Sedikit cerita tentang sesosok yang mampu memberi inspirasi yang terkadang aku sendiri tidak menyadarinya bahwa memang dia lah yang selalu memberi cahaya dalam kelamnya kehidupanku. Sesosok yang mampu mengubah arah hidup..sesosok yang mampu selalu memberi dorongan.. dialah yang sangat aku sayangi..IBU
![]() |
bapak sama ibu waktu naik haji,,haha |
Seorang yang kadang dipanggil Mom, mama, bunda, mami, bundo, mother, tapi sejak kecil hingga sekarang aku lebih senang memanggilnya ibu (baca: ibuk).
Hari ini memang bukan hari ibu, tapi entah mengapa di bulan ramadhan ini aku jadi keingat dengan ibu. Keinget saat buka puasa bersama, yap,, sudah tiga tahun ini aku nggak bisa full puasa di rumah. Ini juga demi karirku yang memang menjadi cita-cita beliau.
Semula aku hanya ingin sekolah yang memang menjadi minat aku, sekolah di dunia perikanan atau di dunia matematika. Sebelum di STAN ini, kebetulan juga aku diterima di masing-masing jurusan tersebut. Tetapi, ibu berkeinginan lain,, ibu selalu menekankan aku untuk masuk ke STAN, sebuah sekolah yang agak asing bagiku. Tekad ibu yang kuat menular kepadaku.
Aku tidak pernah berpikir mengorbankan pilihanku itu, aku hanya ingin membuat ibu bahagia. Dan berkat doa beliaulah aku berhasil masuk di sekolah ini, sekolah tercinta ini. Hingga aku akhirnya sejenak melupakan cita-cita masa kecilku itu. Sekolah di sini juga tidak jauh dari matematika. Masih bertemu dengan angka-angka. Seenggaknya tidak ada lagi geometri, integral, derivatif, dkk (mata kuliah yang diambil oleh seorang sahabat, di mana saat dia menjelaskan dan aku cuma bisa melongo dan komen “iki opo to?”)
Berkat beliau, teriring selalu lantunan doa di setiap doanya, di setiap malam beliau terbangun untuk bertemu dengan pencipta-Nya.
Aku jadi teringat saat beliau memberi 3 pesan, di mana pesan itu selalu terngiang di kepala. Pesan yang beliau selalu tekankan hingga beliau menggenggam erat dan memandang mataku. Sungguh banyak pesan beliau yang aku hanya anggap sebagai angin lalu. Semacam masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.
3 pesan ini beliau berikan saat aku pulang untuk hadir dalam acara akad nikah mbak ku. Beliau terlihat bahagia dan akhirnya juga berpesan kepadaku, pesan yang singkat, pesan kepada anak bontotnya yang sering nakal ini. Pesan-pesan beliau adalah:
1. PERBANYAK SHOLAT SUNNAH
Pesan ini mungkin sudah ribuan dikatakan beliau kepadaku. Hanya saja, aku yang kadang bandel, dan sering mengabaikan pesan beliau ini. Dalam Islam sungguh banyak ibadah, selain ibadah wajib yang memang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Ibu itu model yang “talk more, do more” ketika beliau sudah capek dengan “talk” nya, beliau akan selalu memberi teladan yang membuat trenyuh. Perjuangan ibu dari kecil hingga menjadi seorang super ibu bagi aku. Terima kasih ibu.
Mencontoh beliau memang sulit, tetapi semuanya tidak ada yang tidak mungkin. Dengan kesibukan pekerjaan yang memang tidak ada habisnya, beliau mampu melaksanakan sholat-sholat sunnah. Diantaranya sholat dhuhur (kadang lama banget karena dilanjutkan dengan ngaji), belum lagi sholat malam yang jarang sekali ditinggalkan (bangun jam 3 pagi). Terkadang dulu aku dibangunin dengan memercikkan air ke muka.haha. sekarang juga untuk bangun dini hari terkadang susah, karena memang biasa tidur larut.
Aku akan mencoba melaksanakan ini, buk.. bismillah, doamu menyertaiku..
2. BELAJAR YANG RAJIN
Ini juga merupakan pesan yang aku sendiri sangat menyesali karena tingkat kegagalanku sangat besar di sini!! Pelajaran di sini bukan berarti pelajaran secara umum, misalnya mengenai kehidupan. Belajar di sini adalah belajar secara akademik. Jujur, sebenernya IP yang aku dapat selama di STAN ini bukan IP yang bisa aku peroleh secara maksimal. Bukan bermaksud sombong, tapi aku tahu kapasitas belajarku sampai mana, dan hasil ini jika dibandingkan dengan teman-teman lain sangat jauh ketinggalan. Aku terima jika memang mereka memiliki nilai bagus karena memang usaha belajar mereka yang sangat gigih.
Sempat aku memiliki pendorong semangat dalam belajar pada sesosok yang dinamakan pacar. Namun, juga aku tidak harus bergantung kepadanya. Kita sama-sama belajar. dan seengaknya aku bangga karena dia sekarang sudah jauh melebihi aku (atau bahkan dari awal memang sudah melebihi aku :). Hehe
Maafkan aku buk,, selama ini aku nggak belajar dengan bener. Semoga di jenjang pendidikan selanjutnya aku dapat membuatmu lebih bangga dari sekarang. Amiin
3. OLAHRAGA YANG RAJIN
Dan inilah pesan terakhir yang aku terima. Pesan dari seorang ibu yang melihat anaknya tumbuh semakin ke samping. Haha. Aku akui tubuh ini semakin melar. Apalagi dengan aku yang terlena selama beberapa tahun belakangan.
Sempat bobot ini mencapai 71 kg dan ibu akan membawaku ke dokter gizi. Oh Tuhan, sebegitu bulatkah aku. Hingga akhirnya aku melaksanakan pesan ibuk ini. Mulai dari membatasi makan dan melakukan olahraga yang intens. Selama beberapa bulan ini, semua urusan perut harus bisa kutahan. Dan hasilnya adalah bobotku bisa turun ke 67 kg. Alhamdulillah.
Banyak yang bilang aku jadi tambah kurus gara-gara sudah tidak punya pacar lagi. Kalau ditanya seperti itu juga kadang aku asal njawab, misalnya:
Teman = “Wisnu sekarang kurusan ya?”
Aku = “Lha aku sekarang sudah nggak ada yang ngurus lagi, jadi ya kayak gini”
Jawaban seperti itu adalah jawaban yang asal,, haha,, tetapi juga sedikit banyak hal itu berpengaruh.. #loh
Aku puas bisa berada di level ini, tetapi aku harus berusaha lebih giat lagi untuk tidak hanya sekedar mengurangi berat badan, tetapi juga membuat tubuh menjadi lebih bugar dan terlihat lebih fresh..
rasakan bedanya,, hehe.. maybe this is the last my appearance to wear it..:) but believe me, that's very memorable for me, my heart :3 #cieeee
di masa depan, semua pesan dari orang-orang tersayang akan selalu aku jalankan dengan baik dan sesuai dengan yang digariskan olehNya..:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar