Bismillah...
Postingan pertama di bulan
Oktober 2013, semoga menjadi awal terbukanya inspirasi dalam sebulan ini.
Oktober aku datang.
Jadi, di awal Oktober ini
saya sudah mendapat status baru. Berhijrah dari Dinas Koperasi dan sekarang
beralih ke Dirjen Pajak. Tepatnya ketika saya sedang mengetik ini, saya berada
di Galaksi Bima Sakti, Bumi, Asia, Asia Tenggara, Indonesia, Jawa Tengah,
Semarang, Johar, Gedung Keuangan Negara, Lantai 1, Kantor Pelayanan Pajak Pratama
Semarang Tengah 1, Sie. Fungsional Pemeriksa, Kursi kerja. Ditemani netbook, jaket Barcelona, Smartphone Blackberry, dan setumpuk
rekening koran bank milik salah satu wajib pajak.
Suasana di ruangan masih
santai. Jarum jam menunjukkan pukul 7.53. di depan saya Mbak D sudah mulai
bekerja semenjak saya datang, di sampingnya Mas W juga sedang bekerja. Di
belakang saya, sang bos, Pak H sedang sarapan. Yang lainnya, sedang bekerja di
depan meja kerja masing-masing. Entah apa yang dikerjakan.
Hmmm... tepat seminggu saya
berada di ruang ini, di kursi ini. Perasaannya? Ya macem-macem. Mulai dari
seneng, sedih, susah, bosen, garing, bisu, jengkel, kecewa, haru, sendu, biru,
kaget, terpana & terpesona akan dirimu yang mencuri perhatianku.
Apa yang bisa saya ceritakan
kali ini? Nope. Orang nggak
ngapa-ngapain.. hehe. Dengan status pegawai yang diperbantukan alias magang.
Saya, bersama seorang kawan yakni Matin, hanya tinggal menunggu instruksi dari
mas-mas, mbak-mbak, dan bapak-bapak pegawai. Semua nggak sesuai yang
dibayangkan. Mungkin juga karena pekerjaan di sini adalah pekerjaan berat yang
nggak mungkin dilimpahkan ke kita-kita. Saya dan Matin hanya bisa bersabar.
Inilah hidup. Kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Bismillah. Semoga keadaan
seperti ini lama-lama makin membaik. Yang penting semangat kerja tetap harus
dijaga karena saya kan pegawai magang yang berintegritas, ganteng, mancung,
item tapi manis. Hahaha
Intinya, saya sudah sering
bilang. Manusia mengeluh itu wajar. Sebisanya keluhan itu diarahkan ke sesuatu
yang positif, yang selalu memotivasi. Dan intinya pelajaran yang saya selalu
bisa petik dalam beberapa bulan ini adalah “selalu bersyukur”. Orang yang nggak
bersyukur itu pasti selalu merasa kurang. Ujung-ujungnya dia melakukan suatu
tindakan bodoh. Apalagi soal materi, beuh.. nggak ada habisnya. Saya pernah
merasakan dapet uang lumayan banyak menurut ukuran saya, waktu itu saya sudah
merasa bisa menggenggam dunia. Apa lacur, beberapa bulan kemudian mimpi saya
untuk menggenggam dunia sudah harus hilang dalam khayalan.
Ibu saya selalu memberi
wejangan untuk selalu dekat denganNya dan juga selalu bersyukur Dengan
bersyukur semuanya jadi terasa nikmat, enteng. Mungkin terdengar indah di
ucapan. Tapi percayalah, bahkan saya juga kadang terpeleset. Semua ada hikmahnya. Banyak pelajaran
yang bisa diambil dalam setiap peristiwa. Positif-negatif semua saling
berkolerasi membentuk sebuah interaksi yang saling melekat satu sama lain.
Milih yang positif saja yah.
Satu lagi pesan saya,,buat
kamu-kamu yang kurang bersyukur, berubahlah... dan juga jangan sakiti makhluk
Tuhan yang berjenis wa ni ta.. pliss.. cukup 2x saja aku lihat dia menangis. Kamu
juga, Mbon (nanti) jangan buat nangis.. siip,, Insya Alloh.
Lakukan yang terbaik, maka
itulah hasil terbaik yang kamu kerjakan. Terlepas itu berhasil atau gagal,
semua kembali kepada dirimu, tekadmu, usahamu, dan doamu. Aku percoyo aku kudu iso.
Udah ah,, saya mau bekerja(?)
dulu. Mana katanya mau ada pembelajaran e-learning
tentang PPh, PPN, dan KUP. Duuh.. Perpajakan udah menguap semua ilmunya.
Daaaahh...
Salam hangat terdahsyat untuk
semua saudaraku yang super di manapun Anda berada, dari Sabang sampai Merauke,
dari Timor sampai ke Talaud. Merdeka!!
(08/10/2013 07.52 – 08.35, di sela-sela waktu magang)
![]() |
| Qd dan fww saat hari pertama lapor |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar