“Pengalaman
adalah guru yang terbaik” Ya begitulah kata orang bijak sejak dulu
kala. Berkaca dari petuah orang tersebut, berikut adalah pengalaman
spesial yang saya dapatkan selama berada dalam naungan keluarga
DKUPJT.
- Overtime
Mungkin
hal yang wajar bagi orang kerja, tetapi dalam kasus saya ini, terasa
beda. Apalagi kami cuma anak magang, anak kemarin sore. Kami bertiga
membantu mengerjakan NPHD (Nota Perjanjian Hibah Daerah) hingga
malam. Seinget saya waktu itu hingga pukul 22.30 dan besoknya 07.30
harus masuk kantor lagi. Berasa capek memang. Semoga dengan adanya
pengalaman ini, ke depannya kalau lembur nggak perlu kaget lagi.
- 3 in One
Maksud
3 in One di sini buka kayak joki-joki di sebelum Jalan Sudirman. 3 in
One yang dimaksud di sini adalah 3 job dalam 1 event. Misalnya dalam
suatu rapat di aula besar, maka ada 3 jenis job yang dapat kita-kita
handle. Jaga absen peserta, operator/asisten sorot, dan tukang
jepret. Dengan kemampuan manajemen yang kami miliki, tugas ini selalu
bisa kita selesaikan dengan hasil yang tidak terlalu mengecewakan.
- Dinas Luar
Suatu
ketika, kami bertiga diberi tahu untuk ikut mendampingi Bapak/Ibu
staff untuk sesekali dinas luar ke daerah-daerah. Jadwal sudah
ditata, kawan saya Mas Ang mendapat jatah ke sentra emping di Batang
kalo nggak salah, kemudian saya ke sentra pelatihan batik di
Banyumas, dan terakhir Mas Adr kebagian ke sentra perikanan di
Karanganyar dan Banjarnegara. Sungguh sebuah pengalaman yang
berharga. Tentunya, setiap individu memiliki cerita dan kesan yang
berbeda-beda. Insya alloh jadi DL yang menyenangkan.
- Pergi ke Barat
Harusnya
ini masuk di nomor 3, tetapi ini “terpaksa terpisah” karena
memiliki kesan yang begitu mendalam #tsaaah. Nggak terbayangkan kalo
saya bisa menjejakkan kaki di Madura. Selama 4 hari kami di sana
beserta para peserta studi banding. Di sana kami menuju ke PT. Garam,
dan belajar bagaimana memproduksi garam. Baik itu dengan teknik alami
maupun menggunakan mesin-mesin. Meskipun agak rempong, tetapi kami
berhasil melalui berbagai rintangan dan cobaan.
- Menyambut Jateng I
Begitu
dekatnya Mr. Jateng I (periode 2008 – 2013) dengan Bapak membuat
rencana kehadiran beliau ke kantor menjadi istimewa. Kami pun
terpaksa agak ribet demi mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari
data yang akan dipresentasikan hingga persiapan kedatangan beliau.
Ternyata bener-bener wah ya,, hehe. Baru kali itu melihat Mr. Jateng
I secara langsung dan dari dekat pula.
- Pasar Rakyat Ramadhan
Oke..
mungkin ini menjadi selingan di kantor. Kami bertiga diajak ke Gedung
Berlian di bilangan Pahlawan. Untuk pertama kalinya, saya masuk ke
dalam kompleks tersebut. Bangunan yang biasanya hanya bisa saya
lewati. Di dalem ternyata,,, nggak ada apa-apa. Ya iyalah, soalnya
tempat itu dipakai untuk stan pasar rakyat. Oh ya, pasar rakyat ini
untuk umum, jadi siapa saja boleh datang. Apalagi pegawai negeri
sipil biasanya diminta menghadiri. Jadilah saat itu banyak PNS yang
datang. Yang menarik perhatian tentunya dari lingkungan Setda. Cuma
bisa wow sambil kayang. Ha ha ha.
- Ziarah ke TMP
Secara
pribadi, sebelum acara ini saya masuk ke kompleks taman makam
pahlawan hanya 2x. Yang pertama, dulu waktu SD saat kegiatan di
sekolah dan yang kedua saat diajak Bapak untuk ikut upacara
perenungan hari pahlawan waktu masih duduk di bangku SMP. Kesempatam
ketiga ini ternyata saya berjodoh dengan DKUPJT. Kami bertiga diminta
ikut menghadiri upacara peringatan hari koperasi di TMP. Dan tugas
kami adalah... ikut baris dan membawakan bunga untuk ditaburkan.
Nice!
8. Stay at Semarang
Yang
ini sungguh tidak terduga, waktu itu saya masuk kerja setelah ikut
DL dari Banyumas. Dan selang beberapa hari diajak ke sebuah hotel,
bukan ngamar ya,,jangan ngeres dulu. Saya dan kawan saya mas Ang ke
sebuah hotel di bilangan Pemuda. Hotel yang berhadap-hadapan dengan
toko buku. Di hotel tersebut “rencananya” kami membantu untuk
penyelenggaraan acara diklat yang diadakan Kemenkop. Tak tahunya,
karena peserta yang kurang, kami pun jadi peserta dadakan. Haha.
Ikut diklat. Dapet cocard peserta, dapet kamar, dapet jatah makan.
Haha. Sungguh sebuah pengalaman yang jempol. Katanya sih kita juga
dapet sertifikat, semoga nggak jadi,,, haha