Syawal Notes


Huah.. akhirnya bisa merebut kembali kedaulatan netbook yang udah dijajah sama si kecil. haha. Udah di depan layar kaca, saatnya nulis lagi. Banyak yang bisa diceritain, tapi nggak tau mulai darimana. Haha.

Oh iya, mumpung masih suasana lebaran (udah lewat 8 hari-,-), aku dan beserta kru-kru yang bertugas mengucapkan mohon maaf lahir dan batin atas semua kesalahan, baik lahir maupun batin, besar maupun kecil, sengaja maupun tidak sengaja. Dan tentunya juga kesalahan-kesalahan lain. Mulai dari 0-0 lagi, tapi jangan buat dosa lagi yah :-) < ---- nyontek nih.. hihi

Nggak kerasa yah, romadhon tahun ini udah selesai, alhamdulillah.. semoga di tahun depan masih bisa bertemu dengan romadhon. Amiin. Bersama dengan keluarga tercita dan rekan-rekan semua.

Romadhon kali ini, agak kecewa memang. Saat di awal semangat begitu menggelora, tetapi saat berada di tengah dan di akhir semangat itu hilang. Gagal mempertahankan sebuah semangat. Yaah,, ini merupakan sebuah kekecewaan lagi.

Kecewa dan menyesal selalu berada di belakang, semoga suatu saat kamu bisa berubah menjadi di depan.

Dan sekarang semuanya kembali ke nol lagi, dan memang harus kembali dari awal, menyusun pondasi pelan-pelan. Hingga nanti bisa mencapai peak dan terus bertahan. 

Sungguh sulit sebenernya melewati suatu fase, dimana fase tersebut (fase ini) yang dalam buku yang pernah aku baca bisa dikatakan sebagai fase Vivere Pericoloso. Sebuah fase yang,, yah artinya cari tahu sendiri lah..
Dan di titik ini adalah salah satu titik terpuncak jika kamu perlu ambil mesin waktu (belum ganti hari kan ya). Namun,,,

Bahkan satu-satunya jalan setelah di puncak adalah turun ke bawah, nggak peduli mau cepat atau lambat. Saat aku ganti kata puncak dengan “mencapai langit” pun juga tidak menyelesaikan masalah. Justru di atas langit masih ada langit. Nah! Jadi harus gimana...??

Bukan sebuah siklus, karena ini tidak berputar. Dan jalan di ujung pun sudah terlihat.

Begitulah hidup..
saat matamu terbutakan oleh harta dan rupa,
saat itu,,
agama menjadi hampa.
padahal agama adalah tiang yang kokoh untuk menuju surga dan meraih janjiNya.
21 tahun dan baru sadar akan itu semua,,
sedihh ya,,
semoga hanya benar-benar yang tepat,
di waktu yang tepat yang akan bisa diraih..

aamiin..

The Puzzle

    Tidak ada yang melarang untuk menerka, begitupun dengan aku, kamu, mereka, dan yang lain. Saat menerka, hati-hatilah dengan kesalahan asumsi yang anda buat. Jangan ciptakan opini publik yang sangat melenceng. Pahami cerita dengan baik-baik, baru buat kesimpulan. Karena apa? Karena inin merupakan salah satu puzzle menuju sebuah kebenaran. Turning point,, selalu begitu, selalu begitu...

@fww_wisnu
1.      2 tahun kebelakang yang begitu bermakna bersamamu :3
Yap,, tepat sekali,, 2 tahun di Bintaro ini nggak ada yang bisa nemenin aku selengket ini. Kemanapun aku pergi kamu pasti ada. Utamanya ke kampus, pasti aku sama kamu. Belum lagi kalo cari makan, belum lagi pas futsal. Ahh pokoknya kita merupakan pasangan yang pas.

2.      Nggak tahu sekarang mesti sedih ato seneng, yang pasti aku bangga sama kamu
Hmmm.. ini saatnya berpisah sama kamu.. sedih memang, tapi minggu depan kita udah ketemu lagi. Tentunya di Kota tercinta kita, Semarang kota panas. Haha. Biarpun panas, selalu kita taklukkan jalanan kota bersama. Bangga bisa punya kamu di Bintaro ini.

3.      Paling seneng saat harus hujan2an bareng, dan aku nggak pake jas hujan biar kita sama2 hujan2an :p
Inilah salah satu kenangan yang paling aku suka dari kamu. Saat hujan turun dan aku masih sama kamu, aku nggak suka pake jas hujan. Ribet! Dan aku lebih suka basah-basahan sama kamu. Habis itu, sampe kos langsung aku mandiin kamu. Haha.

4.      Pokoknya beda banget pas tingkat 1, Jakarta masih terasa sempit-,-
Haha.. dulu pas tingkat satu di STAN ini, ahh rasanya nggak seru. Kemana-mana terasa jauh. Dan pas tingkat dua kamu datang. Bisa jalan-jalan deh. Selain itu juga berkat kamu, dulu aku dan “La Bella Amante” bisa jalan-jalan keliling Jakarta. Kapan lagi kamu bisa sampe Monas, Kota Tua, Ragunan, Muter2 Bintaro, Tanah Abang PRJ di Kemayoran. Wah rasanya seneng banget. Haha

5.      Kadang kamu nyusahin sih, ngrepotin juga,, tapi aku selalu bahagia kalo itu sama kamu..:3
Yap,, selalu saja ada senang dan susah. Tapi sama kamu banyak senengnya daripada susahnya. Tapi sekali susah langsung jor-joran,, haha. Gara2 aku lupa ngasih kamu minum, terpaksa aku sama “La Bella Amante” harus dorong2. Malu tahu. Haha. Belum lagi pas perut kamu bocor dan minta dioperasi. Wah habisnya 250rb coy.. edaaan. Tapi gakpapa, sekarang kamu bisa sehat lagi.

6.      Kamu yang selalu bisa nahan emosi aku saat lagi meledak-ledak :3
Ya benar,, aku sudah nggak segarang saat pas SMA dulu. Sering meledak-ledak saat disalip orang. sering bawa kamu kenceng2. Semakin tua semakin menghargai nyawa sendiri dan nyawa orang lain. Haha. Sekarang harus lebih hati-hati bawa kamu. Hehe

7.      Kamu juga yang selalu bisa dapet euforia aku :3
Ini nih yang aku suka, saat aku naik kamu,, wah rasanya jadi kayak orang hebat. Pengen bisa berdiri sambil jadi raja jalanan. Haha.. belum lagi aksi manuver-manuver gila kayak Don Marco Simoncelli. Haha.. selalu saja ada euforia saat bersamamu.

8.      Untuk kedua kalinya sepanjang hidup, aku terjatuh,, kali ini sama kamu :)
Yaa,, waktu pagi2 aku harus jemput “La Bella Amante”. Kamu terpaksa jatuh, dan aku pun juga jatuh, untung nggak parah. Gara-gara aku yang agak ngantuk + angkot yang nggak bener. Kamu yang sudah oleng dan aku nggak kuat lagi, terpaksa aku jatuhin kamu. Dan itu merupakan pengalaman kedua aku. Haha. Semoga ke depannya nggak lagi.

     Mungkin itu dulu sekelumit cerita tentang kamu. It’s amazing. 2 years with you in here, and tomorrow we will continue our new story in our hometown.

     Ahh.. andai saja kamu itu hidup dan kamu itu cewek, pasti kalo nggak jadi pacar ya jadi istri. Haha. Tapi ya sama saja “menghidupkan yang mati, mematikan yang hidup” itu susah. Belum lagi kalo kamu bosen. Haha. Seenggaknya aku nggak pernah bosen sama kamu. 4 tahun total kita telah jalani bersama. Haha.. ya nggak..
You’re the best thing I never knew I needed,, my lovely,,

  
versi lama sebelum go jakarta

Megasedici #3884LG

   Dan inilah salah satu kebenaran, entah kebenaran yang seperti apa yang kembali aku cari. Hehe. Seenggaknya aku nggak mau menjadi bodoh untuk memakai mesin waktu kembali ke masa purba dan menceritakan sesuatu yang terjadi di masa sekarang ini. Hehe.. :p, dan andai aku melakukan itu, itu juga bukan merupakan suatu kebodohan,, itulah sebuah titik balik, dimana kehidupan selalu berjalan dinamis.

Ask & Answer

      Rasanya jaman sekarang nggak lengkap kalo nggak galau, berikut adalah bentuk silaturahmi saya dengan dosen mata kuliah KSPK (Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian). Nggak banyak yang kami bahas sih, cuma mengenai kepemimpinan dari karakteristik Steadiness. berikut cuplikannya:


Fww       : Pak, apakah seorang steadiness itu bisa menjadi seorang pemimpin? misal saya berada di sebuah kelompok dimana kebanyakan adalah orang2 yag steadiness, termasuk saya. Di mana orang2 ini selalu bilang “ikut” atau “terserah”. Apakah jika salah satu maju menjadi pemimpin bisa menjadi seorang pemimpin yang baik, pak?
Mr.Sat   : Semua karakter punya kesempatan untuk menjadi pemimpin tapi gayanya beda2, tetap berkualitas tapi dia cenderung memikirkan perasaan anggotanya dan senang akan keputusan bersama karena tidak ada konflik beda dgn seorang dominance yg semua pengin dipegang sendiri,, jadi bisa kok steadiness menjadi seorang pemimpin...
fww        : Ohh gitu ya pak,, saya sebenarnya takut, kalo misalnya saya tampil untuk menjadi decision maker di kelompok itu malah nanti jadi membebani kelompok dengan kepemimpinan yang kurang maksimal...
Mr.Sat   : Emang harus ada yang maju karena orang2 steadiness itu cenderung introvert dan gak mau masuk dlm konflik,, jd harus ada yang maju,, kalo gak ada yg jadi decision maker, kelompok gak akan pernah maju..

begitulah sekelumit kisah antara mahasiwa dengan dosen nya,,
semoga bermanfaat :D

Fun With Ball (Part I)


      Berbicara sepak bola memang tidak bisa selesai satu dua perkara, bahkan semalam suntuk pun tidak akan selesai jika sudah menyangkut bola. Berbeda dengan pelajaran, 30 menit aja serasa udah mentok (hahaha). Semoga ke depan pelajaran dan segala literaturnya lebih banyak tersentuh.
      Kali ini aku lagi pengin menceritakan “karir” yang berhubungan dengan kulit bundar. Tempat di mana aku melepaskan semua hasrat dan hobiku. Merupakan kebanggaan tersendiri bisa berada bersama kawan-kawan seperti kalian. Berikut akan diurutkan dari pertama masuk sekolah sepak bola hingga jenjang lulus SMA.

LPSB TUGUMUDA – kelas 2 SMP
      Pada cerita yang sebelumnya (Sepenggal Kisah Semangat Muda Yang Tertinggal) dikisahkan aku terdaftar di salah satu SSB yang ada di Kota Lumpia ini. Semangat muda selalu terjaga dengan latihan yang dijalani. Namun, ketidakmampuan menjaga semangat itu menyebabkan hilangnya sebuah mimpi yang akan diretas. Tidak banyak momen yang tercipta selama 3 bulan pelatihan tersebut T.T yang berkesan bagiku adalah di mana aku bisa berdiri di tengah-tengah stadion kebanggaan kota Semarang. Hanya satu gol yang bisa aku buat selama 3 bulan itu, di mana saat-saat terpurukku (menjadi bek tengah). Namun, herannya waktu itu aku bisa mencetak gol setelah melakukan akselerasi dari garis belakang...hehe.
      Kaos kuning itu telah lama hilang, kaos yang ada bordiran namaku,, :3
 
SEMFOK FC (Sepuluh Enam Football Klub Faling Cakep) –  X6 Smaga
      Nama yang aneh kan -,- begitulah teman-teman kelas 1 SMA (kelas X) waktu masih berseragam putih abu-abu dulu. Jangan salah tapi, anak-anaknya..woooo... aneh-,- dimulai dengan kekompakan para pria untuk bermain sepak bola, terbesitlah rencana untuk membuat jersey sendiri sekaligus jersey ini nantinya akan dipakai untuk Ligasa (semacam liga tahunan sekolah). Segera kawan kami mencoba mendesain logo dan bagaimana bentuk kaos kami itu. Setelah lama berdiskusi, akhirnya kami sepakat dengan desain yang ada dan segera masuk proses produksi pada suatu usaha konveksi. 
tampak depan
      Untuk pemilihan nomor sendiri, sebenarnya cukup membingungkan juga. Aku tidak begitu suka untuk pake no 10, 7, 9. Kenapa?? Karena nomor-nomor tersebut biasanya dipakai oleh pemain berlabel bintang dan nantinya selama pertandingan akan diawasi. Aku bukan pemain bintang dan aku tidak mau diawasi, aku hanya mau permainan yang mengalir. Kuputuskan untuk memakai nomer 85. Ya 85. Why?? Sebuah nomer yang bermakna..hehe. makna pertama adalah saat itu ada pemain liga Italia yang memakai nomer tersebut dan cukup unik. Ya, Valon Behrami sewaktu di Lazio memakai nomer itu. Berikutnya adalah bahwa 85 sendiri mirip huruf “BS” di mana merupakan inisial nama bapak “Bambang Sumantri” haha. Ya, seseorang yang selalu jadi inspirasi gue..:) dengan membayangkan Bapak (dan Ibu tentunya) menyaksikan aku bermain bola maka semangat di hati akan bertambah. Yang terakhir bahwa 85 sendiri mengandung harapan supaya nilai-nilai mata pelajaran aku bisa 85 ke atas...-,- haha

tampak belakang

     Bermain bola dengan kumpulan talenta anak yang bagus membuatku nyaman. Sungguh bangga bisa bermain bersama mereka: Arga “Bebek” dengan ketangguhan di bawah mistar, Aji “Gembrik” dengan kekuatan sebagai bek tengah, Riwanda dengan permainan kerasnya, Pungki “Pakdhe” dengan keluwesan dan yang style sekali (saat itu anak-anak menyebutnya “dewa”), duo striker yang selalu tajam Ali “Alto” dan Ferry “Jirut”, serta teman-teman sepuluh enam lain yang tidak bisa disebutkan satu-satu.. Thank you Guys :’)


      Kelas kami waktu itu cukup disegani. Hal ini berkat latihan rutin yang kami lakukan setelah Jumatan. Jumat?? Nggak Pramuka? Nggak dong..:p Ya,, waktu itu kami mendeklarasikan terbentuknya “Gapra paso” yang berarti “Gerakan Anti Pramuka, Paskibra, OSIS” sebuah semacam ikrar bahwa kami “membenci” organisasi yang disebutkan dan mengharamkan untuk menjadi pengurus.. garis keras memang, haha.. jadi sampai akhir kelas X-6 merupakan kelas yang apatis, hanya ada 1 anak yang menjadi anggota Korps Pramuka (KS). Hasil bolos kami itu membawa berkah, kekompakan kami semakin terjaga dan hasilnya beberapa sparing berhasil kami menangi. Kekuatan kami yang hebat seolah bahwa kami tidak punya kelemahan, tetapi justru kelemahan kami itu tidak tersembunyi yaitu urusan mental juara. Kelas kami belum memiliki itu, jiwa kompetisi yang sangat kurang menyebabkan kami kalah dalam urusan mental.

      Aku berposisi sebagai pemain tengah tiap kali latih tanding dengan kelas lain. Posisi ini lumayan nyaman karena bisa saling bahu-membahu dengan teman lain. Waktu itu total 8 gol yang bisa aku cetak..lumayan J. Namun, ketajaman itu seakan melempem saat harus bertanding di bawah tekanan penonton. Ya, gol ku yang lain adalah saat mencetak satu-satunya gol dalam kekalahan 1-4 bagi timku dalam acara classmeeting. Satunya lagi, saat kalah 2-6 dari X-11 dalam kompetisi Ligasa. Dua gol yang membawa kesedihan T.T. jadi total 10 gol yang bisa aku cetak..
“Gol bisa bermakna indah, tetapi kadang ada kisah di balik itu semua”

Nb: unforgettable moment
1.    1. Saat kalah 0-12 dari XI IA 6, dimana nantinya kelas tersebut menjadi juara Ligasa. Saat tertinggal banyak gol, kami memutuskan untuk melepas pertandingan itu sehingga semua posisi di rolling. Jirut dan Bebek bertukar posisi. Aku dan Aji yang waktu itu jadi bek tengah kemudian menjadi STRIKER, tetapi tidak banyak menolong tim.. huhu

 2. Saat briefing pertandingan matchday 1 melawan X11, saat itu Aji meyakinkan kami dengan gayanya yang khas. Dia berkata, ”pertandingan iki target e orak menang, tapi mbantai!” kami menanggapinya angin lalu. Hasilnya... kami malah terbantai 2-6.

Momen-Momen Indah
2.    

AROITE FC – XI IA 2 Smaga
      Naik ke kelas XI, aku berada di kelas XI IA 2 di mana dari segi kuantitas pria kami sangat minim nim nim. Cowok hanya berjumlah 12-,- cewek sangat melimpah. Berbeda ya dengan sekolah plat merah di sini...haha
Tidak ada lagi talenta seperti sebelumnya, aku harus berusaha untuk tidak mengandalkan talenta dan harus bekerja keras bersama teman-teman.

      Dengan level pelajaran yang makin sulit, berkurang pula kesibukan pada kulit bundar. Teman-teman juga terkadang susah untuk diajak bermain bola, sekedar latihan pun jarang. Sehingga saat itu hanya beberapa kali saja kami bermain futsal. Aku lebih sering bermain bersama teman-teman dulu yang bertajuk “Semfok Reunion”. Saat itu bahkan kaos baru didesain dan masuk proses produksi menjelang pergelaran Ligasa. Persiapan yang sungguh mepet dan kami kekurangan jam terbang bermain bersama. 

tampak depan
      Nama Aroite sendiri masih jadi misteri.. ada kok di bahasa Jepang, tetapi yang di pelajaran itu nampaknya “Aruite”. Tapi, teman-teman memilih nama Aroite yang artinya kira-kira “A Loro Ipa Tenan”. Lagi-lagi aku dilema dalam memilih nomor punggung. Setelah semedi dan bertarung melawan teman-teman dari bangsa jin, aku memilih nomor 90 . Nggak ada arti yang begitu spesial memang. 90 itu berarti “GO” di mana aku harus maju, maju, dan maju. Angka itu juga mengandung harapan supaya nilai aku jadi minimal 90 < --- yang ini mimpi banget

      Aroite FC menurutku sudah compang-camping dengan kurangnya latihan dan sumber daya cowok. Namun, ada satu hal yang paling aku banggakan ya,, dukungan suporter yang tidak pernah berhenti, bahkan saat kami terpuruk. Suporter selalu ada untuk menghilangkan rasa kecewa kami, mesipun kami tahu mereka juga kecewa. Beginilah harusnya sebuah keluarga dan satu tim.

      Bersama Kibar “Predator”, Levi, Anggari “A’ang Gym”, Chandra “Bang Jeck”, Alvonso “Kange”, dan kawan-kawan yang lain, kami menjalani laga-laga ligasa dengan penuh semangat. Ber-12 kami menghadapi musuh-musuh yang tangguh. Alhamdulilah waktu itu kami lolos dari fase grup. Pertandingan pertama berhasil kami menangi dengan skor 2-1 di mana saat itu aku mencetak sebuah gol.

      Bisa dikatakan ini adalah gol terbaik dalam partai resmi yang bisa aku buat. Gol ini bermakna banyak. Gol kemenangan, gol penentu, gol yang penuh kegembiraan,, pokoknya tidak ada kata lain kecuali BAHAGIA. Gol yang kupersembahkan buat teman-teman Peppermint yang selalu setia menonton (thanks buat teman2)
Namun, di partai berikutnya kami kalah terus. Yaitu saat laga penyisihan terakhir yang tidak lagi menentukan, kami kalah 2-4 melawan kelas XI IA 9 yang merupakan kelas Ferry “Jirut” dkk. Di babak gugur kami pun tidak bisa berbuat banyak saat menghadapi XI IA 11 di mana striker tajam Ali “Altho” bergabung di sana. Kami kalah 0-3

Nb: Unforgettable Moment
1.    1. Saat kalah 0-3 melawan XI IA 11, saat yang seharusnya sedih tetapi kesedihan itu tidak bisa keluar karena saat itu striker Roy “Gundul” justru bisa menaklukkan hati wanita teman sekelas kami. Lumayan ada hiburan. Nggak jadi sedih deh..

2.     2. Momen memalukan waktu kalah 0-3 dalam pertandingan terakhir. Saat gagal mengeksekusi sebuah free kick, sontak suporter musuh berteriak “Ambon ganteng,,,Ambon ganteng,,, Ambon ganteng..!” ganteng sih emang..haha tapi momen nya gag pas. udah bad mood bgt kan itu. Secara spontan aku mengacungkan jari tengah kepada mereka..haha kemudian koor berubah menjadi “Huuuuuu...” hhahaha :p
AroiteFC Team

PSIS (Paguyuban Sepak Bola Ipa Satu) – XII IA 1 Smaga
      Namanya sih PSIS -.-“ tapi bukan PSIS yang Mahesa Jenar itu.. begitulah nama tim kelas kami saat kelas 12. Bergabung di IPA 1 sungguh merupakan kelas yang jos gandos. Anaknya pada rame dan gokil. Menjadi siswa tingkat akhir memang merupakan sebuah perjuangan, tetapi kami selalu bisa mengeluarkan tawa tiap hari dalam kebersamaan DuRec (Duit Receh) <--- singkatan yang disingkat lagi-,-

PSIS Away
      Kami tidak membuat jersey karena kelas 12 sudah tidak bisa ikut Ligasa lagi. Tidak kekurangan ide, kami pun mencari jalan keluar supaya tim terlihat keren saat acara classmeeting. Sebuah ide yang cukup nyleneh, entah siapa yang menuturkannya. Kami membeli kaos PSIS secara massal, rencananya sih namanya dibuat sama, misal semua memakai nama “De Porras” atau “Sukamto”, tetapi saat itu yang ada hanya polosan. Kami pun terpaksa membeli yang polosan. Lumayan keren kok saat itu. Sayang, kaos itu sekarang sudah nggak muat-,- akupun membuatnya menjadi sleeveless dan tidak layak pakai sekarang. Masih tersimpan rapi di kosan.

      Pada bagian belakang kaos, penuh dengan tanda tangan teman dan sahabat. Di bagian depan kaos, tepatnya di atas logo PSIS, pernah ada tanda tangan dengan stabilo pink oleh “teman dekat” (cieeeh) yang waktu itu selalu menjadi sumber semangat saat mengenakan kaos itu. TERIMA KASIH ^^


      Tim kelas kami cukup disegani dalam percaturan sepak bola Smaga. Seringnya ajakan sparing membuat kami cukup kompeten. Ada satu musuh favorit kami, yaitu XII IA 5 yang mana merupakan “penghinaan” haha.. saat itu kami selalu meremehkan mereka dan selalu dipastikan kami menang terus. Namun, justru ini menjadi bumerang karena kami kemampuan dan mental kami stagnan T.T
Bersama Suporter Setia


      Sebuah liga khusus digelar di kalangan kelas XII untuk mengisi waktu luang menunggu hasil ujian akhir nasional. Itulah saat-saat keterpurukan. Dari 4x bertanding, 4x juga kami kalah-,- aseem.. di pertandingan terakhir yang tidak menentukan, sudah tidak ada semangat lagi di tim sehingga yang datang hanya 4 orang. Total sudah kami ambruk..huhu.. sebenarnya tidak ada yang salah dalam tim, mungkin kekompakan dan pola permainan menjadi titik lemah kami. Last but not least, setahun bersama kalian membawa keceriaan buatku hey kawan-kawan...

      Oh ya untuk pemain reguler tim biasanya kami membuat line up seperti berikut: untuk menjaga mistar gawang, kepercayaan penuh diberikan kepada Iqbal “Gembul” ato Rega “Ateng” (duo kiper yang bertubuh subur nan tangguh). Selain itu semua anak pasti di rolling, talenta yang sangat bagus yang dimiliki Shandy “Aseng”, Dion “Doyok”, Kukuh, Khalid “Fikaro Lilo Amarilo Volgonzo”
“Sahabat ada untuk memberi semangat dan mengembangkan senyum saat terjatuh”

Nb: Unforgettable Moment
1.     1. Saat kalah melawan XII IA 7, di mana saat itu dengan semangat 45 aku mengajak “teman dekat” untuk menjadi suporter spesial aku. Dengan semangat yang tentunya terdongkrak, aku memang berhasil membuat gol tetapi tidak bisa mengangkat tim. Maaf.

Barcelona Away
2.    2. Jersey spesial yang aku dapat dari kawan, sahabat, karib, pasangan homo (hoeekk,,jijik,,). Ya,, di hari ultahku yang ke 15..eh bukan.. yang ke 18 ding,,hihi,, Fikar yang sering menamai dirinya dengan “Fikaro Amarilo Volgonzo” menghadiahkan kaos Barcelona away yang berwarna kuning. Apik tenan wes to. Matur nuwun yo kar. Pancen pasangan ku paling sip.. #eh.

Three Magic Messages

      Sedikit cerita tentang sesosok yang mampu memberi inspirasi yang terkadang aku sendiri tidak menyadarinya bahwa memang dia lah yang selalu memberi cahaya dalam kelamnya kehidupanku. Sesosok yang mampu mengubah arah hidup..sesosok yang mampu selalu memberi dorongan.. dialah yang sangat aku sayangi..IBU
bapak sama ibu waktu naik haji,,haha


      Seorang yang kadang dipanggil Mom, mama, bunda, mami, bundo, mother, tapi sejak kecil hingga sekarang aku lebih senang memanggilnya ibu (baca: ibuk).

      Hari ini memang bukan hari ibu, tapi entah mengapa di bulan ramadhan ini aku jadi keingat dengan ibu. Keinget saat buka puasa bersama, yap,, sudah tiga tahun ini aku nggak bisa full puasa di rumah. Ini juga demi karirku yang memang menjadi cita-cita beliau.

      Semula aku hanya ingin sekolah yang memang menjadi minat aku, sekolah di dunia perikanan atau di dunia matematika. Sebelum di STAN ini, kebetulan juga aku diterima di masing-masing jurusan tersebut. Tetapi, ibu berkeinginan lain,, ibu selalu menekankan aku untuk masuk ke STAN, sebuah sekolah yang agak asing bagiku. Tekad ibu yang kuat menular kepadaku.

      Aku tidak pernah berpikir mengorbankan pilihanku itu, aku hanya ingin membuat ibu bahagia. Dan berkat doa beliaulah aku berhasil masuk di sekolah ini, sekolah tercinta ini. Hingga aku akhirnya sejenak melupakan cita-cita masa kecilku itu. Sekolah di sini juga tidak jauh dari matematika. Masih bertemu dengan angka-angka. Seenggaknya tidak ada lagi geometri, integral, derivatif, dkk (mata kuliah yang diambil oleh seorang sahabat, di mana saat dia menjelaskan dan aku cuma bisa melongo dan komen “iki opo to?”)

      Berkat beliau, teriring selalu lantunan doa di setiap doanya, di setiap malam beliau terbangun untuk bertemu dengan pencipta-Nya.

      Aku jadi teringat saat beliau memberi 3 pesan, di mana pesan itu selalu terngiang di kepala. Pesan yang beliau selalu tekankan hingga beliau menggenggam erat dan memandang mataku. Sungguh banyak pesan beliau yang aku hanya anggap sebagai angin lalu. Semacam masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.

      3 pesan ini beliau berikan saat aku pulang untuk hadir dalam acara akad nikah mbak ku. Beliau terlihat bahagia dan akhirnya juga berpesan kepadaku, pesan yang singkat, pesan kepada anak bontotnya yang sering nakal ini. Pesan-pesan beliau adalah:

1. PERBANYAK SHOLAT SUNNAH

      Pesan ini mungkin sudah ribuan dikatakan beliau kepadaku. Hanya saja, aku yang kadang bandel, dan sering mengabaikan pesan beliau ini. Dalam Islam sungguh banyak ibadah, selain ibadah wajib yang memang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Ibu itu model yang “talk more, do more” ketika beliau sudah capek dengan “talk” nya, beliau akan selalu memberi teladan yang membuat trenyuh. Perjuangan ibu dari kecil hingga menjadi seorang super ibu bagi aku. Terima kasih ibu.

      Mencontoh beliau memang sulit, tetapi semuanya tidak ada yang tidak mungkin. Dengan kesibukan pekerjaan yang memang tidak ada habisnya, beliau mampu melaksanakan sholat-sholat sunnah. Diantaranya sholat dhuhur (kadang lama banget karena dilanjutkan dengan ngaji), belum lagi sholat malam yang jarang sekali ditinggalkan (bangun jam 3 pagi). Terkadang dulu aku dibangunin dengan memercikkan air ke muka.haha. sekarang juga untuk bangun dini hari terkadang susah, karena memang biasa tidur larut.

Aku akan mencoba melaksanakan ini, buk.. bismillah, doamu menyertaiku..

2. BELAJAR YANG RAJIN

      Ini juga merupakan pesan yang aku sendiri sangat menyesali karena tingkat kegagalanku sangat besar di sini!! Pelajaran di sini bukan berarti pelajaran secara umum, misalnya mengenai kehidupan. Belajar di sini adalah belajar secara akademik. Jujur, sebenernya IP yang aku dapat selama di STAN ini bukan IP yang bisa aku peroleh secara maksimal. Bukan bermaksud sombong, tapi aku tahu kapasitas belajarku sampai mana, dan hasil ini jika dibandingkan dengan teman-teman lain sangat jauh ketinggalan. Aku terima jika memang mereka memiliki nilai bagus karena memang usaha belajar mereka yang sangat gigih.

      Sempat aku memiliki pendorong semangat dalam belajar pada sesosok yang dinamakan pacar. Namun, juga aku tidak harus bergantung kepadanya. Kita sama-sama belajar. dan seengaknya aku bangga karena dia sekarang sudah jauh melebihi aku (atau bahkan dari awal memang sudah melebihi aku :). Hehe

      Maafkan aku buk,, selama ini aku nggak belajar dengan bener. Semoga di jenjang pendidikan selanjutnya aku dapat membuatmu lebih bangga dari sekarang. Amiin

3. OLAHRAGA YANG RAJIN
     
 Dan inilah pesan terakhir yang aku terima. Pesan dari seorang ibu yang melihat anaknya tumbuh semakin ke samping. Haha. Aku akui tubuh ini semakin melar. Apalagi dengan aku yang terlena selama beberapa tahun belakangan.

      Sempat bobot ini mencapai 71 kg dan ibu akan membawaku ke dokter gizi. Oh Tuhan, sebegitu bulatkah aku. Hingga akhirnya aku melaksanakan pesan ibuk ini. Mulai dari membatasi makan dan melakukan olahraga yang intens. Selama beberapa bulan ini, semua urusan perut harus bisa kutahan. Dan hasilnya adalah bobotku bisa turun ke 67 kg. Alhamdulillah.

      Banyak yang bilang aku jadi tambah kurus gara-gara sudah tidak punya pacar lagi. Kalau ditanya seperti itu juga kadang aku asal njawab, misalnya:

Teman = “Wisnu sekarang kurusan ya?”
Aku     = “Lha aku sekarang sudah nggak ada yang ngurus lagi, jadi ya kayak gini”

      Jawaban seperti itu adalah jawaban yang asal,, haha,, tetapi juga sedikit banyak hal itu berpengaruh.. #loh
     Aku puas bisa berada di level ini, tetapi aku harus berusaha lebih giat lagi untuk tidak hanya sekedar mengurangi berat badan, tetapi juga membuat tubuh menjadi lebih bugar dan terlihat lebih fresh..
      rasakan bedanya,, hehe.. maybe this is the last my appearance to wear it..:) but believe me, that's very memorable for me, my heart :3 #cieeee

      di masa depan, semua pesan dari orang-orang tersayang akan selalu aku jalankan dengan baik dan sesuai dengan yang digariskan olehNya..:)