialah kau kan bersamanya"
(#1 -- Semua Berakhir)

"Biarkan aku menjadi diriku, jangan tawarkan indah duniamu, kau tahu itu bukanlah diriku, coba mengerti akan duniaku"
(#2 -- Lain)


"Walau semua tlah sirna dan takkan kulupa, dirimu pernah ada nikmati cerita kita"
(#3 -- Tak Harus Miliki)

"Walau jarak terpisah, kau tetap milikku, bayangan dirimu slalu kurindu"
(#4 -- Surat Cinta)

Senyumanmu,, lembut belaimu, kurindukan, kisah kasihku dengan dirimu kan kukenang tuk selamanya..."
(#5 -- Dan Selamanya)

"Diriku terhanyut dalam khayalan semu, dan kusadari diriku terlalu jauh memimpikan semua yang tak pernah kan kudapat.. dan berakhirlah khayalku"
(#6 -- Andaikan)

"Kau datang dan sirna, suguhkan sebentuk cinta, kau tersenyum terpenuhi, hanya tinggalkan asa, yang dulu hanya untuk sesaat datang dan terus menghilang..."
(#7 -- Hanya Untuk Malam Ini)

"Hapuskan luka, biarkan cinta kembali, bersemi dan sinari damai di hatimu"
"Takkan kulepas, bila cinta tulus tlah hadir darimu, kau merangkul kalbuku, kan slalu kubawa"
(#8 -- Lagu Untukmu)

"Ciptakan mimpimu, biarlah kudekap tubuhmu, satukan anganmu, biarkan bayang masa lalu"
(#9 -- Bayang Masa Lalu)


Ronald-Danny-Abun-Marshal

Sayang banget band keren kayak gini bubar. musikalitasnya sangat khas dan enak didenger. meskipun nggak pernah lihat live langsung, sudah cukup bagi saya untuk menjadi pasien dr.pm.

Karpet Merah ke-22



Huah,, satu kata yang keluar dari mulut. Bukan mengeluh, tetapi mengeluarkan spirit supaya bisa menyebar dan memberi energi postif kepada sekitar. Tentunya tidak beserta dengan aromanya... haha

Alhamdulillah,, tepat di tanggal ini usia saya sudah menginjak 18 tahun... ya 18 tahun.. tambah 4, jadilah usia saya sekarang 22 tahun. Usia yang dikatakan masih imut-imut untuk ukuran wajah saya. Makasih.

Terima kasih kepada Allah SWT karena saya masih diberi kesempatan untuk mengurangi usia (lagi), bahkan sudah 22 tahun usia saya berkurang. Tentunya yang menjadi harapan saya di tahun ke 22 ini adalah semakin berkurang usia, semakin banyak berkah yang saya dapatkan, semakin banyak ikhtiar dan doa saya kepadaNya, semakin menjadi dewasa, semakin bisa belajar lagi dalam kehidupan yang katanya cuma mampir minum ini. Hingga nanti semua kesempatan itu telah habis, dan saya harus kembali kepadaNya untuk menjemput dimensi lain yang kekal seperti yang telah dijanjikanNya. Entah di tahun berapa semua itu akan diambil kembali, semuanya harus siap....

Jadi, doa dan harapan saya khusus di tahun ke 22 ini diantaranya mampu lebih think smart lagi, jangan kebanyakan ngelamun, mampu lebih fokus lagi, pokoknya jadi manusia yang lebih baik. Semoga penempatan dari kementerian segera diumumkan dan saya diberikan penempatan terbaik,, aamiin. Doa ini khusus saya persembahkan untuk angkatan 2009. Hehe.

Berikutnya adalah semoga semua berjalan dengan lancar, diberi kesehatan, rejeki, dan ketenangan jiwa. Bagi saya mungkin itu sudah cukup, disamping juga saya mengharapkan cita-cita saya bisa terkabulkan. Cita-cita yang harus diselesaikan tidak berjangka waktu,, #opojal
Aamiin aamiin...

Seperti kebanyakan orang barat, di mana perayaan bertambahnya tahun selalu diwarnai dengan apa yang disebut kado. Bagi saya (dan ini menjadi paling penting) orang tua, saudara, sahabat, dan teman-teman yang peduli dengan saya adalah kado yang paling indah buat saya pribadi. Karena tanpa mereka, saya bukanlah apa-apa, saya akan menjadi garing karenanya..

Kado berikutnya khusus “dipersembahkan” dari tim-tim favorit saya.
Pertama, PSIS Semarang, kesebelasan kebanggaan saya yang mana pada tanggal 10 kemarin berhasil menghempaskan Persipur Purwodadi dengan skor 7-0!! Buset.. golnya banyak banget yak.. Matur Nuwun. Stadion sampai penuh sesak dan riuh penonton sangat terasa. Sahabat saya kali ini menemani menonton di tribun VIP seharga... ya segitulah,, haha

Kedua, FC Barcelona, kesebelasan dari Spanyol yang secara ajaib membuat aggregat menjadi 4-2 setelah di Leg I UEFA Champions League kalah 0-2 dari AC Milan. Di pertandingan ini, saya terbangun dan tidak seperti biasanya, bahkan saya tidak mengantuk !! Namun, -bukan bermaksud sombong- permainan Barcelona tidak secemerlang 2-3 tahun lalu. Mungkin juga karena AC Milan bermain bagus. Mereka kebobol 4 gol juga karena 2 gol Messi (Messi sekarang tanpa gocekan maut, bandingkan dengan CR7 yang mampu mengangkat Real Madrid), 1 gol Alba yang merupakan gol pengunci, dan 1 gol spektakuler Villa.

Ketiga, SS Lazio, kesebelasan dari negeri pizza. Meskipun kalah di kandang oleh Fiorentina, saya tetap bangga. Saya bukan pendukung Lazio kemarin sore..thanks . Untuk lebih lengkapnya, saya akan buat kilasan khusus untuk laporan ketiga klub ini. Next time.

Next,, kado saya yang lain adalah adanya kamu, kamu, dan kamu semua yang mampu membuat saya tertawa lepas. Kamu di sini nggak terbatas betina ataupun jantan. Kamu di sini adalah kamu yang mampu membuat saya mengerti dan belajar akan pelajaran di balik susahnya hidup. Cukup.

Mungkin segitu saja dari saya. Semoga kita bertemu lagi di tahun ke 23, tentunya dengan kehangatan suasana yang berbeda.
“We believe, you’re the best”

22 tahun masih SMA!!

(14 Maret 2013   20.30 – 22.00 WIB)

Suatu Pagi di 2008



Kemilau cahaya mentari masih belum nampak. Agaknya masih terlalu pagi untuk memulai aktivitas. Suasana di pusat kota itu juga masih lengang. Tampak penyapu jalanan masih setia dengan sapu tuanya. Sapu yang menjadi penyambung hidup, yang terus menari menyapu jalanan ibu kota.

Deru mesin kendaraan masih terbatas dalam indra pendengaran. Begitu pun dengan asap hitam yang tentu saja belum bercampur dengan udara. Semua masih basah oleh air embun sisa angin malam. Embun yang memberi setetes kehidupan.

Dari kejauhan, seorang itu mulai muncul. Seseorang yang dulu selalu ada di sudut itu. sudut kota tempat biasa ak "bertemu" Entah tiap pagi aku mengharapkan untuk sejenak saja melihatnya, meskipun aku harus sembunyi dari dunia.

Dia yang selalu mencuri setiap pandanganku yang telah kubuang jauh.

Dia juga yang selalu mencuri setiap lamunku yang telah terbang entah kemana.

Dia (juga) juga yang selalu mencuri setiap langkahku yang telah menapak tanpa tujuan.

Ya.. Dia..
Hanya menjadi sebuah impian dalam sebuah utopia...

"karena matahari pun juga akan kehilangan energinya, andai aku benar menjadi matahari itu mampukah aku menjaga sinarku padamu?"

A Little Part of Our Memories



Karena semuanya membutuhkan kesatuan rasa dan karsa

Karena semuanya membutuhkan suatu imajinasi yang tiada pernah henti

Ya.. karena itu mengenai dia..

Syahdan,, terkumpulah,, 5 orang sekawan yang dipertemukan dalam suatu wadah. Di mana kelima orang ini memiliki suatu kreativitas yang datangnya entah dari dunia antah-berantah. Mereka sepakat untuk menjadi satu kesatuan, satu tujuan, dan satu tekad. Karena mereka adalah...

PARTHENON

inilah kelima anak itu yang sekarang sudah, sedang, akan mulai merintis dan menjalani karir di bidang masing-masing:

Khalid Zulfikar D (tukang pegang mic)

 



















Aji Wicaksana (tukang pegang gitar 1)

 



















Anggari Dwi S (tukang pegang gitar 2)

 


















Farkhan Wisnu W (tukang pegang bass)

 




Rendra Yudha W (tukang gebuk drum)















(Gambar yang diambil adalah gambar versi zadoel, terkecuali yang pegang mic dan yang pegang gitar 2. Yang pegang mic agaknya juga nyambi jadi penyanyi di resepsi nikahan. Di sisi lain, yang pegang gitar 2 sengaja dipilih membelakangi karena kesulitan untuk melakukan pen-sensor-an!! Haha. Khusus untuk yang pegang bass..ohh.. aura segar terpancar dari jaket “Rolling Stones” serta helm pink-nya. Yang pegang gitar 1 rupanya nyambi jadi model. Terakhir, di balik jaket yang gebuk drum ternyata tertulis nama SAHA)

Yang pengin denger rekaman kami monggo mampir dan unduh 1st Single
Lagu ini direkam saat malam perpisahan yang diadakan sekolah kami, saat itu kami memilih untuk "mengundurkan diri" dan kemudian nyasar ke sebuah studio..
maaf jika musiknya acak-acakan. just for fun and for remember :)






lengkap!!!
Kebersamaan itu yang akan selalu kita rindukan, kawan
saling berjuang di jalan masing-masing
demi tergapainya cita dan asa