“Aku
yakin koe iki sakjane iso, mung sing wingi koe rodo overconfident wae”
Sebuah kalimat yang terlontar,
ditujukan untuk memperbaiki diri ini yang hampir selalu mendewakan kejumawaan
semu. Padahal sungguh seandainya itu merupakan sebuah kelebihan, itulah
semata-mata anugrah dari yang maha kuasa. Dan aku tidak boleh melangkahi
kehendakNya.
Sayangnya, seringkali khayalan ini
selalu berusaha mengejar jarum jam yang sudah berdetak sesuai iramanya. Aku sering
berkhayal mengenai apa yang sesuatu itu bahkan belum aku jalani. Entah itu
berupa gambaran positif ataupun gambaran negatif. Hasilnya pun sudah tentu,
merusak mood dan konsentrasi masa sekarang.
Andai yang ada di benakku merupakan
sesuatu yang positif, tubuh ini akan bereaksi berlebihan. Seolah-olah apa yang
ada di benak itu pasti terjadi. Dan di akhir cerita, aku akan tersenyum lebar
penuh kemenangan. Menang terhadap apa? Entah. Hingga muncul suatu bentuk
overpede, anggap remeh, tidak serius, dll. Faktanya? Tidak sedikit aku harus
gigit jari di akhir cerita.
Sebaliknya, andai yang ada di benakku
adalah sesuatu yang negatif, seolah-olah semesta tidak merestui semuanya. Jadilah
tersisa sebuah badan yang nyaris tak memiliki arti hidup. Akan ada sesosok yang
super optimis...untuk gagal. Hingga akhirnya tidak akan muncul fighting spirit,
kelah sebelum bertanding. Kalah terhadap apa? Entah. Dan di ujung cerita akan
muncul pembelaan dan pemakluman atas kegagalan itu.
Tidak bisakah aku hidup normal?
Menjalani satu per satu cerita hidup,
tanpa harus melihat hidup yang lain, dan tidak perlu mengambil beberapa langkah
ke depan/
Apa yang terjadi ya itulah rejeki yang
ada... buat kita, buat detik waktu yang mengiringi langkah hidupku.
Masa beberapa waktu dari sekarang...
Aku pun masih berjalan dengan waktu
dan membiarkannya bergerak liar melebihi apa yang seharusnya ia tidak mampu melebihinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar