diantara milyaran orang yang berkelas average, saya termasuk kategori yang payah...
tetapi saya tidak pernah menyerah
semua sudah digariskan oleh takdir dan apakah pernah ada pengkhianatan oleh usaha saya selama ini??
selalu saja, kalau pulang terasa berat
dari sini ke sana, bahkan di pikiran (ter)jahat..
pernah terasa berat pula dari sana ke sini
ahh.. itu cuma imajinasi...
get well soon, pemala
b-i-r-u
biru,,
identik dengan sendu
namun tak jarang juga
dia membawa rindu
iya,, dia sama sepertimu
On the day that you were born,
identik dengan sendu
namun tak jarang juga
dia membawa rindu
iya,, dia sama sepertimu
On the day that you were born,
the angels
got together and decided to
create a
dream comes true
so they
sprinkled moon dust in your hair
of golden
starlight in your eyes
Why do stars
fall down from the sky
every time
you walk by?
Just like
me, they long to
be close to
you
The Carpenters – (They Long To Be) Close to
You
When I'm
away,
I will
remember how you kissed me
Under the
lamp post
back on
street
Hearing you
whisper through the phone,
"Wait
for me to come home”
Ed
Sheeran – Photograph
Look at the
stars
Look how
they shine for you
And
everything you do
Yeah, they
were all yellow
Your skin
and bones turn into
Something
beautiful
Do you know
you know I love you so
Coldplay – Yellow
Hold the
door, say "please", say "thank you"
Don't steal,
don't cheat, and don't lie
I know you
got mountains to climb
But
always stay humble and kind
Tim McGraw – Humble and Kind
You're a
falling star, you're the get away car.
You're the
line in the sand when I go too far.
You're every
song, and I sing along.
'Cause
you're my everything.
Micahel Buble - Everything
If I lay
here
If I just
lay here
Would you
lie with me and just forget the world?
Snow Patrol – Chasing Cars
Cintaku jauh
di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri Perahu melancar, bulan
memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya. Di air yang tenang, di
angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,” Amboi! Jalan sudah
bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! Manisku jauh di
pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri. (Chairil Anwar,
1946)
Chairil Anwar – Cintaku jauh di Pulau
mencintai angin harus menjadi siut
mencintai
air harus menjadi ricik
mencintai
gunung harus menjadi terjal
mencintai
api harus menjadi jilat
mencintai
cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu
harus menjadi aku
Sapardi Djoko Darmono – Sajak Kecil tentang
Cinta
*********************************************************************************
·
Your feet must be killing you because you’ve
been wandering around in my mind all day
·
The distance is only physical, dear. Distance
means nothing when someone means everything
·
If missing you comes in waves, tonight I’m
drowning
·
On the difficult days when the world is on your
shoulders, remember that diamonds are made under the weight of the mountains
·
They told me you couldn't come true. But then
you found me, everything’s changed and I believe in something again
·
I LOVE YOU my sunshine
·
Life is better when you’re laughing and sweeter
when you’re smiling
Lima belas hari bertemu dengan
biru....
Senyuman kecil selalu tersimpul
Terkadang juga bingung
Namun, selalu ada satu yang tak pernah
padam dariku untukmu
Rindu
candu yang selalu menjadi candu :p
40 days which consist of: 10 days full of memories,
15 days of strong motivation, and 15 of reasons.
and they all make my smile can't stop to rise every morning.
it beats the sunshine, for you.Hope you see it,.
I promise that day will coming.. keep my words
and now 40 days have passed, but i can still see you in my day
every day, every time
and I like it, this makes me more addicted to you.. :p
dan pada hari ini...
Alloh menunjukkan keadilanNya
Keadilan yang benar - benar adil, bahkan logika manusia tidak bisa membantahNya dengan argumen apapun
Semua kemujuran dan kemalangan sudah menjadi garis yang telah tertera di jalanNya
Syukuri, jalani, tetap membumi. Sungguh tidak ada yang bisa kita banggakan sedikitpun dari apa yang kita punya di sini.
Bismillah
(sering-sering tengok kesini)
Alloh menunjukkan keadilanNya
Keadilan yang benar - benar adil, bahkan logika manusia tidak bisa membantahNya dengan argumen apapun
Semua kemujuran dan kemalangan sudah menjadi garis yang telah tertera di jalanNya
Syukuri, jalani, tetap membumi. Sungguh tidak ada yang bisa kita banggakan sedikitpun dari apa yang kita punya di sini.
Bismillah
(sering-sering tengok kesini)
Rasanya....
Karena
penilaiannya adalah yang terobjektif, adil, tidak berat sebelah, dan tidak
memihak....
Hari ini tiga agustus dua ribu enam
belas menjadi hari yang penuh cerita. Dari pagi sepedaan buat absen sekalian
nyari poke mon #tetep, hingga di kantor yang nggak terhitung berapa kali aku
berkata “Siap!!”
Kehidupan baru disini, dengan skala
yang lebih besar, pegawai yang lebih banyak, ke-pelik-an yang runyam. Namun,
hingga detik ini aku masih tertawa. Haha. Bismillah. Begitu banyak semangat
yang diamanahkan kepadaku dan sudah menjadi tugasku untuk melaksanakannya.
“Wisnu, tolong bantu sini”
“Dua tahun sudah cukup menimba ilmu,
setidaknya di sana kamu lebih bisa belajar”
Di sini pekerjaan menjadi lebih kasar.
Sebelum ini pekerjaan saya didominasi oleh duduk seharian di meja kerja,
meminta tolong sana-sini, mengeluarkan duit, dan buat laporan. Sekarang
semuanya berputar 180 derajat. Pekerjaan didominasi oleh usung-usung, dimintain tolong sana-sini, membayar orang, dan
(tetep) buat laporan.
Awalnya memang berat, tetapi tidak
apa-apa. Ini namanya ganti suasana dan ganti level. Manusia kalo
lempeng-lempeng aja nanti nggak berkembang. Harus diberi sebuah masalah untuk
dapat memecahkan dengan pemikiran terbaik.
Selalu belajar, belajar, dan
belajar... Bismillah
j.u.l.y.a.f.t.e.r.n.o.o.n
Hujan yang sedari pagi turun menyapa
bumi mungkin menambah kesenduan di sore ini. Daun-daun yang masih basah, tanah
yang masih lembab, dan udara yang mulai menusuk tulang. Mereka semua itu yang
menyebabkan semakin sendu mentari yang mulai terbenam. Ya, hujan sudah berhenti
sejak siang tetapi rasa dingin masih menyelimuti seharian ini.
Rasanya sungguh aneh dan berbeda.
Pada jam ini, biasanya aku sudah
bersiap-siap untuk menempuh jarak sekitar 200km dengan waktu tempuh hampir
5jam. Tempatku mencari makan memang jauh dari hiruk pikuk kota, dalam 2 tahun
ini.
Pada jam ini, biasanya aku sudah
berpamitan dengan rekan-rekanku di sini untuk kembali ke tempat pekerjaan. Tak lupa
kami saling membuat janji untuk meramaikan akhir pekan depan saat aku pulang,
tetapi tak jarang kami lupa menepatinya.. haha. Hanya geletakan dan ngobrol
santai sudah menjadi pelipur ingkar janji.
Pada jam ini, biasanya aku sudah
berhimpitan dengan manusia-manusia yang berbeda dari banyak segi. Ada yang
mungkin pedagang, pelajar, pegawai negeri, dan masih banyak lainnya. Tingkahnya
pun berbeda-beda. Ada yang merokok, menyanyi, mengusap kepala dengan balsam. Dan
aku hanya hanya duduk terdiam dan tertidur, larut dalam buaian lagu di handphone.
Sekarang....
Rasanya agak canggung bertemu dengan
mentari sore ini. Biarlah sore ini menjadi sore sendu yang pertama untuk
kepindahanku. Aku tak akan pernah lupa semua kenangan yang ada di sana. Dua tahun
tiga bulan. Bukan waktu yang singkat untuk semuanya. Tawa, tangis, rindu,
marah, benci, jenuh, capek, senyum, tanggung jawab. Semuanya akan tetap menjadi
tulisan yang abadi. Bukan waktu yang singkat pula untuk menambah 8kilo berat
badan. Hahaha.
Semoga mentari besok akan secerah
seperti biasanya. Biarlah hujan hari ini menjadi penyejuk bumi yang makin lama
diisi dengan api kebencian sebagian penghuninya.
Mungkin ini jalan dari Alloh yang
ditunjukkan padaku, setelah apa yang aku capai di tahun ini beberapa tidak
dapat berjalan sesuai rencanaku. Apalah dengan rencanaNya yang begitu indah dan
begitu nikmat. Nikmat bersabar dalam menghadapi ujian atau nikmat-nikmat yang
lain yang mungkin akan Dia sisipkan dalam perjalanan waktu ke depan.
Bismillah... Saatnya aku kembali ke
kota dan menjalani kehidupan kembali...
Bekerja lebih giat dari sebelumnya
“Kamu nggak ngerasain, jadi nggak usah komentar”
Sebuah
slogan yang sederhana, terus terang, dan (sejujurnya) agak nylekit.
Bermula
dari ribut-ribut kecil antara kami berdua, biasa saling menceritakan keluh
kesah dan saling memberi respons bentuk perhatian. Yah, namanya juga respons. Cerita
apa, direspons gimana, harapannya gimana, tanggapannya gimana, ya kembali
kepada pribadi masing-masing.
“Kamu nggak ngerasain, jadi nggak usah komentar”
Tetapi
ada benernya juga. Seringkali kita memberi komentar yang negatif terhadap
sesuatu hal yang bahkan kita sendiri tidak pernah tahu bagaimana sesuatu itu
berjalan sebagaimana mestinya. Kita yang begitu gampangnya termakan oleh umpan
dari media hanya tinggal komen ini komen itu komen begini komen begitu tanpa
berusaha mencari tahu “yang benar dan yang seharusnya”
“Kamu nggak ngerasain, jadi nggak usah komentar”
Kalau
boleh mengambil contoh, ambil kisah seorang pegawai pajak. Kerja benar saja
masih diolok-olok, dicibir disana sini, dibilang pemakan uang haram oleh
masyarakat pengkontribusi pajak, bahkan sebuah sindiran haus bisa muncul dari
keluarga sendiri. Saya berkeyakinan bahwa pegawai pajak itu berhak membela diri
dengan jutaan argumennya. Namun, adakah di benak pegawai pajak tersebut bahwa
kebutuhan semakin mahal, rakyat semakin tercekik dengan peraturan pajak yang
membuat warga semakin asing dengan pajak itu sendiri. Jadi boleh saja,
pengkontribusi pajak itu berhak berkata
“Kamu nggak ngerasain, jadi nggak usah komentar”
Contoh
lain adalah misalnya ketika kisah seorang dokter yang sudah berjuang semaksimal
mungkin mengobati pasien, tetapi Tuhan berkata lain. Tidak jarang ada yang
memang sudah ikhlas, tetapi ada juga yang menyalahkan dokter, dituduh kurang
tanggaplah, bahkan ada yang sampai dituduh malapraktik. Bukankah seperti itu
sungguh menyakitkan bagi si dokter, tetapi pernah nggak membayangkan gimana
jadi yang ditinggalkan. Sedih? Pasti. Jadi sah-sah saja kalau yang ditinggalkan
itu bilang
“Kamu nggak ngerasain, jadi nggak usah komentar”
Begitu banyak di dunia -yang sudah mulai kacau- ini
yang mulai kabur antara kebaikan dan kejahatan. Faktanya, bangsa kita sangat
amat mudah untuk digiring opininya. Dibolak-balik logikanya, hingga kalah melawan
sesuatu yang memang sengaja dihembuskan salah.
Maafkan saya yang mungkin terkadang terlalu overcare,
sok-sokan kasih nasihat sampai berbusa hingga esensi “care” nya hilang. Insya
Alloh bakalan terus belajar dari kejadian ini.
Sama-sama harus sabar. Melapangkan dada selapang mungkin.
Terakhir, kamu nggak ngerasain jadi petugas satpol pp
yang merazia, jadi nggak usah komentar atau kamu nggak ngerasain buka warung
siang-siang, jadi nggak usah komentar atau….
Langganan:
Postingan (Atom)
