ilusi

mengapa saya harus mengkhawatirkan hari esok? bahkan di hari ini saja belum tentu saya bisa menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. Padahal satu tarikan nafas dan satu detakan jantung sungguh sangat berharga dalam perjalanan waktu.

Ingat, dulu saya pernah dalam kondisi seperti ini. Tahun pertama saya hampir bisa menjalaninya dengan baik. Hanya saja waktu itu saya lebih memilih untuk menjadi seorang average yang yaah.. pokoknya ikuti jalan saja.

Tapi kini, di posisi yang (hampir) baru tapi rasa lama, levelnya sungguh jauh berbeda. Akan ada banyak kepala manusia (?) yang bersliweran di benak saya. Akan ada banyak suara manusia (?) yang riwa-riwi di daun telinga saya. Akan ada banyak hati yang mungkin akan sakit dan luka apabila telinga ini terlalu banyak mendengar.

Bismillah...
Untuk segalanya yang semoga menjadi lebih baik.
karena, mungkin ini jalannya...

Tidak ada komentar: