SHORT STORY

Saat ini dan besok mungkin juga nggak ada lagi yang bisa jadi alasan buat cemburu. haha. seenggaknya cemburunya memiliki kadar yang lain. selalu menanamkan pemikiran diri bahwa semua akan tiba pada waktunya. entah itu 2 atau 3 tahun lagi. atau bahkan memang seperti itu bukan menjadi rejeki bagi saya.

semua memiliki peran masing-masing. nggak percuma teks ini selalu wara-wiri di laptop aku. semakin menyadari diri bahwa memang bukan berperan sebagai apa-apa lagi.

ya,, sejak kritikan (sebut saja itu semacam kritikan) terbesar dalam hidup saya ini. bukan menjadi perlu memberikan reaksi yang destruktif atau malah menanamkan kebencian. seenggaknya itu bisa menjadi pelajaran bagi saya, bahwa kehidupan ini selalu bisa disyukuri. bahkan yang pahit sekalipun. alhamdulillah

terakhir, saya bukan orang yang agamis. namun, saya selalu mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. meskipun itu susah, tidak ada yang tidak mungkin. semoga Allah selalu menjaga kita semua. bukan berarti aku yang benar.

kebenaran adalah milik Allah, Tuhan Semesta Alam. allahuakbar

REKOR BARU

Cerita ini bermula dari apa ya,, entah itu sebuah wujud stres ato cerminan kepenatan dengan suasana kampus yang lama-lama tidak lagi nyaman. Yah,, hanya Dia yang tahu. Seenggaknya selalu ada cerita yang bisa membuat kita tersenyum di balik adanya kisah.

Bermula dari rambut yang sudah bikin nggak nyaman. Sebenarnya nggak begitu gondrong sih, tapi emang kalo rambut ini panjang, udah nggak bisa di mohawk lagi, pasti jatuhnya model rambutnya kayak tomat-,- maka dari itu aku dan Anggari hari Senin sepakat untuk pergi ke tukang pangkas rambut yang ada di Ceger.

Awalnya kami hendak ke tukang pangkas langganan deket keluar gang jengkol. Namun, antrian sangat banyak dan kami memutuskan untuk ke pangkas rambut ber-AC yang di deket Alfamidi. Oke. Anggari dapet giliran pertama. Brewoknya yang sudah tebal, dihabisin sedikit lah. Yang dipangkas hanya rambut tepinya saja.

Nah,, giliranku. Sebenernya dari kos sempet bingung mau potong rambut model gimana. Nggak tahu kan,, pengen sesuatu yang wah dan spesial gitu. Apalagi rencananya mau ada perpisahan kelas sama pengarahan PKL se angkatan. Lama berpikir, jadi inget percakapan dengan Qisthon saat berboncengan di jalan Ceger:
(suasana rame dan macet, naik motor, nggak pake helm)

Qisthon   : “Mbon, rambutmu apik nek dipotong koyok ngono”
Aku        : “Ndi Thon??”
Qisthon   : “Kui lhoh” (sambil nunjuk orang dengan model rambut yang #@$%^)
Aku        :  “haha.. koyok gali Thon,,”
Qisthon   : “Sangar kui, Mbon”
Aku        : “hahaha..”

Begitulah dan jadi teringat itu, aku bilang kepada yang motong. Mas, modelnya kayak gini (waktu itu yang tengah aku mohawk ke atas), yang samping ditipisin aja, terus yang panjang biar panjang aja. Masnya pun jawab “oke”

Dan bunyi mesin pencukur terdengar. Nggak tahu kenapa agak kaget waktu masnya tiba-tiba “menghabisi” rambutku. Anggari udah cengar-cengir duluan. Wah nggak beres ini.
Lalu, masnya bilang.. “mas, yang tengah ini disasak apa nggak?”

Deg,, aku baru ingat kalo tadi lupa bilang disasak. Wah pantes aja. Sekitar 10 menit rambutku selesai dipangkas. Sepanjang perjalanan, Anggari selalu memuji..apik Mbon,, wes to rambutmu apik. Aku malah jadi tambah curiga.

Sampe di kos,, kecurigaanku terbukti. Faris tertawa terbahak-bahak melihat rambutku, Izhar cuma senyum-senyum geje dan bilang “kowe koyok preman, Mbon” aku cuma bisa keringetan dan menghibur diri. “sangar to rambutku” haha

Giliran Asep yang lihat rambutku dan dia juga senyum-senyum. Saat Ken datang, aku pamer kalo rambutku tak bikin kayak vokalisnya killing me inside dan dia cuma komen “lara kowe mbon”haha
Dan ini dia sang pemberi inspirasi muncul dari gerbang. Ternyata dia habis bimbingan dosen, dan Qisthon satu-satunya orang yang memuji. Wah sangar kowe Mbon, kowe wes tambah gering, dadi kethok pas. haha.. nggak tahu deh itu beneran apa cuma menghibur. Qisthon weseee...

Hari berganti,, dan ketemu saudara karib teman seperjuangan saya. Mentor. Dan dia Cuma bisa ketawa pahit. Haha. Apalagi saat maen ke kos Salak, diketawain.. haha,, agak dongkol sih, tapi gakpapa lah,, paling cuma belum kebiasa aja lihat model rambut kayak gini :p

Esoknya, futsal perpisahan kelas dimulai. Sempet khawatir bakal diketawain temen-temen. Saat Riki datang, dia nyeletuk “wah ada Neymar”. Haha. Dia orang kedua yang seenggaknya nggka bikin dongkol. Si mentor juga bilang kalo aku udah pantes gandeng Nikita Willy, udah kayak Diego Michels..haha..matamu..
Esoknya lagi aku udah dag dig dug saat akan menghadiri pelepasan PKL. Takut kalo temen2 tingkat 1-3 bakal ngetawain, atau bahkan temen satu angkatan! Ketakutan yang lebay dan nggak beralasan.haha. Qisthon selalu menjadi pendukung aku dan bilang,, sangar Mbon, wes to sangar. Haha. Pancen Wese kowe, Thon.

Ternyata emang hanya segelintir yang tertangkap oleh mataku saat mereka senyum-senyum. Aduhh..alamat iki. Dan di dalam ruangan juga nggak ada apa-apa. Selow lah. Hanya saat pak Kusmono berbicara soal aturan rambut, aku langsung nunduk-nunduk. Salah-salah beliau nunjuk aku terus disuruh maju ke depan. Bisa repot ntar-,-

Setelah itu..

“aku suka caramu saat berbisik dan senyum di depanku, it's make me melt (lebay)”


Saat hari Kamis pulang, anak-anak aku pamerin bahwa aku ini adalah Neymar. Haha. Koplak tenan. Itulah cara mengubah keminderan menjadi sebuah ketenaran.
kayak gini modelnya



Sampai rumah, aku sudah agak khawatir kalo bapak sama ibu nggak suka sam modl rambutku. Dan bemar saja, saat aku masuk rumah ibu terlihat agak bengong. Sekitar jam 7 an, ibu bilang “rambutmu ki apik nek rodo tipis wae” hari itu emang aku juga berniat gundul saja. Sudah pasrah. Selain demi kerapian, juga karena hari itu aku harus melapor ke tempat PKl. Dan pukul 10 aku menghabisi lagi rambutku. Ini merupakan rekor potong rambut. Hanya bertahan 4x24jam saja-,-
Dan kali ini potongan rambut adalah TKD (tentara karepe dewe)
Ada satu kejadian ketika Fb ku dibajak oleh Menthor dan Endo. Ohh lha kereee,,, malah dibajak,,haha

Very Special w/ Last Semester :3

Yap.. semester  6 atau semester terakhir telah berhasil dilalui. Dengan hanya  4 mata kuliah, sebenarnya bisa dibilang kuliah akan menjadi santai dan tidak bertekanan. Namun, ternyata semua itu hanya angan. Siapa yang bilang kuliah tingkat 3 santai?? Kenyataannya kuliah ini menurutku adalah yang terberat selama di STAN. Namun, justru ini menjadi tantangan tersendiri buatku. Kuliah yang normalnya diselesaikan 6 bulan, bisa diperas menjadi 2 bulan!! Hebaat... kadang 2 pertemuan jadi satu. Jadi, kuliah itu bisa dari jam 8 pagi hingga jam 1 siang-,- 

Kuliah yang mahadasyat ini ternyata juga diimbangi dengan dosen-dosen yang menurut saya memiliki kemampuan untuk menggenjot mahasiswa untuk belajar dan termotivasi. Berikut testimoni saya mengenai Bapak dosen yang telah mengampu selama semester yang pendek ini.

1.      Audit Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) --- Bapak D. Kurniawan
Bapak dosen yang satu ini sudah santer terdengar namanya di seluruh penjuru STAN. Terkenal killer karena tanpa segan-segan men DO mahasiswa. Pada pertemuan awal, beliau menceritakan semua track record, sejak beliau kuliah di D3, D4, hingga menjadi dosen di STAN. Dan yang membuat kami gentar adalah, beliau telah menDO 7 mahasiswa sejauh ini. Mungkin pada awalnya terdengar seram. Namun, hal itu sebenarnya diimbangi dengan dedikasi beliau dalam mengajar mahasiswa. Juga menurut saya beliau sangat murah, murah, dan murah memberi pos-pos nilai. Beliau merupakan dosen yang OBJEKTIF. Hal-hal yang selalu diingat dari bapak yaitu:
a)      Tiada hari tanpa kuis. Dan ini membuat aku sangat rajin belajar. Namun, apa mau dikata, kuis ku tidak pernah dapet 8 ke atas..haha..
b)   Bapak adalah seorang yang Njawani. Terkadang istilah-istilah Jawa sering keluar sehingga terkesan agak familiar
c)     Dibalik wajahnya yang agak tegang, ternyata beliau memillki selera humor yang tinggi. Beliau selalu mengadakan sesi Standup Comedy. Dan saat aku maju untuk open mIc, ternyata pas aku lirik, beliau tertawa terbahak-bahak..hehe
Terima kasih Pak Kurniawan telah mengampu kami, smeoga Bapak dan keluarga selalu dalm lindungan Allah SWT. Dan bapak menjadi dosen yang mengubah paradigma bahwa dosen jangan segan-segan menDO mahasiswa yang memang benar-benar sudah tidak ada hati lagi di sini.

2.      Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian --- Bapak S.A. Tumbelaka
Bapak dosen yang satu ini pada awalnya terkesan seram. Maklum, penempatan Bea Cukai. Hoho.. namun, ternyata bapak yang satu ini sangat asyik. Pelajaran menjadi santai-santai tegang. Kalo ketahuan menguap, maka akan disuruh keluar untuk cuci muka. Bapak ini memiliki project di kelas kami, yaitu penugasan untuk membuat suatu event. Dan acara tersebut sukses besar. Hehe.. hal-hal yang diingat dari bapak yaitu:
a)      Bapak Tumbelaka merupakan satu-satunya dosen di STAN yang memanggilku dengan “Ambon”..hehe
b)      Dosen yang sangat rajin bertwitteran dengan mahasiswanya sehingga mahasiswa sangat betah untuk mantengin TL untuk curi-curi kesempatan mengerek nilai.haha
c)      Bapak yang selalu tampil atraktif dengan gaya yang modern dan tentunya dengan metode pengajaran yang nggak bikin bosen
Terima kasih pak Tumbelaka, semoga bapak bisa lebih kurusan dan terlihat fresh. Hehe.. semoga selalu dilancarkan dalam urusan karir dan akhirat, pak. Tetap semangat dan tetap atraktif ye cyiin..:p

3.      Audit Keuangan Sektor Pemerintah --- Bapak M. Hadi
Bapak satu ini merupakan sesosok prang yang penting dan sibuk dalam dunia kampus. Berkat kesibukannya, beliau selalu terlambat masuk kelas. Jadwal jam 8, beliau baru masuk jam 9. Hal ini juga menjadi kegembiraan bagi kami,,:p sering sekali bikin ketawa di kelas. Bapak Hadi ini memiliki wajah yang serius, terkesan kayak Pepeng.haha.. nggak pernah marah dan sering melontarkan senyum yang ramah. Hal-hal yang selalu diingat dari Bapak Hadi yaitu:
a)      Beliau sering menggunakan kosakata yang unik, mencampur-campur bahasa, misalnya itu “curigation” atau “sakjanya” atau bahkan “kacamata kuda”,,haha
b)      Nggak bisa diprediktif, maksudnya saat serius, tiba-tiba bisa menjadi yang slengekan dan malah bercanda.
Terima kasih bapak Hadi atas ampuannya selama 1 semester ini. Semoga bapak sukses dalam segala hal dan dapat memajukan kampus. Selalu pro kepada pemerintah dan memajukan bangsa ini.

4.      Akuntansi Keuangan Lanjutan --- Bapak B.Andri
Bapak yang njawani ini sangat nyentrik dalam mengajar.hehe.. tidak menuntut mahasiswa untuk mendalami secara detail materi. Hanya menuntut kami untuk belajar dengan rajin. Pernah terjadi sebuah inseiden, tetapi itu tidak membuat kami menjadi ada gap dengan beliau. Dosen yang selalu periang dan karena “jawa”nya, aku jadi tidak segan untuk bertanya mengenai materi dan beliau pun kadang menjawab dengan bahasa Jawa. Hal-hal yang paling diingat dari Bapak Andri yaitu:
a)      Beliau sering membawa jajan dan nantinya akan dibagi-bagikan kepad mahasiswa
b)      Santai tapi serius. Ujian yang penting jangan sampe masuk BAP..hehe
c)      Sosok yang humoris, sering menyetel video-video yang membawa semangat
Terima kasih pak Andri atas bimbingannya. Maaf di pertemuan terakhir, saya pamit dulu jadinya malah nggak bisa dapet foto bareng,,hehe. Semoga bapak selalu sukses di dunia dan akhirat. Tetap pelihara jenggotnya ya pak..:p

KEEP BLUE FLYING HIGH

Sedikit cerita mengenai Liga Jateng & DIY kemarin, sebuah liga di mana tahun kemarin kami menjadi juara dan tentunya sekarang menjadi juara bertahan yang menjadi “target” dari kontestan yang lain. Tim yang dipenuhi dengan angkatan emas Ikmas, mekipun aku sendiri bukan emas,,haha. Bagaimana hasilnya?? Dan bagaimana pula peran aku?? monggo..

Matchday #1 (Ikmas A vs Tegal)—Fase Grup
Pertandingan pertama selalu ada demam panggung. Dengan jadwal bermain pagi, selalu membuat tim menjadi kurang panas. Kali ini aku tidak diturunkan menjadi starter. Bermain dari bangku cadangan, dan masuk di pertengahan babak pertama. Tidak banyak yang bisa aku lakukan, satu peluang pun tidak ada-,- Namun, seenggaknya pada pertandingan ini aku buat assist satu :3. Pertandingan pun berhasil kami menangkan dengan skor 2-0. Aku belum masuk scoresheet.

Matchday #2 (Ikmas A vs Karanganyar)—Fase Grup
Esoknya langsung dilanjutkan dengan pertandingan kedua fase grup, dan lawan kami adalah Karanganyar. Karanganyar termasuk lawan yang berat karena pada tahun kemarin berhasil membuat repot kami. Namun, kali ini dengan tim yang baru dan tentunya semangat yang baru membuat statistik tahun lalu menjadi kurang berarti. Masuk di pertengahan babak pertama, sedikit yang bisa aku lakukan. Seingatku hanya ada 2 peluang, dan itu mentah di kiper-,- pertandingan yang ketat itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan kami.

Matchday #3 (Ikmas A vs Pemalang)—Fase Grup
Pertandingan terakhir fase grup yang tidak lagi menentukan bagi kami karena sudah lolos. Namun, bagiku semua laga adalah penting. Melawan Pemalang yang notabene ada kawanku tingkat satu Azamuddin. Kali ini diturunkan jadi starter,,hehe. Ya karena rotasi jadi harus simpen tenaga dan saling menunjang. Jadi starter, aku malah jadi bingung-,-. Di pertandingan ini, satu peluangku kena tiang gawang dan aku buat satu pelanggaran yang nggak perlu. Ya.. agresifnya keluar lagi..hehe. pada pertengahan babak kedua, cedera bahu kiri kembali kambuh. Aku pun meminta untuk diganti. Nggak tahu kenapa masih terasa sakit lagi, padahal tidak ada benturan selama aku main. Pertandingan ini berhasil kami menangi dengan skor 5-1. Lagi-lagi aku masih mandul..huhu

Matchday #4 (Ikmas A vs Kendal)—Perdelapanfinal
Fase knock out dan kami melawan saudara sendiri, Kendal. Pertandingan ini, mas Izhar nggak bisa main, karena besoknya ada kejuaraan bersama Stan Futsal. Sedikit berkurang kekuatan, tetapi tidak menjadi masalah. Menjadi pemain ordinary sub, lama-lama menjadi memahami peranku dalam tim. Kali ini, permainanku menjadi agresif sekali dan super-super agresif. Statistik menurut aku pribadi: 1 peluang, 1 dilanggar, 1 melanggar, 0 gol. Ya..lagi-lagi masih mandul. Padahal bola sudah aku kejar sampai ke seluruh pelosok lapangan-,-. Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan kami.

Matchday #5 (Ikmas A vs Pati)—Perempatfinal
Pertandingan selanjutnya, Pati sudah menunggu kami di fase ini. Pati sudah nggak se-menakutkan beberapa tahun yang lalu, tetapi kami harus tetap waspada. Sebelum pertandingan, aku harus menghadapi kenyataan pahit, di depan mataku sendiri, Magelang kalah oleh Purwokerto. Lawan yang selalu aku tunggu-tunggu. Ya,, sudah menjadi target pribadi. Namun, semuanya telah menguap. Sudahlah, bukan bagian aku bicara mengenai tim yang bukan menjadi lawan. Ini menjadi titik balik ku dalam turnamen. Aku bisa bermain menjadi lebih sabar dan lebih bisa “dikendalikan”. Selalu diturunkan dari bangku cadangan, aku mencetak 2 peluang yang semuanya bisa dihalau kiper. Keberuntungan belum berpihak padaku. 1 pelanggaran juga aku dapatkan.hehe..untung wasit nggak ngeluarin kartu :p Pertandingan ini berhasil kami menangkan dengan skor 3-1, setelah sempat tertinggal 0-1

Matchday #6 (Ikmas A vs Purwokerto/Banyumas)—Semifinal
Sudah memasuki semifinal, lawan juga sudah semakin sulit. Untuk itu, kami sengaja melakukan latihan pola H-2 sebelum pertandingan. Saat latihan sering dapat semprot dari kapten, karena masih bingung dengan pola yang baik dan benar dalam futsal. Namun, ini sangat membantuku dalam memahami futsal. Menyerang dan bertahan bersama-sama. Saat pertandingan, pola berhasil diterapkan dengan sangat baik. Permainan yang sangat rapi berhasil kami terapkan. Walhasil skor yang tercipta sangat mencolok. Ya,, kami menang 11-1 !! alhamdulilah... sedikit kritik buat aku, dari sebelas gol itu, no one from me-,-. Aku sudah buat 2 peluang dan sepertinya sang kiper lawan memiliki mind-link denganku. Semua tembakanku tertebak arahnya. Menurut kapten, gaya tendanganku saat mem-placing bola dapat terbaca oleh kiper. Dan itu selalu terngiang-ngiang di kepala.

Matvhday #7 (Ikmas A vs Purworejo)—Final
Dan inilah laga yang sudah kami tunggu-tunggu. Laga pamungkas dalam gelaran liga tahun ini. Purworejo sudah menunggu di final dengan yel “gubras”nya. Kami tetap tidak gentar dengan musuh. Di awal kami sempat tertinggal lewat gol musuh. Namun, dengan upaya yang tanpa kenal lelah, kami berhasil mencetak gol demi gol. Aku hanya bisa berteriak-teriak di pinggir lapangan, untuk sekedar menjatuhkan mental lawan. Jadi nggak fokus kalo dimainkan. Setelah unggul 3-1 dan masuk babak kedua, akhirnya manager memanggilku dan menurunkan aku. Alhamdulillah... kesempatan itu tidak aku sia-siakan. Akhirnya gol itu pun hadir, gol ke 4 dalam pertandingan itu,, ya aku masuk score sheet. Alhamdulillah bisa pecah telur. Selalu saat-saat ini kunanti..:) dan gol pun bertambah satu lagi sehingga skor akhir menjadi 5-1. Dan kami pun berhasil mempertahankan gelar juara...







Nb: bukan bagaimana kamu membuktikan sesuatu yang memang tidak lagi perlu ada pembuktian. Lakukan yang terbaik dan selalu luruskan niat, anggap semuanya sebagai perwujudan ibadah dan bentuk penghambaan terhadap Allah SWT. Maka itu akan terasa lebih jauh bermakna.
Dan akhirnya aku sampe di kosan tercinta... alhamdulilah,, siap untuk menghadapi semester 6 yang penuh godaan.

IP semester 5 kemarin lumayan jatuh juga, yang penting harus disyukuri karena dengan bersyukur Alloh akan menambah nikmat kita dan semuanya tidak akan terasa berat. Harus diakui memang, lumayan berat menghadapi situasi seperti ini. Jangan membiasakan bilang “ya gakpapa lah”, tetapi bagaimana belajar dari situasi kemarin dan berusaha memperbaiki diri sendiri. 

Jangan lihat orang lain dulu. Ada yang bilang IP itu bukan patokan, karena memang tiap dosen itu berbeda. Ada positif ada negatifnya juga pemikiran seperti itu. Jadi, lebih penting untuk selalu memotivasi untuk menjadi lebih baik ke depannya.

Satu hal yang menggembirakan bagi aku yaitu banyak kawan-kawanku yang selalu aku kagumi dan aku banggakan berhasil memperoleh IP yang memuaskan. Salut buat Qisthon “Wese” yang menjadi top of the top di kosan tunggon. Juga buat teman-teman yang lain yang telah berhasil memperoleh hasil terbaik. Akhir kata semoga semangat kita tidak kendur untuk menghadapi semester 6 dan mampu membawa perubahan pada negeri kita ini.



Semangat semester Enaaaaaaaaaaammm...:)

WELCOME 21 :)

 Sebenarnya umur nambah itu artinya waktu kita untuk ada di dunia ini semakin berkurang,.sedih yah,, seenggaknya dengan bertambahnya umur kita selalu bisa mensyukuri nikmat dariNya sehingga nantinya mendapat berkah dunia dan akhirat kelak.

Di umur yang ke 21 ini, harapannya apa yah.. hmmm,, aku harap semua orang yang ada di sekitar aku diberi kebahagiaan dan tentunya lindungan dari Allah. Semoga dengan bertambahnya umur juga, aku bisa menjadi bermanfaat buat mereka selain juga untuk diri sendiri. Kebahagiaan paling seru kalo dirasakan bersama-sama, nggak seru kayaknya kalo ketawa sendiri..haha




Oh ya,, selain itu juga di umur 21 ini, semoga diberikan kedewasaan dalam menjalani sisa umur. Semoga sifat slengekan itu diimbangi dengan kedewasaan berpikir. Apalagi sifat yang jarang serius-,- terkadang sifat yang sering susah serius itu kayak bumerang. semoga kedepannya selalu dapat bersikap lebih baik lagi. Amiin
Semoga dengan bertambahnya kerentaan fisik ini selalu diberi kesehatan. Semoga yang sakit disembuhkan dan sabar dalam menghadapi penyakit. Semoga tangan kiri ini nggak kerasa nyeri lagi,  kayaknya bukan retak seperti apa yang diduga ibu, tapi kok lama sembuhnya-,- yang penting dinikmati rasa nyeri yang ada dan nggak jadi trauma buat main futsal,,yeah..

Semoga tim IkmasFC juara liga Jateng tahun ini dan PSIS Semarang bisa promosi ke liga terbaik di Indonesia....

Semoga selalu dijauhkan dari segala sesuatu yang membawa pengaruh negatif dan diberi kekuatan untuk melawannya. Amiiin..

Semoga mampu menjadi pribadi yang mampu belajar untuk belajar. Simple tapi dalem juga quote dari bapak dosen ini.

Yap..susah juga berperan jadi antagonis,, haha.. yang penting jadi diri sendiri dan nggak ngerepotin orang
Terima kasih Allah, terima kasih semuanya..

Everyday Holiday

Yap,, akhirnya kembali nulis lagi setelah sibuk (?) dengan kegiatan liburan di Semarang kali ini. Namanya juga liburan, literatur kuliah dan semua yang berbau STAN untuk sementara tendang dulu,,

Tapi ya agak risih emang, akhir-akhir ini STAN sering disebut-sebut lagi gara-gara adanya pegawai DJP-yang notabene alumni STAN- punya rekening gendut. Untung PPATK nggak nangkep mahasiswa gendut.. bisa panjang urusannya-,- hmmm.. agak risih emang denger kabar yang nggak enak itu, tiap ketemu pakdhe dan budhe pasti yang dibahas masalah STAN itu selain juga bahas kegagahan saya..:p tapi bener lhoh,, ada satu saudara yang lama nggak ketemu dan ketemunya itu waktu arisan keluarga, beliau bilang:

“Mas Wisnu saiki gagah ya, mbiyen rambut e njegrak-njegrak saiki wis gede rambute iso lemes
Hehehe..aku cuma bisa nyengir-,-

Kembali ke topik liburan... Hmm,, 3 minggu ini rasanya campur aduk udah kayak permen,, semua jadi satu: rame, sepi, bosen, seger, dan macem-macem lainnya. Jadi di sini aku mau nulis pengalaman-pengalaman yang menarik selama 3 minggu ini..haha semuanya menarik sih, tapi seenggaknya hal yang kayak gini yang nggak ada di Bintaro..haha

*Jatidiri..i’m home*
Ini hal yang paling sangat dirindukan saat pulang Semarang.. yaitu nonton kesebelasan Mahesa Jenar berlaga di stadion Jatidiri. Dalam liburan kali ini, ada dua laga home PSIS, yaitu melawan Persepar Palangkaraya dan Persis Solo. Lumayan lah,, nonton dulu sebelum pulang ke kota mati. Alhamdulilah PSIS menang dalam dua laga tersebut dengan skor 2-0 dan 1-0. Sempat diwarnai konflik INTERNAL di tubuh tim kebanggaan warga Semarang ini. Semoga besok-besok jangan pada berantem ya bapak-bapak. Jadi, PSIS ku bisa berlaga di pentas tertinggi liga sepakbola dan jadi juara seperti tahun 1987 dan 1999/2000. Bravo Mahesa Jenar!! Tak lupa pula Bravo IkmasFC!! Haha..


*Kiamat Menerpa SIM*
Dua Nol Satu Dua..ya..2012 katanya sih tahun kiamat..katanya,, tapi ya wallahualam.. yang jelas SIM C ku harus kiamat di tahun ini,,haha harus perpanjang SIM biar tetep bisa naik motor di Jakarta ntar. memasuki bulan Maret, bulan yang penuh berkah selain Ramadhan..preett.. segera aku menyusun jadwal buat perpanjang SIM.

Di hari H aku dan seorang kawan, sebut saja Mr.P,, ah nggak enak kalo pake inisial.. ulangi,,
Di hari H aku dan seorang kawan, Pungki.. berangkat menuju ke Simpang Lima tempat pelayanan SIM keliling, ternyata setelah sampai sana antrian sudah banyak dan petugas nggak mengeluarkan formulir lagi. Segera kami cabut ke tempat lain. Selain di Simpang Lima, alternatif lain ada di Tembalang atau di Citarum dan kami memilih,,jeng jeng jeng.. ya kami segera cao ke Citarum. Setelah antri (1,5 jam) dan menunggu sambil nonton bola, akhirnya foto jepret-jepret dan jadilah SIM C saya yang baru..horeeee..


*Pagi yang Cerah Bersama Ombak*
Satu hal yang nggak bisa lepas saat pulang Semarang adalah pancing. Ya,, sebagai anak pantai, haram hukumnya nggak bisa mancing..hehe bukan masalah dapet atau nggaknya, melainkan wangi laut di pagi hari yang tentunya masih segar dari hiruk pikuk daratan. Bapak mengajakku mancing di rumpon dengan ikan target: Kakap dan Kerapu. Berhubung masih belum berpengalaman, aku nggak dapet ikan target, hanya dapet 4 ikan kecil.. bapak sendiri nggak dapet apa-apa..haha..:p


*Jajan di Warung Sendiri*
Tempat favorit yang biasanya buat anak-anak kumpul.. yup,, sebuah warung bakmi jowo,, sering kita pake istilah atau kode “kecap” saat ingin berkumpul disini. Warung yang kecil dekat kecamatan. Dan kali ini mungkin menjadi hal yang gila. Kami biasa makan sambil lesehan di tikar yang disediakan penjual. Agaknya malam itu pengunjung ramai sekali dan tikar sudah habis. Sembari menunggu antrian, aku ngasal bicara kepada Pungki dan berkata “Wah enak e njupuk kloso ning omahmu ki, Pong.. nggelar dewe..hahaha” dan ternyata Pungki berpikir serius dan menjawab “wah..gak ngisin-isini to, Mbon?” sontak anak-anak pada ketawa. Namun, ternyata Fikar sudah tidak sabar dan segera dia mengajak ke rumah Pungki untuk mengambil tikar. Ha!! Hahaha.. Gondes gondes..pancen bocah sableng.. dan jadilah kami makan di warung pake tikar sendiri. Canda tawa tergelar hebat malam itu. Dan alhamdulilah, karena kami membawa tikar sendiri, pakdhe yang jual memberi kami potongan sekitar 6-10rb.hahaha..


*Dejavu Kala SMA*
Dejavu ini tidak ada kaitannya dengan asmara :p, yap.. Bapak harus masuk rumah sakit lagi. Awalnya sempet deg-degan juga, tapi setelah dijelaskan ibu ternyata bapak harus opname untuk persiapan kateter jantung. Maksudnya itu dicek jantungnya pake alat kecil yang dimasukin tangan terus tembus ke jantung gitu (ngeri kalo dibayangin). Kateter ini dilakukan karena bapak sering mengeluh sakit di jantungnya. Aku pun disuruh nemenin Bapak di rumah sakit, agak trauma memang kalo inget dulu bapak pernah lama di rumah sakit dan koma 3 hari. Alhamdulilah,, yang ini cuma bentar, 3 hari 2 malam di rumah sakit. Setelah pemeriksaan, ternyata sumbatan pada pembuluh vena ada pada tingkat 20% dan alhamdulilah ternyata tidak perlu pemasangan ring hanya bapak harus menjaga pola makan. Yang buat aku sedih adalah “tetangga sebelah” bapak ternyata harus di kateter karena ada penyumbatan sebesar 75% atau berapa gitu.. serem lhoh.. yang penting sekarang semoga semuanya sehat. Kuncinya yang penting sekarang adalah olahraga rutin, nggak kenal rokok, dan menjaga pola makan. Insya allah sehat..amiin


*Kesempitan dalam Kesempatan*
Sesibuk-sibuknya libur alangkah indahnya jika menggunakan kesempitan untuk hal-hal yang oke. Yap,, untuk menjaga kondisi fisik, program diet, dan persiapan Liga Jateng tahun ini diperlukan suatu banjir keringat yang harus membasahi bumi..halah

Aku, Qisthon, dan Anggari secara rutin tiap 2 hari sekali melakukan lari-lari sore di kompleks GOR Mugas ato lebih dikenal TLJ. Hanya Anggari saja yang terlihat berlatih keras. Aku dan Qisthon pokoknya kalo cerah langsung genjot fisik di sana. Banyak warga Semarang yang juga tiap sore berolahraga. Mulai dari atletik, bola sepak, badminton, anggar, capoeira, voli, bahkan banyak para muda mudi yang terkesan hanya sekedar jeng-jeng dan “golek dibandul” -begitu istilah Qisthon-

Selain joging, kalo nggak males ya sepedaan tiap pagi dengan rute menuju Simpang Lima, dan di sana minimal tawaf dulu 5x terus pulang sambil beli koran. Terasa spesial saat hari minggu, karena hari itu adalah saat CFD (Car Free Day). Semua warga tumprek brek di Simpang Lima ato di Pemuda untuk berolahraga di jalan tanpa harus kena gangguan motor/mobil. Aku dan Anggari 2x ikut CFD ini, sedangkan Qisthon nggak ikut karena nggak punya sepeda. Lumayan lah selain sehat jasmani juga sehat rohani..haha.


*Buka Mata, tapi Buka Hati Dulu*
Citarum merupakan sebuah jalan/kawasan di mana terdapat sebuah lapangan sepakbola kelas 2 di kota kami. Di sela-sela menunggu antrian SIM yang nggak jelas juntrungannya. Aku dan kawanku tadi pergi ke Stadion Citarum untuk melihat adanya hiruk pikuk di Stadion itu, ternyata ada kompetisi Popda SD. Kompetisi ini mempertandingkan anak-anak seusia SD yang membela kecamatan masing-masing. Senang rasanya melihat anak-anak kecil bermain bola. Terkesan pedofil memang, tapi bukan itu yang aku maksud..haha.. maksudnya bahwa dengan melihat hal itu, banyak yang bisa diambil pelajaran dari anak kecil. Disinilah tempat aku bisa membuka mata seluas-luasnya dan menyadari betapa sempitnya pikiran dan hati ini. Hmmm.. jujur dari hati yang terdalam.. berat nulisnya..

Pada liga jateng tahun ini, aku selalu terobsesi masuk dalam line up dan mencetak gol di tiap pertandingannya. Egois memang.

“Aku tapi bukan Aku” mungkin kalo ditulis kalimat bisa dikatakan demikian, dan hal ini bukan pertama kali, sebelumnya juga aku pernah merasa seperti ini. Dan kali ini aku tahu jawaban atas pernyataan ini...
Catet ya.. di bold aja biar semua jelas dan nggak ada yang ditutup-tutupi:
Pada liga Jateng ini, aku seperti merasa punya hutang untuk membayar “hutang” untuk mengalahkan IKMM FC. Ya organda Magelang yang pada tahun kemarin kami kalahkan dalam final Liga Jateng. Kebetulan waktu itu aku tidak ikut main dan tidak ikut mengangkat piala. Hutang ini ditambah dengan sedikit “bumbu non teknis”, yaitu ya,, itulah,,masalah asmara,, yang memang sepertinya kami lebih cocok untuk menjadi teman.. ya.. teman yang nggak pernah ngobrol.. seperti yang mbak cantik bilang..haha aku selalu berharap tim Ikmas dipertemukan lagi dengan tim IKMM dan saat pertandingan mbak Cantik itu datang untuk lihat,, ini lhoh.. Wisnu yang hebat.. Wisnu yang bikin gol.. Wisnu yang sudah terbuang (baca=membuangkan diri)

Namun, semakin lama motivasi itu jatuh ke dalam nurani yang paling dalam, paling kotor, paling hina. Sebelum akhirnya aku melihat anak-anak SD bermain bola setengah lapangan. 6 lawan 6. Di mana dalam pertandingan itu yang terlihat adalah Semangat, Sportivitas, Sopan. Aku merasa nggak punya itu semua...
Urusan semangat, okelah,,fine,,kalo emang aku selalu main penuh semangat tetapi ternyata motivasiku..hmm.. BUSUK!! Beda sama anak-anak, mereka yang begitu semangat dengan disaksikan para orang tua mereka, bermain di tengah terik, dan memberikan yang terbaik.. aku janji untuk selalu semangat dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, bukan hanya lawan IKMM, tapi semua organda lain, dan mencoba nggak terpengaruh suasana hati dengan atau tanpa kehadiran mbak cantik..

Urusan sportifitas,  masih kalah jauh sama anak-anak SD!! saat mereka melakukan pelanggaran, segera saling menjabat tangan tanda sportifitas. Oh indahnya... sedangkan aku,, alih-alih jabat tangan,, biasanya saya katain dalam hati ato kasarannya,, sokor kowe, modar kowe. Aku janji untuk bisa meredam emosi dan nggak berbuat nakal.
Urusan kesopanan, lagi lagi kalah jauh... anak-anak itu main penuh tanpa protes sedikitpun kepada wasit meski kadang-kadang terjatuh.. Aku?? Haha.. jangan di tanya lagi... sering kata-kata kasar keluar dari mulut yang ah,, sudah bobrok kali ya.. belum lagi kalo urusan protes sama wasit.. aku janji saat pertandingan besok untuk nggak bilang jorok lagi, dari yang paling sederhana.
Overall, yang dapat disimpulkan dengan gaya kalimat ku sendiri yaitu:
“Nikmati semua momen, biarkan semuanya mengalir, menang-kalah itu biasa, berikan yang terbaik karena selalu ada orang-orang yang tercinta yang menantikan semangatmu mengalir bersama mereka”


Ps: tidak ada maksud apa-apa dalam penulisan ini, karena ini memang suasana hati, benar-benar apa yang aku rasakan selama liburan panjang kali ini. Jika ada pihak-pihak yang disebut, memang itulah faktanya dan tidak ada rekayasa sedikit pun. Untuk kritik dan saran, bisa ke kontak saya, hotline 24 jam (085640419277)
Semoga kita wisuda 2012 ini.. amiiiin