Hikayat Si Putih

Sebut saja Putih. Dia berpisah dari keluarganya yang berada jauh di kaki gunung. Bukan hanya dia saja, semua keluarga dan temannya pasti suatu saat akan mengalami yang hal yang sama. Merah, Merah Muda, Kuning, dan masih banyak lagi teman si Putih.

Entah ikhlas maupun tidak, terpaksa maupun tidak, itu sudah menjadi takdir mereka untuk pergi. Merantau ke kota-kota, bertahan hidup beberapa hari hingga akhirnya mati. Kematian mereka akan selalu dikenang sebagai kematian yang terhormat bak pahlawan.

Bagaimana tidak? Mereka mengeluarkan semua upaya untuk dapat memberi sebuah sinyum simpul kepada mereka yang memilikinya. Hanya dengan bantuan air, mereka berjuang untuk menularkan semangat yang tumbuh. Meskipun akhirnya harus gugur. Gugur yang (tanpa) meninggalkan bekas.

*****
Mungkin pagi itu sudah menjadi takdir pertemuanku dengan si Putih. Setelah beberapa lama berpikir, aku pun memilihnya. Putih identik dengan bersih dan suci. Dan itu selalu tertanam di kepalaku. Yang aku punya untukmu harus sesuatu yang putih dan bersih. Aku yakini itu semua. Bismillah. Selalu jaga putih itu hingga akhirnya nanti datang waktunya.

Beberapa jam kemudian, takdirmu untuk bertemu dengan si Putih. Yaah meskipun aku bukan seorang yang romantis, aku mencoba untuk ikhlas memberikannya dan membuat kondisi menjadi tidak sulit. Beberapa hari sebelum itu aku sudah bisa melihat tawamu dan senyummu kembali. Meskipun faktanya aku menempatkanmu pada posisi yang terjepit.  Kamu yang sabar yah. Aku sadar hari itu (harusnya) menjadi hari terakhir pertemuan kita sebelum kembali terpisah untuk beberapa bulan ke depan.

Aku titipkan semangatku kepada Putih yang mungkin hanya bisa bertahan paling lama 4 hari. Semoga semangatku benar-benar tertular dan senyummu selalu terkembang. Meskipun hidup tidak selalu senang, selalu ada yang bisa diambil dari rasa lelah dan sedih.
Aku berharap suatu saat akan menjadi si Putih. Memberimu semangat, bersamamu melewati sisa umur dan kemudian kembali kepadaNya.

*****
Saat ini, Putih sudah gugur dan semoga kamu sabar bisa menunggu kepulanganku selanjutnya. Aku akan terus menjaga apa yang sudah aku perjuangkan. Percaya kepada yang punya hidup semoga kita diberikan yang terbaik.
Aamiin.



Tidak ada komentar: