Everyday Holiday

Yap,, akhirnya kembali nulis lagi setelah sibuk (?) dengan kegiatan liburan di Semarang kali ini. Namanya juga liburan, literatur kuliah dan semua yang berbau STAN untuk sementara tendang dulu,,

Tapi ya agak risih emang, akhir-akhir ini STAN sering disebut-sebut lagi gara-gara adanya pegawai DJP-yang notabene alumni STAN- punya rekening gendut. Untung PPATK nggak nangkep mahasiswa gendut.. bisa panjang urusannya-,- hmmm.. agak risih emang denger kabar yang nggak enak itu, tiap ketemu pakdhe dan budhe pasti yang dibahas masalah STAN itu selain juga bahas kegagahan saya..:p tapi bener lhoh,, ada satu saudara yang lama nggak ketemu dan ketemunya itu waktu arisan keluarga, beliau bilang:

“Mas Wisnu saiki gagah ya, mbiyen rambut e njegrak-njegrak saiki wis gede rambute iso lemes
Hehehe..aku cuma bisa nyengir-,-

Kembali ke topik liburan... Hmm,, 3 minggu ini rasanya campur aduk udah kayak permen,, semua jadi satu: rame, sepi, bosen, seger, dan macem-macem lainnya. Jadi di sini aku mau nulis pengalaman-pengalaman yang menarik selama 3 minggu ini..haha semuanya menarik sih, tapi seenggaknya hal yang kayak gini yang nggak ada di Bintaro..haha

*Jatidiri..i’m home*
Ini hal yang paling sangat dirindukan saat pulang Semarang.. yaitu nonton kesebelasan Mahesa Jenar berlaga di stadion Jatidiri. Dalam liburan kali ini, ada dua laga home PSIS, yaitu melawan Persepar Palangkaraya dan Persis Solo. Lumayan lah,, nonton dulu sebelum pulang ke kota mati. Alhamdulilah PSIS menang dalam dua laga tersebut dengan skor 2-0 dan 1-0. Sempat diwarnai konflik INTERNAL di tubuh tim kebanggaan warga Semarang ini. Semoga besok-besok jangan pada berantem ya bapak-bapak. Jadi, PSIS ku bisa berlaga di pentas tertinggi liga sepakbola dan jadi juara seperti tahun 1987 dan 1999/2000. Bravo Mahesa Jenar!! Tak lupa pula Bravo IkmasFC!! Haha..


*Kiamat Menerpa SIM*
Dua Nol Satu Dua..ya..2012 katanya sih tahun kiamat..katanya,, tapi ya wallahualam.. yang jelas SIM C ku harus kiamat di tahun ini,,haha harus perpanjang SIM biar tetep bisa naik motor di Jakarta ntar. memasuki bulan Maret, bulan yang penuh berkah selain Ramadhan..preett.. segera aku menyusun jadwal buat perpanjang SIM.

Di hari H aku dan seorang kawan, sebut saja Mr.P,, ah nggak enak kalo pake inisial.. ulangi,,
Di hari H aku dan seorang kawan, Pungki.. berangkat menuju ke Simpang Lima tempat pelayanan SIM keliling, ternyata setelah sampai sana antrian sudah banyak dan petugas nggak mengeluarkan formulir lagi. Segera kami cabut ke tempat lain. Selain di Simpang Lima, alternatif lain ada di Tembalang atau di Citarum dan kami memilih,,jeng jeng jeng.. ya kami segera cao ke Citarum. Setelah antri (1,5 jam) dan menunggu sambil nonton bola, akhirnya foto jepret-jepret dan jadilah SIM C saya yang baru..horeeee..


*Pagi yang Cerah Bersama Ombak*
Satu hal yang nggak bisa lepas saat pulang Semarang adalah pancing. Ya,, sebagai anak pantai, haram hukumnya nggak bisa mancing..hehe bukan masalah dapet atau nggaknya, melainkan wangi laut di pagi hari yang tentunya masih segar dari hiruk pikuk daratan. Bapak mengajakku mancing di rumpon dengan ikan target: Kakap dan Kerapu. Berhubung masih belum berpengalaman, aku nggak dapet ikan target, hanya dapet 4 ikan kecil.. bapak sendiri nggak dapet apa-apa..haha..:p


*Jajan di Warung Sendiri*
Tempat favorit yang biasanya buat anak-anak kumpul.. yup,, sebuah warung bakmi jowo,, sering kita pake istilah atau kode “kecap” saat ingin berkumpul disini. Warung yang kecil dekat kecamatan. Dan kali ini mungkin menjadi hal yang gila. Kami biasa makan sambil lesehan di tikar yang disediakan penjual. Agaknya malam itu pengunjung ramai sekali dan tikar sudah habis. Sembari menunggu antrian, aku ngasal bicara kepada Pungki dan berkata “Wah enak e njupuk kloso ning omahmu ki, Pong.. nggelar dewe..hahaha” dan ternyata Pungki berpikir serius dan menjawab “wah..gak ngisin-isini to, Mbon?” sontak anak-anak pada ketawa. Namun, ternyata Fikar sudah tidak sabar dan segera dia mengajak ke rumah Pungki untuk mengambil tikar. Ha!! Hahaha.. Gondes gondes..pancen bocah sableng.. dan jadilah kami makan di warung pake tikar sendiri. Canda tawa tergelar hebat malam itu. Dan alhamdulilah, karena kami membawa tikar sendiri, pakdhe yang jual memberi kami potongan sekitar 6-10rb.hahaha..


*Dejavu Kala SMA*
Dejavu ini tidak ada kaitannya dengan asmara :p, yap.. Bapak harus masuk rumah sakit lagi. Awalnya sempet deg-degan juga, tapi setelah dijelaskan ibu ternyata bapak harus opname untuk persiapan kateter jantung. Maksudnya itu dicek jantungnya pake alat kecil yang dimasukin tangan terus tembus ke jantung gitu (ngeri kalo dibayangin). Kateter ini dilakukan karena bapak sering mengeluh sakit di jantungnya. Aku pun disuruh nemenin Bapak di rumah sakit, agak trauma memang kalo inget dulu bapak pernah lama di rumah sakit dan koma 3 hari. Alhamdulilah,, yang ini cuma bentar, 3 hari 2 malam di rumah sakit. Setelah pemeriksaan, ternyata sumbatan pada pembuluh vena ada pada tingkat 20% dan alhamdulilah ternyata tidak perlu pemasangan ring hanya bapak harus menjaga pola makan. Yang buat aku sedih adalah “tetangga sebelah” bapak ternyata harus di kateter karena ada penyumbatan sebesar 75% atau berapa gitu.. serem lhoh.. yang penting sekarang semoga semuanya sehat. Kuncinya yang penting sekarang adalah olahraga rutin, nggak kenal rokok, dan menjaga pola makan. Insya allah sehat..amiin


*Kesempitan dalam Kesempatan*
Sesibuk-sibuknya libur alangkah indahnya jika menggunakan kesempitan untuk hal-hal yang oke. Yap,, untuk menjaga kondisi fisik, program diet, dan persiapan Liga Jateng tahun ini diperlukan suatu banjir keringat yang harus membasahi bumi..halah

Aku, Qisthon, dan Anggari secara rutin tiap 2 hari sekali melakukan lari-lari sore di kompleks GOR Mugas ato lebih dikenal TLJ. Hanya Anggari saja yang terlihat berlatih keras. Aku dan Qisthon pokoknya kalo cerah langsung genjot fisik di sana. Banyak warga Semarang yang juga tiap sore berolahraga. Mulai dari atletik, bola sepak, badminton, anggar, capoeira, voli, bahkan banyak para muda mudi yang terkesan hanya sekedar jeng-jeng dan “golek dibandul” -begitu istilah Qisthon-

Selain joging, kalo nggak males ya sepedaan tiap pagi dengan rute menuju Simpang Lima, dan di sana minimal tawaf dulu 5x terus pulang sambil beli koran. Terasa spesial saat hari minggu, karena hari itu adalah saat CFD (Car Free Day). Semua warga tumprek brek di Simpang Lima ato di Pemuda untuk berolahraga di jalan tanpa harus kena gangguan motor/mobil. Aku dan Anggari 2x ikut CFD ini, sedangkan Qisthon nggak ikut karena nggak punya sepeda. Lumayan lah selain sehat jasmani juga sehat rohani..haha.


*Buka Mata, tapi Buka Hati Dulu*
Citarum merupakan sebuah jalan/kawasan di mana terdapat sebuah lapangan sepakbola kelas 2 di kota kami. Di sela-sela menunggu antrian SIM yang nggak jelas juntrungannya. Aku dan kawanku tadi pergi ke Stadion Citarum untuk melihat adanya hiruk pikuk di Stadion itu, ternyata ada kompetisi Popda SD. Kompetisi ini mempertandingkan anak-anak seusia SD yang membela kecamatan masing-masing. Senang rasanya melihat anak-anak kecil bermain bola. Terkesan pedofil memang, tapi bukan itu yang aku maksud..haha.. maksudnya bahwa dengan melihat hal itu, banyak yang bisa diambil pelajaran dari anak kecil. Disinilah tempat aku bisa membuka mata seluas-luasnya dan menyadari betapa sempitnya pikiran dan hati ini. Hmmm.. jujur dari hati yang terdalam.. berat nulisnya..

Pada liga jateng tahun ini, aku selalu terobsesi masuk dalam line up dan mencetak gol di tiap pertandingannya. Egois memang.

“Aku tapi bukan Aku” mungkin kalo ditulis kalimat bisa dikatakan demikian, dan hal ini bukan pertama kali, sebelumnya juga aku pernah merasa seperti ini. Dan kali ini aku tahu jawaban atas pernyataan ini...
Catet ya.. di bold aja biar semua jelas dan nggak ada yang ditutup-tutupi:
Pada liga Jateng ini, aku seperti merasa punya hutang untuk membayar “hutang” untuk mengalahkan IKMM FC. Ya organda Magelang yang pada tahun kemarin kami kalahkan dalam final Liga Jateng. Kebetulan waktu itu aku tidak ikut main dan tidak ikut mengangkat piala. Hutang ini ditambah dengan sedikit “bumbu non teknis”, yaitu ya,, itulah,,masalah asmara,, yang memang sepertinya kami lebih cocok untuk menjadi teman.. ya.. teman yang nggak pernah ngobrol.. seperti yang mbak cantik bilang..haha aku selalu berharap tim Ikmas dipertemukan lagi dengan tim IKMM dan saat pertandingan mbak Cantik itu datang untuk lihat,, ini lhoh.. Wisnu yang hebat.. Wisnu yang bikin gol.. Wisnu yang sudah terbuang (baca=membuangkan diri)

Namun, semakin lama motivasi itu jatuh ke dalam nurani yang paling dalam, paling kotor, paling hina. Sebelum akhirnya aku melihat anak-anak SD bermain bola setengah lapangan. 6 lawan 6. Di mana dalam pertandingan itu yang terlihat adalah Semangat, Sportivitas, Sopan. Aku merasa nggak punya itu semua...
Urusan semangat, okelah,,fine,,kalo emang aku selalu main penuh semangat tetapi ternyata motivasiku..hmm.. BUSUK!! Beda sama anak-anak, mereka yang begitu semangat dengan disaksikan para orang tua mereka, bermain di tengah terik, dan memberikan yang terbaik.. aku janji untuk selalu semangat dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, bukan hanya lawan IKMM, tapi semua organda lain, dan mencoba nggak terpengaruh suasana hati dengan atau tanpa kehadiran mbak cantik..

Urusan sportifitas,  masih kalah jauh sama anak-anak SD!! saat mereka melakukan pelanggaran, segera saling menjabat tangan tanda sportifitas. Oh indahnya... sedangkan aku,, alih-alih jabat tangan,, biasanya saya katain dalam hati ato kasarannya,, sokor kowe, modar kowe. Aku janji untuk bisa meredam emosi dan nggak berbuat nakal.
Urusan kesopanan, lagi lagi kalah jauh... anak-anak itu main penuh tanpa protes sedikitpun kepada wasit meski kadang-kadang terjatuh.. Aku?? Haha.. jangan di tanya lagi... sering kata-kata kasar keluar dari mulut yang ah,, sudah bobrok kali ya.. belum lagi kalo urusan protes sama wasit.. aku janji saat pertandingan besok untuk nggak bilang jorok lagi, dari yang paling sederhana.
Overall, yang dapat disimpulkan dengan gaya kalimat ku sendiri yaitu:
“Nikmati semua momen, biarkan semuanya mengalir, menang-kalah itu biasa, berikan yang terbaik karena selalu ada orang-orang yang tercinta yang menantikan semangatmu mengalir bersama mereka”


Ps: tidak ada maksud apa-apa dalam penulisan ini, karena ini memang suasana hati, benar-benar apa yang aku rasakan selama liburan panjang kali ini. Jika ada pihak-pihak yang disebut, memang itulah faktanya dan tidak ada rekayasa sedikit pun. Untuk kritik dan saran, bisa ke kontak saya, hotline 24 jam (085640419277)
Semoga kita wisuda 2012 ini.. amiiiin 


Tidak ada komentar: