Pelayanan Standar Menuju Pelayanan Prima



Pelayanan prima atau sering disebut excellent service. Sebuah frase yang sederhana, tetapi membutuhkan kerja keras untuk mewujudkannya. Sudah menjadi dambaan bagi setiap Wajib Pajak (WP) untuk dapat menerima sebuah pelayanan prima di seluruh kantor perpajakan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Untuk menjangkau Wajib Pajak di daerah yang terpencil, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara khusus membentuk suatu unit yaitu Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP). Sebuah unit yang secara struktural berada di bawah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Dengan membentuk KP2KP diharapkan mampu memberikan pelayanan yang prima sekaligus mengawal penerimaan perpajakan di daerah-daerah terpencil.

Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bintuhan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yaitu memberikan pelayanan, penyuluhan dan konsultasi mengenai perpajakan kepada Wajib Pajak khususnya di wilayah Kabupaten Kaur. Meskipun dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada, tidak membuat tugas pokok dan fungsi yang dijalankan di  KP2KP Bintuhan menjadi asal-asalan atau kurang maksimal. Justru hal ini menjadi tantangan untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada Wajib Pajak. Tentunya dalam menghadapi tantangan tersebut diperlukan inovasi-inovasi. Inovasi yang dilakukan pada dasarnya tentu tidak bertentangan dengan peraturan yang sudah ada.

Inovasi yang dilakukan di KP2KP Bintuhan dalam fungsi pelayanan yaitu dengan lebih merangkul dan mendekatkan diri dengan Wajib Pajak. Salah satunya dengan menerapkan 3S + 1G yaitu “Senyum, Sapa, Salam dan Gurau”. Berbeda dengan kantor lain yang biasanya hanya menerapkan 3S. Dengan menambahkan unsur gurau ini terbukti membuat Wajib Pajak menjadi lebih nyaman saat datang ke KP2KP Bintuhan. Ketegangan seolah hilang karena seperti tidak ada jarak antara petugas Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) dengan Wajib Pajak. Tentunya gurauan yang dilontarkan sedikit diselipkan dengan nasihat-nasihat mengenai arti pentingnya peran serta Wajib Pajak dalam menunjang pembangunan nasional.

Selain dengan menerapkan 3S + 1G tersebut, cara lain yang digunakan petugas TPT untuk mendekatkan dengan Wajib Pajak yaitu dengan menggunakan bahasa daerah setempat dalam melayani Wajib Pajak. Meskipun penggunaan bahasa daerah ini hanya sebatas sepatah dua patah kata sesuai kemampuan petugas TPT. Penggunaan bahasa daerah setempat terbukti lebih mampu menjembatani apa yang diharapkan Wajib Pajak dan apa yang dikehendaki oleh Petugas TPT. Jadi, antar kedua pihak tidak saling miskomunikasi. Kebutuhan Wajib Pajak dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas TPT. Tindak lanjut itu berupa penjelasan yang diberikan petugas TPT mampu diterima dengan baik oleh Wajib Pajak. Fleksibel bukan berarti tidak tegas. Begitu prinsip pelayanan yang diberikan di KP2KP Bintuhan.

Penggunaan bahasa daerah setempat oleh petugas TPT tentunya juga mampu untuk lebih membuka obrolan ringan seputar Wajib Pajak. Jadi, tidak harus perbincangan itu selalu mengenai perpajakan yang tentunya tidak akan membuat Wajib Pajak merasa stres. Wajib Pajak yang hadir di KP2KP akan dibuat senyaman mungkin dengan perlakuan seperti itu. Dengan memberikan pelayanan ekstra seperti telah disebutkan akan lebih memuaskan Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Hal ini sekaligus akan meningkatkan kepatuhan dan tentunya penerimaan pajak.

Fungsi penyuluhan tentunya tidak luput dari peningkatan fungsi yang ada di KP2KP Bintuhan. Penyuluhan menjadi ujung tombak bagi Direktorat Jenderal Pajak untuk lebih mengenalkan berbagai macam hal mengenai perpajakan kepada masyarakat. Sasaran dari penyuluhan yang ada di unit kerja KP2KP utamanya meliputi : Calon Wajib Pajak, Wajib Pajak Baru, dan Wajib Pajak Terdaftar.

Dalam melaksanakan penyuluhan kepada masing-masing jenis sasaran tersebut tentunya dilakukan dengan strategi yang berbeda. Misalnya saat melakukan penyuluhan ke Calon Wajib Pajak, biasanya sasaran dari penyuluhan ini adalah para mahasiswa dan siswa sekolah menengah atas atau sederajat. Materi yang diberikan menggunakan bahasa yang mudah diterima oleh peserta penyuluhan. Pemberian motivasi juga diberikan kepada peserta penyuluhan ini yaitu dengan menekankan bahwa mereka adalah calon penerus penggerak roda penyelenggaraan negara ini. Diharapkan dengan strategi ini akan lebih menambah semangat belajar yang pada akhirnya akan menghasilkan pribadi tangguh untuk Indonesia.

Untuk penyuluhan terhadap Wajib Pajak Baru, inovasi yang dilakukan KP2KP Bintuhan adalah dengan melakukan penyuluhan setelah Surat Keterangan Terdaftar (SKT) diberikan. Jadi, pada periode tertentu akan dilaksanakan penyuluhan terhadap Wajib Pajak Baru di KP2KP Bintuhan. Ruangan yang terbatas tidak membuat kegiatan penyuluhan di kantor terhambat. Meskipun hanya lima hingga sepuluh Wajib Pajak yang datang, fungsi penyuluhan tetap berjalan sesuai dengan rencana penyuluhan KP2KP Bintuhan.

Inovasi penyuluhan dengan sasaran Wajib Pajak Terdaftar memiliki trik tersendiri. Sasaran penyuluhan ini adalah bendaharawan instansi pemerintah di wilayah Kabupaten Kaur,  Wajib Pajak Badan maupun Wajib Pajak Orang Pribadi yang telah terdaftar di KP2KP Bintuhan. Untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan, KP2KP Bintuhan selalu bekerja sama dengan instansi terkait penyelenggaraan acara penyuluhan. Hal ini terbukti jitu untuk mendatangkan peserta. Setiap pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang diadakan KP2KP Bintuhan, presentase kehadiran peserta yang diundang selalu mencapai minimal 75% dari keseluruhan undangan yang dikeluarkan. Suatu hal yang sulit dicapai apabila kegiatan sosialisasi menggunakan undangan langsung dari kantor pajak.

Dengan menggandeng instansi terkait, membuat instansi tersebut merasa ikut bertanggung jawab atas terselenggaranya acara penyuluhan. Ini membuktikan bahwa antar instansi pemerintah bisa menciptakan sinergi satu sama lain. Sinergi yang menciptakan kepuasan masyarakat sebagai penerima jasa pelayanan pemerintah. Hingga pada akhirnya tercipta sebuah penyelenggaraan negara yang mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

(KP2KP Bintuhan)

Iseng-iseng posting hasil tulisan sendiri.. masih perlu banyak belajar lagi.. hehehe

[ us ] Sportive, Sportive, Sportive

Bagaimana kamu belajar berjiwa besar...
Kekalahan bukan sesuatu yang memalukan, kemenangan bukan menjadi tempat kebanggaan.
Kalah bukan masalah, masalah kalau memang waktunya kalah?.

Apa yang harus dibanggakan dari manusia. Sungguh sebuah ironi semu. Terperdaya oleh dunia.
Harta dan tahta.. ahh.. masihkah kita perlu memperjuangkan itu?
Semua akan kembali kepadaNya. Pemilik semua ini.
Yang tersisa hanya tulang belulang yang bercampur tanah.

Bagaimana kamu belajar berjiwa besar...
Kelemahan bukan suatu candaan, kelebihan hanya melenakan.
Tawa menjadi duka, duka menjadi bahagia.


“Kalau cuma mengejar dunia, maka hanya dunia yang diraih. Beda dengan mengejar akhirat, Insya Alloh dunia juga akan ikut”

ya.. kamu...

Verses of Dream

Ibarat kamu berada dalam alam tidur dan sesaat sebuah hembusan damai mimpi menyelinap dalam lelapnya tidurmu.

Ingin bersamamu menari, bernyanyi lagu damai mimpi, tersenyum nuranimu harum nafasmu mewangi hiasi mimpimu
Di lubuk hatimu ragaku terpaku taburi benih cinta, hanya waktu bisikkan aku bawa serta ku bermimpi...
Namun, begitu terbangun... Banyak hal yang harus kamu hadapi. Jangan sekali-kali mencoba untuk lari menghindar.  Hadapilah. Itulah takdirmu.
Dan kamu akan sadar semuanya tidak seindah dalam mimpimu.
Kadang kamu tidak akan mengerti. Belajarlah untuk dapat memahami proses demi proses. Sibaklah satu per satu rahasia yang telah digariskanNya. Nikmati. Resapi. Syukuri.

Saatnya ku ada dalam mimpimu kusadari itu
Terindah darimu yang pernah kurasakan, kini jendela hatimu terbuka hembuskan aroma
Harum wangi nafasmu menyentuh jiwaku... Selamanya...

Hei kamu, bolehkah aku merasakan indahmu, duhai damai mimpi...



Keep Strong, lads



Semua terlihat begitu indah. Pantai dengan deburan ombak yang cukup besar. Nyiur yang berada di tepian menambah syahdu suasana. Belum lagi hamparan hutan dan kebun sepanjang kiri kanan perjalanan. Dan perjuangan itu pun dimulai...

Perantauan yang sebenarnya dimulai di sini, di titik ini. Kutinggalkan kota kelahiran tercinta dengan hati yang agak berat. Aku yang terbiasa berada di rumah dan berkumpul dengan keluarga sekarang harus melanglang buana lagi menjemput rizkiNya di tanah orang. Alhamdulillah, hanya rumah yang bisa nggondeli aku. Tidak ada hal lain yang membuatku berat. Terbukti bahwa salah satu dari sekian keputusanku beberapa bulan lalu masih menampakkan hasilnya.

Hamparan hijau terlihat jelas dari dalam pesawat yang aku tumpangi. Pemandangan luar biasa terpampang jelas di depan mata. Tidak sedikit pun terpikir bahwa suatu saat aku akan berada di tengah-tengah hijau itu. Welcome Bengkulu...

Bengkulu, sebuah kota dan juga merupakan nama provinsi yang ada di wilayah NKRI. Kota yang damai dengan orang-orang yang ramah. Pesisir pantai yang membujur dari selatan hingga utara menambah kelembutan pesona kota ini.

Semua harus diperjuangkan dan disyukuri.
Semua adalah keputusanNya yang terbaik.
Karena aku ada di sini bukan untuk jadi pecundang.
Hey langit Bengkulu, be nice please...


Laga Liga Kita (part two)


M a t c h d a y 5 (Rabu, 26 Mar 2014)
Pekan inilah yang menganggu harmoni yang ada dalam benak khayalan. Dan kami harus melawan tim kuat, tim favorit juara yaitu Selatan. Sungguh aku respek terhadap tim ini. Sebelum kompetisi ini kami pernah melakukan pertandingan persahabatan dan hasilnya kami kalah. Meskipun waktu itu kami berdalih bahwa nafas mereka adalah nafas muda. Haha. Di tim inilah juga terdapat kawan satu kosan, satu kamar malah. Teman berbagi kasur.. haha. Dialah sang kapten Izhar Riri. Tegang-tegang santai sih.

Seperti biasa, setelah peluit tanda pertandingan mulai dibunyikan tensi pertandingan agak lambat. Namun, lama-kelamaan mulai meningkat. dan seperti biasanya, Izhar berada di belakang. Inilah yang sudah aku hafal, dan itu artinya kami harus berduel. Tercatat dalam ingatanku, 3x kami berbenturan. Haha. Sakit juga. Tapi nggak apa-apa, mungkin karena faktor teman sekamar jadi have fun aja, malah suporter di luar yang mulai panas.

Saling mengejar selalu terjadi di setiap waktu yang bergulir. Sungguh pertandingan yang sangat seru. Hanya secara pribadi, aku agak kecewa dengan wasit. Tapi nggak apa-apa sih. Di pertandingan ini pun akhirnya kami menelan kekalahan pertama dengan skor... lupa. Hahaha. Semoga kekalahan ini menjadi cambuk bagi kami untuk lebih kompak ke depannya.

Oh iya. Di pertandingan ini, aku sempat melakukan hal bodoh. Haha. Aku menangkis bola dengan tangan. Kayak pemain voli. Dan itu aku lakukan persis di depan kotak pinalti pertahanan kami. Entah apa yang ada di benakku waktu itu-,-“. Walhasil, kartu kuning pun keluar dari saku wasit. Dengan keluarnya kartu kuning ini, aku harus berhati-hati supaya tidak dapat kartu kuning lagi agar tidak absen dalam pertandingan terakhir.

M a t c h d a y 6 (Rabu, 05 Mar 2014)
Kekalahan di minggu lalu benar-benar menjadi pelajaran bagi tim Tengah 1. Kami harus bangkit dan lebih semangat lagi menghadapi 2 lawan terakhir kami. Dan yang pertama menjadi lawan kami adalah Kanwil. Tanpa mengurangi rasa hormat, Kanwil merupakan tim yang ternyata cukup menjadi bulan-bulanan lawan. Itu bisa dimaklumi karena tim mereka merupakan tim minimalis dengan personel yang sangat terbatas. Namun, hal tersebut tidak membuat kami meremehkan mereka. Kami tetap bermain dengan sepenuh hati.

Kami mengambil inisiatif serangan sejak peluit ditiup oleh wasit. Pertandingan berjalan lambat. Hal ini membuat kami justru lebih leluasa untuk memainkan bola dan menyusun serangan. Tempo pun berjalan enak, kadang kami langsung melepaskan umpan yang tajam ke daerah lawan. Terkadang juga kami melakukan umpan satu-dua. Gol demi gol pun mengalir sepanjang laga.

Aku mencoba untuk tetap tenang sepanjang pertandingan dan tak terpancing emosi. Alhamdulillah tidak ada insiden yang berarti, karena memang tempo berjalan sangat santai. Tensi tinggi tidak muncul dalam pertandingan.

Pada akhirnya pertandingan dimenangkan oleh kami dengan skor 8-3. Aku menyumbang 4 gol, alhamdulillah. Sebuah prestasi yang jarang-jarang seperti ini. Dari 4 gol itu, 2 gol aku cetak lewat kepala. Dan ini juga sebuah prestasi yang jarang-jarang. Hehe.

M a t c h d a y 7 (Rabu, 12 Mar 2014)
Pekan terakhir, tepatnya di hari Rabu minggu ke-7 semenjak pekan pertama liga OJT bergulir. Tanpa diduga dan tanpa terkira, tim kami masih berpeluang meraih capolista klasemen. Dan yang lebih ketatnya lagi, ada 3 tim lain yang juga berpeluang menjadi juara. Mereka adalah Tengah Dua, Timur, dan Selatan.

Lagi-lagi sebuah drama harus terjadi dalam liga OJT ini. Ke-4 tim ini (termasuk kami) harus saling bertemu. Pertandingan pertama antara Timur vs Selatan dan selanjutnya tim kami, Tengah Satu vs Tengah Dua. Pertemuan yang bisa disebut sebuah derby yang ketat. Semuanya berpeluang menjadi juara, karena peraturan peringkat menggunakan sistem head to head. Berikut skenarionya:

Selatan juara jika : menang lawan Timur dan Tengah Dua kalah

Timur juara jika : menang lawan Selatan dan Tengah Satu kalah

Tengah Dua juara jika : menang lawan Tengah Satu dan Timur kalah

Tengah Satu juara jika : menang lawan Tengah Dua dan Selatan kalah

Karena, wasit sudah ditentukan sejak awal dimulainya liga OJT, lagi-lagi secara kebetulan perwakilan Tengah Satu mendapat kehormatan untuk memimpin pertandingan antara Timur vs Selatan. Sempat ada diskusi dalam “grup perwakilan liga” karena kemungkinan adanya main mata. Namun, panitia tetap pada keputusannya karena mereka yakin tidak akan terjadi main mata. Begitu pun dengan kami, Tengah Satu. Timur vs Selatan harus kami kawal dengan baik, walaupun di sisi lain kami mengharap Selatan takluk oleh Timur. Hal ini supaya peluang kami mengangkat trophy tetap hidup.

Pertandingan Timur vs Selatan pun dimulai. Nampak suporter yang terlihat segar saling beradu semangat dalam mendukung tim masing-masing. Tensi pertandingan dimulai cukup datar. Aku dan Qisthon tetap menunjukkan integritas tinggi memimpin pertandingan. Gol-demi gol pun mengalir dari kedua belah. Kiper dari Timur terlihat cukup tangguh menghalau serangan yang dibangun Izhar dkk. Sebaliknya tim Timur seringkali melakukan serangan counter yang cukup efektif. Hingga akhirnya Timur berhasil menghempaskan Selatan dengan margin yang cukup lumayan. Dan ini berarti peluang juara kami masih ada.

Sekarang peluang juara mengerucut pada tim Timur dan kami. Tengah Dua sudah tidak mungkin menjadi juara karena meskipun mereka mengalahkan kami, mereka tetap kalah Head to Head dengan Timur. Itu artinya dalam laga derby Tengah Satu vs Tengah Dua, peluang kami ada dua, juara atau tidak sama sekali.

Segera setelah menyudahi memimpin pertandingan Timur vs Selatan. Aku dan Qisthon segera bergabung dengan tim kami untuk pemanasan dan briefing dengan manager-player yaitu Faris AH. Dukungan suporter dalam pertandingan yang ibarat final ini sangat banyak. Tim OJT kami lengkap berjumlah 20 orang hadir, belum lagi adanya pegawai yang merupakan sahabat OJT. Haha. Amunisi sudah siap dengan sokongan material yang dikonversi menjadi agar-agar, puding, minuman, dan sumbangan donat. Hal ini masih ditambah dengan dukungan dari teman-teman kantor pajak lain. Sungguh sebuah motivasi yang berlipat-lipat. Sempat kulirik trophy yang berada di dekat lapangan itu. Dan sempat berandai-andai. Ah tapi sudahlah, yang penting berjuang dulu. Hehe. Berikan yang terbaik dan yang di atas lah yang akan menentukan hasilnya.

Kapten tim diamanahkan kepadaku. Setelah dilakukan undian, ternyata Tengah Dua mendapat keuntungan untuk melakukan free kick. Tanpa diduga, sepakan pertama mereka membentur pagar hidup kami dan masuk ke sudut gawang. Gol. Sungguh sebuah gol cepat dan hal ini membuat suporter kami terdiam.

Pertandingan dimulai kembali. Alhamdulillah, kami tidak panik. Kami mencoba sabar dengan membongkar pertahanan lawan dengan perlahan. Dan hal ini yang tidak terlihat di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Hehe. Berkat usaha keras teman-teman, akhirnya gol untuk kami tercipta. Kedudukan menjadi sama kuat 1-1.

Terjadi sebuah insiden kecil dimana, pemain lawan menabrak kiper kami. Meskipun kiper kami tidak apa-apa, Qisthon segera menghadang pemain lawan tersebut dan terjadi adu mulut. Suasana sempat tegang, bahkan aku sempat melihat ada sandal masuk di lapangan. Sesaat kemudian tensi mereda setelah wasit mendamaikan keduanya.

Berkat insiden tersebut, entah kenapa permainan lawan menjadi agak goyah. Permainan mereka pun tidak dapat berkembang. Gol bagi kami tercipta lagi, jadilah kami unggul dengan skor 2-1. Merasa di atas angin, kami pun memainkan mental dan waktu. Dengan napas yang terbatas, kami mencoba mengulur-ulur waktu. Tensi panas tersaji sepanjang babak ini. Hingga akhirnya di akhir babak pertama kami berhasil memimpin dengan skor 3-1.

Jeda babak pertama, kami gunakan untuk istirahat dan mendengar pengarahan dari pak bos manager. Tetap fokus karena pertandingan belum selesai. Tinggal satu babak lagi.
Babak kedua dimulai, kami tetap fokus untuk mempertahankan keunggulan skor. Tensi tidak menurun di babak kedua ini, lawan tetap fokus dan penuh motivasi untuk membalikkan keadaan. Gol pun tercipta untuk lawan. Skor menjadi ketat 3-2. Beberapa pergantian dilakukan untuk menjaga ritme permainan.

Insiden kedua dalam pertandingan ini terjadi, aku mendapat kartu kuning. Haha. Saat lawan sudah meliuk-liuk melewati Faris dan Qisthon, aku melakukan “penyelamatan” dengan menghadangnya. Lawan pun terjatuh terguling-guling. Aku berusaha mendekati untuk berjabat tangan dan meminta maaf. Namun, pemain itu malah pergi. Mungkin terlanjur jengkel. Haha. Wasit menghadiahi aku kartu kuning. Ya sudahlah, saya terima hadiahnya. Huhu.

Permainan kemudian dilanjutkan dan tak diduga ternyata gol-gol kemudian mengalir, Gin mencetak 3 gol dan alhamdulillah aku berhasil memborong 4 gol. Peluit pun ditiup. Subhanallah. Akhirnya kami menjadi juara. Segera setelah bersalaman dengan pemain lawan. Kami bergabung dengan suporter untuk merayakan juara ini bersama. Saat kami keluar pun kami mendapat ucapan selamat dari teman-teman tim lain. Sungguh sebuah prestasi bagi kami.

Kami berpesta dengan sisa-sisa cemilan yang ada. karena malam semakin larut, kami minta izin pada panitia untuk meminjam lapangan dan berfoto ria di sana. Panitia pun mengizinkan. Alhamdulillah.

Tengah Satu. bukan hanya sekedar sebuah tim, tetapi sebuah keluarga. Terima kasih kepada semua squad, suporter, penyandang dana, panitia, tim-tim yang berpartisipasi. Dan ini selalu akan menjadi sebuah cerita kita bersama :)




Gallery Photo :





Laga Liga Kita (part one)

P e r k e n a l a n . . . . . .
Liga OJT, sebuah kompetisi yang khusus diadakan untuk mempererat jalinan silaturahim di antara OJT- ers di lingkungan kantor pajak se-Semarang. Dipelopori oleh beberapa orang dari KPP Semarang Barat dan KPP Semarang Selatan.
Note: untuk seterusnya dalam penyebutan nama kantor hanya akan disebutkan nama arah mata anginnya. Misal, KPP Semarang Tengah Satu akan ditulis “Tengah I”, KPP Semarang Timur akan ditulis “Timur”. Hal ini sudah menjadi sebuah kebiasaan umum di lingkungan internal kami.

Liga ini beranggotakan semua KPP yang ada di Kota Semarang minus KPP Candisari. Entah hal ihwal apa yang menyebabkan mereka tidak turut hadir. Liga ini berformatkan setengah kompetisi di mana ada 8 kantor yang berpartisipasi, yaitu : Tengah I (kantor tempatku magang), Tengah II, Gayamsari, Madya, Barat, Selatan, Timur, dan Kanwil. Liga ini menggunakan aturan sama seperti futsal pada umumnya. Yang membedakan mungkin hanya 1 pertandingan terdiri dari 2 babak, di mana tiap babak dilangsungkan selama 17-20 menit. Setiap matchday akan ada 4 pertandingan. Pertandingan ini dilakukan seminggu sekali di hari Rabu.

Satu tim tiap kantor beranggotakan para OJT-ers dan boleh membawa pegawai asli sebanyak 2 orang. Dan ternyata peserta boleh ditambah setelah kantor “kedatangan” pegawai magang hasil penerimaan umum kemarin. Kekuatan yang cukup merata di antara kantor menyebabkan persaingan menjadi lumayan sengit.

Kami (Tengah I) tetap pede dan yakin pada skuad kami. Karena jumlah anggota tim sudah cukup 11 orang. Namun, di tengah jalan akhirnya kami menambah kuota dengan memasukkan 2 orang dari pegawai magang penerimaan umum dan 2 pegawai asli. Dan ini semakin menambah solid kekuatan kami.

Berikut adalah kronologi dan evaluasi hasil-hasil pertandingan kantor kami, yaitu 512 tercinta:

M a t c h d a y 1 (Rabu, 29 Jan 2014)
Pertandingan kami yang pertama seharusnya melawan Gayamsari. Namun, Gayamsari berhalangan hadir dan jadwal pun ditukar. Dan lawan kami yang baru adalah 512 vs Timur. Tempat di mana aku PKL dulu. Seperti biasa, aku terkena sindrom “pertama”. Cukup deg-degan juga dan sempet bikin eneg di perut. Haha. Pertandingan cukup alot. Ternyata di Timur ada kawan yang bermain sangat ngotot dan bagus. Emosi pun mulai meninggi tetapi masih dalam batas. Saat itu kami sempat unggul dan sempat pula terkejar. Alhamdulillah pertandingan ini dimenangkan kami dengan skor 6-3 dan dari 6 angka itu aku menyumbangkan 3 gol. Alhamdulillah.

M a t c h d a y 2 (Rabu, 05 Feb 2014)
Seminggu kemudian, pertandingan kedua pun digelar. Lawan kami berikutnya adalah Madya. Pertandingan ini ibarat derby karena Tengah I dan Madya berada dalam satu gedung. Tidak ada perasaan canggung, karena sudah mulai terbiasa. Pertandingan pun dimulai. Irama permainan kami sudah mulai terbentuk. Hingga kami sempat unggul 5-0. Tensi pun agak dikendurkan dan kami pun menerapkan kebijakan rotasi supaya semuanya merasakan atmosfer pertandingan. Tanpa terduga kami pun lengah dan sempat terkejar hingga Madya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 5 sama kuat. Dengan sedikit motivasi, semangat kami pun terbakar #halah sehingga alhamdulillah kami bisa menjauh dan skor akhir pun menjadi 9-5 untuk kemenangan kami. Di pertandingan ini, aku berhasil menyumbangkan 2 gol. Hehe. Siip.

M a t c h d a y 3 (Rabu, 12 Feb 2014)
Waktu satu minggu terasa cepat, tahu-tahu sudah hari Rabu lagi. Dan pada Rabu ini, kantor kami berhadapan dengan Barat. Di Barat, banyak kawan yang aku kenal. Jadi sama-sama tahulah bagaimana peta kekuatan masing-masing.
Pertandingan berlangsung sengit. Kami sempat unggul, tetapi lagi dan lagi akhirnya berhasil terkejar. Kami mulai kehilangan fokus. Dan di saat itulah, fokus saya hilang dan hanya emosi yang muncul. Bahkan kawan karib saya gasak sendiri. Darah muda saat itu bergejolak karena sifat yang tidak mau kalah. Sungguh sebuah penyesalan yang muncul setelah pertandingan berakhir. Di pertandingan ini akhirnya kami menang tipis 8-7. Dan secara tidak sengaja, gol penentu adalah gol ketiga dari saya. Yap, meskipun kemenangan berada di pihak kami. Rasanya sungguh beda.

M a t c h d a y 4 (Rabu, 19 Feb 2014)
Hari sudah mulai menginjak Rabu lagi, itu artinya kami harus berjuang lagi dan kali ini memasuki pekan ke-4. Sudah separuh perjalanan kami lalui. Rekor pun masih bersih dengan 3 kemenangan. Pertandingan ke-4 yang menjadi lawan kami adalah Gayamsari. Kantornya berada satu gedung dengan kami. Bisa dikatakan ini adalah derby yang kedua, setelah kami pada pekan ke-2 bertemu Madya.
Penyesalan akan kejadian pada pekan ke-3 masih membekas dalam benakku. Dan pada pertandingan tersebut aku memutuskan untuk mengambil ban kapten. Bukan apa-apa, dengan memikul sebuah tanggung jawab itu diharapkan aku tidak lagi meledak-meledak. Lebih mampu mengontrol emosi. Di sisi lain, aku juga khawatir karena track record di mana ketika aku menjadi kapten maka biasanya berujung dengan kekalahan. Tetapi bismillah, aku ambil resiko itu.

Duel panas sudah terjadi sejak menit pertama bola bergulir. Kali ini aku berada di posisi di belakang, sebuah posisi yang kurang biasa ak tempati. Qisthon berada di barisan penggempur. Sempat agak linglung juga bermain di belakang. Pertandingan memanas dan kami pun saling mengejar skor.

Entah kenapa di pertandingan ini aku merasa kaki terasa sangat lemas. Entah karena masih terbawa oleh penyesalan pertandingan kemarin atau karena terlalu berhati-hati. Hal ini dimanfaatkan oleh lawan kami yang bermain semakin agresif. Dan penyakit itu kumat. Antara emosi hampir kalah dan akting, secara tak terduga saya mendorong pemain lawan. Dan sempat terjadi adu mulut. Hal ini aku lakukan supaya konsentrasi mereka bubar. Dan benar saja, lawan bermain semakin tidak menentu.

Hingga skor akhir menjadi  8-7 untuk kemenangan kami. Dan untuk pertama kalinya rekor itu pecah. Aku menang dan menjadi kapten. Alhamdulillah. Di sisi lain, ini juga rekor di mana aku gagal untuk menjaringkan bola ke gawang lawan. Tapi nggak apa-apa, yang penting tim Tengah Satu berhasil mengamankan 3 angka.


Bersambung di kesempatan selanjutnya...

[me] tagar rileks



Mainan ginian, melatih kesabaran, kecermatan, ketahanan, serta yang tidak kalah penting kemujuran...
jarang-jarang bisa menang pake mode expert... #senggang