Satu Dekade Kebersamaan


Entah sudah berapa kali saya bahas tentang sepak bola. Sudah jadi kegemaran tersendiri sejak tahun 2000an. Biarpun gagal jadi pesepakbola profesional, setidaknya ada sedikit semangat yang bisa membuat keringat mengucur dari badan.

Kali ini, akan saya singgung sedikit mengenai pemilihan nomor 85. Mungkin di beberapa kesempatan saya pernah membahas mengapa saya (hampir) selalu memakai nomor ini. Yang pertama dan utama, karena nomor ini mirip dengan inisial nama Bapak. B Sumantri. Bapak ini sosok yang sabar dulu menunggu saya latihan, habis dari pulang kantor langsung ke rumah terus mengajak ke lapangan.
Beliau dengan sabar menunggu hingga selesai latihan. Meskipun pada akhirnya saya hanya betah 3 bulan berlatih. Setidaknya saya jadi sedikit mengerti pola-pola latihan yang benar. Hehe.

Alasan yang kedua, karena nomor 85 ini dipakai oleh pemain favorit saya di Lazio. Di tahun 2005, dia adalah pemain muda terbaik seri B sebelum diboyong ke Lazio. Pemain itu bernama Valon Behrami. Dengan rambut pirang dan skillnya, pemuda berkebangsaan Swiss ini memberi tenaga di lini tengah Lazio. Meskipun saat itu (hingga kini) prestasi tim Biru Langit seperti yoyo yang naik turun di tiap musimnya, saya begitu cinta pada klub ini. tidak banyak yang suka pada tim ecek-ecek. Entah, yang terekam di kepala saya waktu itu adalah sebuah tim dengan warna jersey yang damai dan permainan yang bagus.

Saya baru menyadari di ujung karir nomor 85 ternyata ada inisial lagi yang bisa dicocokkan. Inisial nama papi mami saya ternyata juga bisa. Hahaha. Mami S Aisiyah.

Selalu ada semangat tersendiri memilih dengan hati. Mungkin itu yang dirasakan Gabriel “Batigol” Batistuta. Legenda klub sebelah. Saat dia ditransfer ke klub sebelah, dia ingin memakai nomor 9. Berhubung nomor 9 sudah dipakai Vincenzo Montella, akhirnya dia memakai jersey nomor 18, yang apabila dijumlahkan menjadi 9.

Jadi, lengkap sudah sejak tahun 2005, awal saya memiliki sebuah jersey hingga terakhir di tahun 2015 ini, saya setia dengan nomor tersebut. Dan kini saatnya saya menggantung jersey tersebut beserta kenangan-kenangannya....

Tahun 2005 akhir, Namanya masih alay khas tahun segituan. Nggak dapet juara di tahun itu, tetapi beberapa tahun kemudian bisa angkat piala pake jersey ini.


 Langsung skip ke tahun 2010, sempat memakai nomer 90. Akhirnya kembali lagi ke cinta lama. Sama, nggak dapet gelar di tahun itu, tetapi setahun kemudian angkat piala doong, bikin gol pulak.


Akhirnya langsung ke tahun 2015. Dipertemukan dengan kawan-kawan baru di kelas L. 3x main cuma dapet peringkat 4. Dapat bye di fase awal. Match 1 menghasilkan gol tunggal kemenangan. Match 2 kalah di semifinal. Match 3 kalah di perebutan tempat ketiga.


 Bahkan saya sempat hijrah ke Barcelona :p. Sayangnya, saya tidak sempat dimainkan oleh Barcelona. Gagal deh satu tim dengan La Pulga. Hahaha







Tidak ada komentar: