Studi Lapangan (Minggu I)

Senin, 11 Juni 2012
Hari ini merupakan hari pertama studi lapangan. Dag dig dug?? Pasti,, tapi semuanya harus dibawa enteng agar tidak terlalu tegang nantinya.
Berangkat dari rumah 07.05, sampai kantor pukul 07.15 dan di sana sudah ada teman-teman yang berkumpul di area parkir. Kami masuk bersama-sama dan nantinya akan dipisah-pisah berdasarkan seksi yang sesuai dengan judul laporan. Aku mendapat pembagian terakhir bersama kawan “edan” yaitu Gigih.
Masuk ke Seksi Penagihan, suasana begitu tegang dan sunyi. Mungkin karena seksi ini adalah seksi yang serius.hehe. Kami pun mendapat petuah dari bapak kepala seksi. 10-15 menit lah, beliau memberi wejangan kepada kami untuk selalu hati-hati.
Pekerjaan pertama kami adalah menyortir surat tagihan pajak (STP) untuk kemudian dinomori di ujungnya. Awalnya terasa enteng, lama kelamaan bosan juga. Apalagi banyaknya..beuuh.. hari itu 1,5 loker berhasil kami babat habis.
Dan tema hari ini adalah STP, STP, dan STP..hehe

Selasa, 12 Juni 2012
Stulap hari kedua..hmmm... diwarnai dengan insiden lupa KTM. Baru beberapa menit motor sudah berjalan eh baru keinget kalo KTM nya nggak dikalungin. Alhasil pulang lagi dan sempet dimarahi bapak..haha. penyakit pikunnya kumat-,-
Sampai di kantor pukul 08.50 dan jadi orang ke-empat dari berdelapan yang PKL/Stulap. Ternyata PIC (Dewa) mengalami insiden di jalan dan mengalami keterlambatan, nggak apa-apa sih.hehe..
Pekerjaan pun dimulai dan seperti kemarin masih berkutat dengan surat-surat dan komputer sesuai instruksi Pak Wahyu. Aku dan Gigih segera mengerjakan surat-surat yang berkardus-kardus itu. Hadehh.. setelah zuhur pun kembali ke tugas itu sampai pulang. Namun, kali ini agak santai karena mungkin sudah mulai terbiasa dengan suasana kantor atau suasana ruang seksi penagihan yang tegang-tegang santai.haha..
See you tomorrow..:*

Rabu, 13 Juni 2012
Oke..hari ketiga Stulap. Nothing special today but this is the special day for my family. Yaap.. today is my father’s birthday. Happy birthday . Emmm cuma kamu yang bisa buat aku jadi memahami arti keluarga..:3 trims..
Pekerjaan dimulai dengan lagi-lagi melanjutkan surat yang kemarin belum selesai, dan hari ini akhirnya selesai,, Alhamdulilah. Entah tugas apa lagi menanti besok. Pak Wahyu hari ini ke Jakarta sampai besok Jumat, dan mungkin Pak Mulyono yang akan memberi tugas buat besok. Tetep sehat, tetep semangat.
Dan sampai di rumah rajungan rebus menantiku,,:3

Kamis, 14 Juni 2012
Hari ini entah kenapa agak males untuk bekerja. Pegel dan capek jadi satu. Sampai di kantor, absen di bagian umum dan ternyata ada anak SMK yang PKL. Cewek semua lhoh...ayo dipilih dipilih..haha. di ruangan seksi penagihan, gigih belum datang dan memang tidak ada pekerjaan. Gigih datang dan meminta pekerjaan kepada pak Sujianto. Aku tidka kebagian pekerjaan dan akhirnya santai-santai dulu. Untungnya ada Mbak Rosa (magang/OJT) yang membagi pekerjaannya yaitu merekam SPT yang diperoleh dari DropBox.
Susah susah gampang emang. Tetapi, susah/sulit bukan berarti tidak bisa J
Setelah zuhur, pekerjaan siap dilanjut. Namun, aplikasi DropBox pada sistem sedang error. Dan saatnya santai lagi. Hahaha. Gigih melanjutkan perjuangannya melawan zombie dengan tanaman dan aku pun berselancar di dunia maya. Benar-benar sepi di bagian penagihan itu. Hingga agak sore aplikasi sudah normal lagi dan lanjut pekerjaan. Hehe.
Hingga waktu sudah menunjukkan pukul 16.00, saatnya pulang. Dan apalagi yang bisa dikerjakan besok??

Jumat, 15 Juni 2012
Pagi ini kantor agak sepi juga. Ternyata pada olahraga dan dapat kelonggaran untuk masuk pukul 09.00. Sampai kantor, langsung buka buku audit. Kata PIC, suruh buat daftar untuk data yang akan ditanyakan pada PDI. Setelah selesai buat daftar, pengangguran lagi,,,haha. Dan malah main popUp chat sama Faris yang ada di bagian Pelayanan. Hingga agak siang, mbak Rosa menitipkan perekaman SPT kepadaku karena beliau hendak mengikuti acara perpisahan salah satu pegawai. Karena ini hari Jumat, segera aku dan Gigih menyambangi Faris untuk menuju masjid guna menunaikan sholat Jumat dengan khusyuk,,hehe
Selepas makan siang, Pak Sujianto (Pak/Mas Ambon). Nick nya kayak namaku persis-,-. Pak Ambon menyuruh ku untuk mengetik surat untuk WP. Surat ini berupa surat panggilan kepada WP atas tunggakan pajaknya. Nah lhoh,, ayo lunasi pajaknya,,:p
Selain rutinitas di atas, yang selalu tidak pernah ketinggalan adalah pertarungan zombie dengan tanaman. Dan akhirnya si Gigih berhasil menamatkannya.haha..
Berakhir sudah minggu pertama Stulap di seksi penagihan ini. Besok Senin ke mana ya?? Cekidot tomorrow.. :3

selalu saja banyak godaan setan. mereka selalu datang dari sisi kananmu, kirimu, belakangmu, dari mukamu. paringono sabar ingkang kathah gusti...lapangkan dada ini.. berikan petunjuk dalam hidup ini..

jadi teringat status fb kawan kocak,, Pungki SuDavin,, top markotop,,joss,,

"wanita,, tanpamu aku bisa,, tapi denganmu aku sempurna"

tapi untuk saat ini aku belum butuh kesempurnaan :)
biarlah waktu yang menjawab,,
jauhkan semua hal-hal negatif yang ada.
jauhkan semua rasa iri,,
bismillah.,

pelepas dahaga

Pelajaran yang dapat diambil dari beberapa hari, minggu, bulan, tahun,, belakangan ini:

1. Menyatakan diri yang paling benar adalah kesombongan, tetapi menyatakan hal yang benar itu benar adalah benar. (baca dari majalah yang sangat oke). Karena kebenaran hanyalah milik Alloh


2. Jujur, bukan perkara bisa atau tidak tetapi mau atau tidak


3, janganlah kalah kepada setan yang ada pada dirimu

SHORT STORY

Saat ini dan besok mungkin juga nggak ada lagi yang bisa jadi alasan buat cemburu. haha. seenggaknya cemburunya memiliki kadar yang lain. selalu menanamkan pemikiran diri bahwa semua akan tiba pada waktunya. entah itu 2 atau 3 tahun lagi. atau bahkan memang seperti itu bukan menjadi rejeki bagi saya.

semua memiliki peran masing-masing. nggak percuma teks ini selalu wara-wiri di laptop aku. semakin menyadari diri bahwa memang bukan berperan sebagai apa-apa lagi.

ya,, sejak kritikan (sebut saja itu semacam kritikan) terbesar dalam hidup saya ini. bukan menjadi perlu memberikan reaksi yang destruktif atau malah menanamkan kebencian. seenggaknya itu bisa menjadi pelajaran bagi saya, bahwa kehidupan ini selalu bisa disyukuri. bahkan yang pahit sekalipun. alhamdulillah

terakhir, saya bukan orang yang agamis. namun, saya selalu mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. meskipun itu susah, tidak ada yang tidak mungkin. semoga Allah selalu menjaga kita semua. bukan berarti aku yang benar.

kebenaran adalah milik Allah, Tuhan Semesta Alam. allahuakbar

REKOR BARU

Cerita ini bermula dari apa ya,, entah itu sebuah wujud stres ato cerminan kepenatan dengan suasana kampus yang lama-lama tidak lagi nyaman. Yah,, hanya Dia yang tahu. Seenggaknya selalu ada cerita yang bisa membuat kita tersenyum di balik adanya kisah.

Bermula dari rambut yang sudah bikin nggak nyaman. Sebenarnya nggak begitu gondrong sih, tapi emang kalo rambut ini panjang, udah nggak bisa di mohawk lagi, pasti jatuhnya model rambutnya kayak tomat-,- maka dari itu aku dan Anggari hari Senin sepakat untuk pergi ke tukang pangkas rambut yang ada di Ceger.

Awalnya kami hendak ke tukang pangkas langganan deket keluar gang jengkol. Namun, antrian sangat banyak dan kami memutuskan untuk ke pangkas rambut ber-AC yang di deket Alfamidi. Oke. Anggari dapet giliran pertama. Brewoknya yang sudah tebal, dihabisin sedikit lah. Yang dipangkas hanya rambut tepinya saja.

Nah,, giliranku. Sebenernya dari kos sempet bingung mau potong rambut model gimana. Nggak tahu kan,, pengen sesuatu yang wah dan spesial gitu. Apalagi rencananya mau ada perpisahan kelas sama pengarahan PKL se angkatan. Lama berpikir, jadi inget percakapan dengan Qisthon saat berboncengan di jalan Ceger:
(suasana rame dan macet, naik motor, nggak pake helm)

Qisthon   : “Mbon, rambutmu apik nek dipotong koyok ngono”
Aku        : “Ndi Thon??”
Qisthon   : “Kui lhoh” (sambil nunjuk orang dengan model rambut yang #@$%^)
Aku        :  “haha.. koyok gali Thon,,”
Qisthon   : “Sangar kui, Mbon”
Aku        : “hahaha..”

Begitulah dan jadi teringat itu, aku bilang kepada yang motong. Mas, modelnya kayak gini (waktu itu yang tengah aku mohawk ke atas), yang samping ditipisin aja, terus yang panjang biar panjang aja. Masnya pun jawab “oke”

Dan bunyi mesin pencukur terdengar. Nggak tahu kenapa agak kaget waktu masnya tiba-tiba “menghabisi” rambutku. Anggari udah cengar-cengir duluan. Wah nggak beres ini.
Lalu, masnya bilang.. “mas, yang tengah ini disasak apa nggak?”

Deg,, aku baru ingat kalo tadi lupa bilang disasak. Wah pantes aja. Sekitar 10 menit rambutku selesai dipangkas. Sepanjang perjalanan, Anggari selalu memuji..apik Mbon,, wes to rambutmu apik. Aku malah jadi tambah curiga.

Sampe di kos,, kecurigaanku terbukti. Faris tertawa terbahak-bahak melihat rambutku, Izhar cuma senyum-senyum geje dan bilang “kowe koyok preman, Mbon” aku cuma bisa keringetan dan menghibur diri. “sangar to rambutku” haha

Giliran Asep yang lihat rambutku dan dia juga senyum-senyum. Saat Ken datang, aku pamer kalo rambutku tak bikin kayak vokalisnya killing me inside dan dia cuma komen “lara kowe mbon”haha
Dan ini dia sang pemberi inspirasi muncul dari gerbang. Ternyata dia habis bimbingan dosen, dan Qisthon satu-satunya orang yang memuji. Wah sangar kowe Mbon, kowe wes tambah gering, dadi kethok pas. haha.. nggak tahu deh itu beneran apa cuma menghibur. Qisthon weseee...

Hari berganti,, dan ketemu saudara karib teman seperjuangan saya. Mentor. Dan dia Cuma bisa ketawa pahit. Haha. Apalagi saat maen ke kos Salak, diketawain.. haha,, agak dongkol sih, tapi gakpapa lah,, paling cuma belum kebiasa aja lihat model rambut kayak gini :p

Esoknya, futsal perpisahan kelas dimulai. Sempet khawatir bakal diketawain temen-temen. Saat Riki datang, dia nyeletuk “wah ada Neymar”. Haha. Dia orang kedua yang seenggaknya nggka bikin dongkol. Si mentor juga bilang kalo aku udah pantes gandeng Nikita Willy, udah kayak Diego Michels..haha..matamu..
Esoknya lagi aku udah dag dig dug saat akan menghadiri pelepasan PKL. Takut kalo temen2 tingkat 1-3 bakal ngetawain, atau bahkan temen satu angkatan! Ketakutan yang lebay dan nggak beralasan.haha. Qisthon selalu menjadi pendukung aku dan bilang,, sangar Mbon, wes to sangar. Haha. Pancen Wese kowe, Thon.

Ternyata emang hanya segelintir yang tertangkap oleh mataku saat mereka senyum-senyum. Aduhh..alamat iki. Dan di dalam ruangan juga nggak ada apa-apa. Selow lah. Hanya saat pak Kusmono berbicara soal aturan rambut, aku langsung nunduk-nunduk. Salah-salah beliau nunjuk aku terus disuruh maju ke depan. Bisa repot ntar-,-

Setelah itu..

“aku suka caramu saat berbisik dan senyum di depanku, it's make me melt (lebay)”


Saat hari Kamis pulang, anak-anak aku pamerin bahwa aku ini adalah Neymar. Haha. Koplak tenan. Itulah cara mengubah keminderan menjadi sebuah ketenaran.
kayak gini modelnya



Sampai rumah, aku sudah agak khawatir kalo bapak sama ibu nggak suka sam modl rambutku. Dan bemar saja, saat aku masuk rumah ibu terlihat agak bengong. Sekitar jam 7 an, ibu bilang “rambutmu ki apik nek rodo tipis wae” hari itu emang aku juga berniat gundul saja. Sudah pasrah. Selain demi kerapian, juga karena hari itu aku harus melapor ke tempat PKl. Dan pukul 10 aku menghabisi lagi rambutku. Ini merupakan rekor potong rambut. Hanya bertahan 4x24jam saja-,-
Dan kali ini potongan rambut adalah TKD (tentara karepe dewe)
Ada satu kejadian ketika Fb ku dibajak oleh Menthor dan Endo. Ohh lha kereee,,, malah dibajak,,haha

Very Special w/ Last Semester :3

Yap.. semester  6 atau semester terakhir telah berhasil dilalui. Dengan hanya  4 mata kuliah, sebenarnya bisa dibilang kuliah akan menjadi santai dan tidak bertekanan. Namun, ternyata semua itu hanya angan. Siapa yang bilang kuliah tingkat 3 santai?? Kenyataannya kuliah ini menurutku adalah yang terberat selama di STAN. Namun, justru ini menjadi tantangan tersendiri buatku. Kuliah yang normalnya diselesaikan 6 bulan, bisa diperas menjadi 2 bulan!! Hebaat... kadang 2 pertemuan jadi satu. Jadi, kuliah itu bisa dari jam 8 pagi hingga jam 1 siang-,- 

Kuliah yang mahadasyat ini ternyata juga diimbangi dengan dosen-dosen yang menurut saya memiliki kemampuan untuk menggenjot mahasiswa untuk belajar dan termotivasi. Berikut testimoni saya mengenai Bapak dosen yang telah mengampu selama semester yang pendek ini.

1.      Audit Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) --- Bapak D. Kurniawan
Bapak dosen yang satu ini sudah santer terdengar namanya di seluruh penjuru STAN. Terkenal killer karena tanpa segan-segan men DO mahasiswa. Pada pertemuan awal, beliau menceritakan semua track record, sejak beliau kuliah di D3, D4, hingga menjadi dosen di STAN. Dan yang membuat kami gentar adalah, beliau telah menDO 7 mahasiswa sejauh ini. Mungkin pada awalnya terdengar seram. Namun, hal itu sebenarnya diimbangi dengan dedikasi beliau dalam mengajar mahasiswa. Juga menurut saya beliau sangat murah, murah, dan murah memberi pos-pos nilai. Beliau merupakan dosen yang OBJEKTIF. Hal-hal yang selalu diingat dari bapak yaitu:
a)      Tiada hari tanpa kuis. Dan ini membuat aku sangat rajin belajar. Namun, apa mau dikata, kuis ku tidak pernah dapet 8 ke atas..haha..
b)   Bapak adalah seorang yang Njawani. Terkadang istilah-istilah Jawa sering keluar sehingga terkesan agak familiar
c)     Dibalik wajahnya yang agak tegang, ternyata beliau memillki selera humor yang tinggi. Beliau selalu mengadakan sesi Standup Comedy. Dan saat aku maju untuk open mIc, ternyata pas aku lirik, beliau tertawa terbahak-bahak..hehe
Terima kasih Pak Kurniawan telah mengampu kami, smeoga Bapak dan keluarga selalu dalm lindungan Allah SWT. Dan bapak menjadi dosen yang mengubah paradigma bahwa dosen jangan segan-segan menDO mahasiswa yang memang benar-benar sudah tidak ada hati lagi di sini.

2.      Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian --- Bapak S.A. Tumbelaka
Bapak dosen yang satu ini pada awalnya terkesan seram. Maklum, penempatan Bea Cukai. Hoho.. namun, ternyata bapak yang satu ini sangat asyik. Pelajaran menjadi santai-santai tegang. Kalo ketahuan menguap, maka akan disuruh keluar untuk cuci muka. Bapak ini memiliki project di kelas kami, yaitu penugasan untuk membuat suatu event. Dan acara tersebut sukses besar. Hehe.. hal-hal yang diingat dari bapak yaitu:
a)      Bapak Tumbelaka merupakan satu-satunya dosen di STAN yang memanggilku dengan “Ambon”..hehe
b)      Dosen yang sangat rajin bertwitteran dengan mahasiswanya sehingga mahasiswa sangat betah untuk mantengin TL untuk curi-curi kesempatan mengerek nilai.haha
c)      Bapak yang selalu tampil atraktif dengan gaya yang modern dan tentunya dengan metode pengajaran yang nggak bikin bosen
Terima kasih pak Tumbelaka, semoga bapak bisa lebih kurusan dan terlihat fresh. Hehe.. semoga selalu dilancarkan dalam urusan karir dan akhirat, pak. Tetap semangat dan tetap atraktif ye cyiin..:p

3.      Audit Keuangan Sektor Pemerintah --- Bapak M. Hadi
Bapak satu ini merupakan sesosok prang yang penting dan sibuk dalam dunia kampus. Berkat kesibukannya, beliau selalu terlambat masuk kelas. Jadwal jam 8, beliau baru masuk jam 9. Hal ini juga menjadi kegembiraan bagi kami,,:p sering sekali bikin ketawa di kelas. Bapak Hadi ini memiliki wajah yang serius, terkesan kayak Pepeng.haha.. nggak pernah marah dan sering melontarkan senyum yang ramah. Hal-hal yang selalu diingat dari Bapak Hadi yaitu:
a)      Beliau sering menggunakan kosakata yang unik, mencampur-campur bahasa, misalnya itu “curigation” atau “sakjanya” atau bahkan “kacamata kuda”,,haha
b)      Nggak bisa diprediktif, maksudnya saat serius, tiba-tiba bisa menjadi yang slengekan dan malah bercanda.
Terima kasih bapak Hadi atas ampuannya selama 1 semester ini. Semoga bapak sukses dalam segala hal dan dapat memajukan kampus. Selalu pro kepada pemerintah dan memajukan bangsa ini.

4.      Akuntansi Keuangan Lanjutan --- Bapak B.Andri
Bapak yang njawani ini sangat nyentrik dalam mengajar.hehe.. tidak menuntut mahasiswa untuk mendalami secara detail materi. Hanya menuntut kami untuk belajar dengan rajin. Pernah terjadi sebuah inseiden, tetapi itu tidak membuat kami menjadi ada gap dengan beliau. Dosen yang selalu periang dan karena “jawa”nya, aku jadi tidak segan untuk bertanya mengenai materi dan beliau pun kadang menjawab dengan bahasa Jawa. Hal-hal yang paling diingat dari Bapak Andri yaitu:
a)      Beliau sering membawa jajan dan nantinya akan dibagi-bagikan kepad mahasiswa
b)      Santai tapi serius. Ujian yang penting jangan sampe masuk BAP..hehe
c)      Sosok yang humoris, sering menyetel video-video yang membawa semangat
Terima kasih pak Andri atas bimbingannya. Maaf di pertemuan terakhir, saya pamit dulu jadinya malah nggak bisa dapet foto bareng,,hehe. Semoga bapak selalu sukses di dunia dan akhirat. Tetap pelihara jenggotnya ya pak..:p

KEEP BLUE FLYING HIGH

Sedikit cerita mengenai Liga Jateng & DIY kemarin, sebuah liga di mana tahun kemarin kami menjadi juara dan tentunya sekarang menjadi juara bertahan yang menjadi “target” dari kontestan yang lain. Tim yang dipenuhi dengan angkatan emas Ikmas, mekipun aku sendiri bukan emas,,haha. Bagaimana hasilnya?? Dan bagaimana pula peran aku?? monggo..

Matchday #1 (Ikmas A vs Tegal)—Fase Grup
Pertandingan pertama selalu ada demam panggung. Dengan jadwal bermain pagi, selalu membuat tim menjadi kurang panas. Kali ini aku tidak diturunkan menjadi starter. Bermain dari bangku cadangan, dan masuk di pertengahan babak pertama. Tidak banyak yang bisa aku lakukan, satu peluang pun tidak ada-,- Namun, seenggaknya pada pertandingan ini aku buat assist satu :3. Pertandingan pun berhasil kami menangkan dengan skor 2-0. Aku belum masuk scoresheet.

Matchday #2 (Ikmas A vs Karanganyar)—Fase Grup
Esoknya langsung dilanjutkan dengan pertandingan kedua fase grup, dan lawan kami adalah Karanganyar. Karanganyar termasuk lawan yang berat karena pada tahun kemarin berhasil membuat repot kami. Namun, kali ini dengan tim yang baru dan tentunya semangat yang baru membuat statistik tahun lalu menjadi kurang berarti. Masuk di pertengahan babak pertama, sedikit yang bisa aku lakukan. Seingatku hanya ada 2 peluang, dan itu mentah di kiper-,- pertandingan yang ketat itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan kami.

Matchday #3 (Ikmas A vs Pemalang)—Fase Grup
Pertandingan terakhir fase grup yang tidak lagi menentukan bagi kami karena sudah lolos. Namun, bagiku semua laga adalah penting. Melawan Pemalang yang notabene ada kawanku tingkat satu Azamuddin. Kali ini diturunkan jadi starter,,hehe. Ya karena rotasi jadi harus simpen tenaga dan saling menunjang. Jadi starter, aku malah jadi bingung-,-. Di pertandingan ini, satu peluangku kena tiang gawang dan aku buat satu pelanggaran yang nggak perlu. Ya.. agresifnya keluar lagi..hehe. pada pertengahan babak kedua, cedera bahu kiri kembali kambuh. Aku pun meminta untuk diganti. Nggak tahu kenapa masih terasa sakit lagi, padahal tidak ada benturan selama aku main. Pertandingan ini berhasil kami menangi dengan skor 5-1. Lagi-lagi aku masih mandul..huhu

Matchday #4 (Ikmas A vs Kendal)—Perdelapanfinal
Fase knock out dan kami melawan saudara sendiri, Kendal. Pertandingan ini, mas Izhar nggak bisa main, karena besoknya ada kejuaraan bersama Stan Futsal. Sedikit berkurang kekuatan, tetapi tidak menjadi masalah. Menjadi pemain ordinary sub, lama-lama menjadi memahami peranku dalam tim. Kali ini, permainanku menjadi agresif sekali dan super-super agresif. Statistik menurut aku pribadi: 1 peluang, 1 dilanggar, 1 melanggar, 0 gol. Ya..lagi-lagi masih mandul. Padahal bola sudah aku kejar sampai ke seluruh pelosok lapangan-,-. Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan kami.

Matchday #5 (Ikmas A vs Pati)—Perempatfinal
Pertandingan selanjutnya, Pati sudah menunggu kami di fase ini. Pati sudah nggak se-menakutkan beberapa tahun yang lalu, tetapi kami harus tetap waspada. Sebelum pertandingan, aku harus menghadapi kenyataan pahit, di depan mataku sendiri, Magelang kalah oleh Purwokerto. Lawan yang selalu aku tunggu-tunggu. Ya,, sudah menjadi target pribadi. Namun, semuanya telah menguap. Sudahlah, bukan bagian aku bicara mengenai tim yang bukan menjadi lawan. Ini menjadi titik balik ku dalam turnamen. Aku bisa bermain menjadi lebih sabar dan lebih bisa “dikendalikan”. Selalu diturunkan dari bangku cadangan, aku mencetak 2 peluang yang semuanya bisa dihalau kiper. Keberuntungan belum berpihak padaku. 1 pelanggaran juga aku dapatkan.hehe..untung wasit nggak ngeluarin kartu :p Pertandingan ini berhasil kami menangkan dengan skor 3-1, setelah sempat tertinggal 0-1

Matchday #6 (Ikmas A vs Purwokerto/Banyumas)—Semifinal
Sudah memasuki semifinal, lawan juga sudah semakin sulit. Untuk itu, kami sengaja melakukan latihan pola H-2 sebelum pertandingan. Saat latihan sering dapat semprot dari kapten, karena masih bingung dengan pola yang baik dan benar dalam futsal. Namun, ini sangat membantuku dalam memahami futsal. Menyerang dan bertahan bersama-sama. Saat pertandingan, pola berhasil diterapkan dengan sangat baik. Permainan yang sangat rapi berhasil kami terapkan. Walhasil skor yang tercipta sangat mencolok. Ya,, kami menang 11-1 !! alhamdulilah... sedikit kritik buat aku, dari sebelas gol itu, no one from me-,-. Aku sudah buat 2 peluang dan sepertinya sang kiper lawan memiliki mind-link denganku. Semua tembakanku tertebak arahnya. Menurut kapten, gaya tendanganku saat mem-placing bola dapat terbaca oleh kiper. Dan itu selalu terngiang-ngiang di kepala.

Matvhday #7 (Ikmas A vs Purworejo)—Final
Dan inilah laga yang sudah kami tunggu-tunggu. Laga pamungkas dalam gelaran liga tahun ini. Purworejo sudah menunggu di final dengan yel “gubras”nya. Kami tetap tidak gentar dengan musuh. Di awal kami sempat tertinggal lewat gol musuh. Namun, dengan upaya yang tanpa kenal lelah, kami berhasil mencetak gol demi gol. Aku hanya bisa berteriak-teriak di pinggir lapangan, untuk sekedar menjatuhkan mental lawan. Jadi nggak fokus kalo dimainkan. Setelah unggul 3-1 dan masuk babak kedua, akhirnya manager memanggilku dan menurunkan aku. Alhamdulillah... kesempatan itu tidak aku sia-siakan. Akhirnya gol itu pun hadir, gol ke 4 dalam pertandingan itu,, ya aku masuk score sheet. Alhamdulillah bisa pecah telur. Selalu saat-saat ini kunanti..:) dan gol pun bertambah satu lagi sehingga skor akhir menjadi 5-1. Dan kami pun berhasil mempertahankan gelar juara...







Nb: bukan bagaimana kamu membuktikan sesuatu yang memang tidak lagi perlu ada pembuktian. Lakukan yang terbaik dan selalu luruskan niat, anggap semuanya sebagai perwujudan ibadah dan bentuk penghambaan terhadap Allah SWT. Maka itu akan terasa lebih jauh bermakna.