there's no more

A l a s a n
Bahkan sampai detik di mana aku mengetik ini, tidak ada lagi yang namanya menemukan sebuah alasan untuk lebih lama lagi di sini. No passion.

Selalu ada yang datang dan selalu ada yang pergi. Bersama semua duka dan tawa. Dan hingga terakhir tinggal aku “sendiri” di sini. Baru merasakan datang dan belum merasakan pergi. Ketika semuanya sudah mulai pergi satu demi satu, semuanya pun berubah satu demi satu, selangkah demi langkah.

Sepi rasanya di sini. Ibarat dua orang berjalan beriringan, tetapi jaraknya puluhan meter. Ibarat satu kepala memiliki dua keinginan, yang satu ingin ke kiri, yang satu ingin ke kanan. Begitu seterusnya.

Dan janji pun tinggal janji. Semua datang dan pergi membawa janji. Janji yang entah kapan ditepati. Atau mungkin janji itu cuma empati. Ironi.

Ini antara meninggalkan melawan ditinggalkan. Bener apa kata orang, lebih sakit berada di pihak yang ditinggalkan. Mungkin belum siap, mungkin belum rela, atau mungkin....

Tetapi, alasan meninggalkan adalah benar. Buat apa berlama-lama di tempat yang bahkan kita sendiri enggan. Toh, pada akhirnya kalau nggak ditinggalkan mungkin akan jadi yang meninggalkan. Dan pertarungan keduanya pun selalu berlanjut.

meninggalkan

atau

ditinggalkan...

dan ini adalah sebuah pilihan yang sulit. Ingin rasanya saya pergi dari tempat ini, dari posisi ini. Tapi, saya tidak tahu akan kemana, apakah nanti akan baik-baik saja saya meninggalkan tempat ini, apakah nanti di tempat baru nanti akan mendapatkan sesuai harapan kita. Ahh..
sudahlah...

saya laki-laki, bisa kalut bisa bingung. Tapi cukup sekali ini saya bingung dan setelah ini tidak ada yang perlu saya bingungkan lagi, karena...
masih tidak ada alasan bagi saya...

*otak saya akhir-akhir ini tidak sehat. Bahkan menyusun beberapa paragraf yang saling terkait saja susah. It’s not a good one.

Tidak ada komentar: