Kamu Ngapain Aja???


“Bagimu negeri, jiwa raga.. kaaamiiii”

Tepat dengan berakhirnya lagu Padamu Negeri itulah waktu menunjukkan pukul 15.30, semua pegawai sudah bersiap atau bahkan sudah mulai meninggalkan kantor. Begitulah rutinitas selama kurang lebih 9 bulan ini. 9 bulan waktu yang bisa dihitung lama untuk aku “berselingkuh”. Ya.. Mungkin ini memang semacam suratan jodoh yang bahkan esok hari entah apa yang akan kita temui.

Dimulai dari akhir November tahun kemarin hingga pekan pertama di bulan September ini. Selama itulah aku berpaling sejenak dari Kementerian Keuangan menuju ke  Kementerian Koperasi dan UKM RI tepatnya di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah (DKUPJT)

Tentunya banyak meninggalkan kesan, hingga sampai detik saat aku menuliskan ini. Kesan yang begitu berarti dalam liku kehidupan. Dimulai dari mengenal orang-orang satu ruangan, belajar memahami karakter masing-masing, merasakan bagaimana kehidupan kantor dengan segala rutinitasnya, dan yang terakhir bagaimana saling berinteraksi. Mungkin ini semacam jadi pemanasan menuju dunia kerja yang baru. Cinta lama di Kementerian Keuangan yang bersemi kembali.

Dengan adanya kepastian kami kembali ke pangkuan Menteri Keuangan, secara otomatis aku dan kedua kawanku melepas status kami di KKURPJT. Dan kami harus kembali disibukkan dengan urusan pemberkasan. Dan kami pun mundur dengan hormat. Secara gentle kami pamit kepada Kepala Seksi yang kebetulan berjumlah 2 di ruangan itu.

Tolong selalu support kami dalam segala hal, dan juga saling mendoakan supaya dalam pekerjaan diberi hati yang lapang. Pekerjaan yang susah apabila dikerjakan dengan ikhlas maka akan mencapai hasil yang maksimal.

Maaf jika selama waktu yang ada ini, kami membuat sesuatu yang kurang berkenan di hati Bapak dan Ibu. Entah itu tutur kata, sikap, dan perilaku kami selama di ruangan. Tentunya manusia tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Dan dengan adanya itu, kami bisa belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depan.

Terima kasih atas kasih sayang dan perhatian selama kami “menumpang” di ruang tersebut. Atas pengalaman baru yang kami peroleh. Atas segala fasilitas yang kami dapatkan.
Semua itu tentunya bisa menjadi sebuah cerita yang selalu melekat di hati.

Terima kasih,, matur nuwun,, DKUPJT

Terima kasih,, Bapak Kepala DKUPJT.. Bapak Jar, yang telah memberi tempat untuk kami mengisi waktu.

Terima kasih,, Bapak Kabid Pemberdayaan Koperasi.. Bapak BM

Terima kasih Bapak dan Ibu Seksi Koperasi Pertanian : Pak Pri, Pak Cah, Pak Alp, Pak Tam, Pak Jok, Pak Wal, Mas Ar, Bu Ind, Bu Ern.

Terima kasih Bapak dan Ibu di Seksi Koperasi Non Pertanian : Pak Hap, Bu Des, Pak Sla, Bu Ren, Bu Puj, Pak Sri, Pak Rud, Bu Dew, Bu Rah.

Terima kasih tentunya kepada eks rekan-rekan di Bidang Pemberdayaan Koperasi : Pak Anu, Pak Sug, Mas Ina, Bu Nur, Bu Ani, Pak Ded.

Terima kasih untuk semua staf dan anggota keluarga besar DKUPJT, yang mengenal atau bahkan yang belum mengenal kami.

Thank you for everything.
Salam hangat.. Mas Farhan.





“Setiap orang memiliki tugas masing-masing dalam rencana kehidupannya. Entah bagaimana dia menjadi apa. Tidak tertutup kemungkinan tugas itu gagal, tapi ternyata malah menyelesaikan tugasnya yang lain. Begitulah rencana Alloh, jalani dan syukuri. Bersabar dan bersandar kepadaNya. Maka alloh akan memberikan petunjuk di setiap jalan yang akan tertempuh.”

When I Getting Older





Suatu ketika saya pernah merenung, atau mungkin membuat suatu pertanyaan. Mungkin cuma saya sendiri yang bisa jawab pertanyaan ini. Pertanyaannya adalah apa sebenarnya cita-cita kamu (saya)? Sepele sih, tapi kalo misalnya dipikir berat bisa jadi berat beneran. Haha.

Oke.. langsung saja.. apa cita-citamu? Nah,, udah mentok sini.. mau jawab apa.

Cita-cita saya mau jadi orang berguna dan masuk surga.

......

Apa itu cita-cita? Saya sebenarnya juga kurang paham... kayaknya semua orang juga punya cita-cita kayak gitu. Semua keyakinan (religion) di dunia ini juga mengajarkan untuk mencapai surga, nirwana, firdaus, atau apalah. Tentunya dengan keyakinan masing-masing. Jangan disalahartikan ya,, bisa-bisa saya dianggap liberal. Ijtihad sendiri-,-

Oke.. kita tutup kasus di atas.

Jadi apa cita-citamu? (lagi)

Hmmmm.. *sruput kopi

Waktu masih duduk di sekolah dasar. Cita-cita saya adalah menjadi pemain bola dan insinyur perikanan. Anggap saja kondisi ceteris paribus, sehingga saya bisa mencapai cita-cita tersebut. Nggak kebayang pastinya punya gelar “Ir.”. haha. Atau cita-cita saya satunya, jadi pemain bola dengan gaji 3 M per pekan. Ceritanya dikontrak tim-tim Eropa dan jadi terkenal di seluruh dunia. Haha.

Eh sori malah ngelantur... haha.. dan lihatlah saya sekarang, gelar Ir? Gaji 3M per pekan? Hahaha. Lantas apakah saya perlu sedih? Perlu menghitung kerugian 3 M tersebut?

Sampai detik ini saya masih cengar-cengir nggak jelas...haha
Nggak ada beban, nggak ada pressure, semuanya masih misteri..
Lantas kemudian saya tercekat dan terkaget dari lamunan bahwa banyak hal dalam hidup ini yang sangat sangat perlu disyukuri. 

Pertama, sebenarnya orang tua lah yang sedikit banyak punya peran. Dalam hal ini, orang tua saya lah yang mengarahkan bagaimana anaknya mencapai cita-cita tersebut. Asal itu positif, pasti orang tua akan mendukung. Tinggal bagaimana kita menerima respon arahan tersebut. Ada yang ogah-ogahan, ada yang sekedar “iya”, ada yang pokoknya mau jadi ini jadi itu. Fine. Nggak masalah bagi saya.

Kedua, nggak ada gunanya menyesali sesuatu yang masih dalam bentuk angan-angan. Yang penting bagaimana selalu memotivasi diri untuk menggapai cita-cita tersebut. Menikmati tiap prosesnya adalah sebuah keberkahan sendiri dalam hidup. Mengeluh? Wajar... manusia. Tapi jangan terus mengeluh, putar arah energi “keluhan” menjadi sebuah semangat

Terakhir (cepet banget), jadilah diri sendiri. Nah, ini mungkin bisa dikatakan sebuah cita-cita yang abstrak, tetapi masih mending. Kebanyakan, orang lupa untuk menjadi diri sendiri. Meniru, mereplika, menduplikat, dll sudah menjadi ciri umum dalam masyarakat. Salah tiga tersebut sah-sah saja, asal jangan sama plek. Taruh kreativitas di dalam bumbu kehidupanmu dan rasakan bedanya.

Nah, dari apa yang saya kemukakan di atas bisa saya baca sendiri sebagai bukti bahwa saya pernah punya coretan mengenai cita-cita. Dan cita-cita saya kali ini adalah menjadi seorang auditor. Auditor yang tentunya memperhatikan orang tua, yang selalu termotivasi, yang selalu menjadi diri sendiri. Dedikasi saya sepenuhnya untuk merah putih. Semoga masing-masing dari kita dapat mencapai cita-cita sesuai keinginan. Selanjutnya? Who knows.. hehe

Oh ya,, yang terakhir,,
 
Saya pengen masuk surga.. hihihi

(Semoga mendapatkan penempatan yang terbaik.. aamiin)
Kamu...
Siapa Kamu?
terlalu maya untukku...

Entah bagaimana Kamu...
Entah mengapa Kamu...
Jadi?

(berusaha) menikmati hidup dengan benar dan tidak aneh - aneh.
Manusia dengan segala ke-relatif-an nya pasti punya ada kekurangan dan kelebihan.
Tinggal bagaimana cara memandang.
Memandang atau melihat atau mengintip atau malah...
Menutup mata.
Mengalahkan diri sendiri memang susah, meskipun pada akhirnya gagal
Apa salahnya dicoba...
Ketika tidak pernah berhenti mencoba, maka tidak akan pernah gagal.

Mengeluh?? wajar...
Namanya juga manusia
Kamu bukan robot yang hanya mengerti logika
Tinggal bagaimana cara mengeluh untuk menjadi cambuk diri
 
Dan hidup masih terus berjalan
Dengan segala manis pahitnya

Too Many Legends in Many Pictures

SemfokFC (2006 - 2007)







 




AroiteFC (2007 - 2008)















P.S.I.S Lintas
#Paguyuban Sepakbola IPA Satu#
(2008 - 2009)

 


maFia FC (2009 - 2010)












emPire streetsoccer team (2010 -2011)



emPire futsal (2010 - 2011)
















friEnds FC (2011 - 2012)