KEEP BLUE FLYING HIGH

Sedikit cerita mengenai Liga Jateng & DIY kemarin, sebuah liga di mana tahun kemarin kami menjadi juara dan tentunya sekarang menjadi juara bertahan yang menjadi “target” dari kontestan yang lain. Tim yang dipenuhi dengan angkatan emas Ikmas, mekipun aku sendiri bukan emas,,haha. Bagaimana hasilnya?? Dan bagaimana pula peran aku?? monggo..

Matchday #1 (Ikmas A vs Tegal)—Fase Grup
Pertandingan pertama selalu ada demam panggung. Dengan jadwal bermain pagi, selalu membuat tim menjadi kurang panas. Kali ini aku tidak diturunkan menjadi starter. Bermain dari bangku cadangan, dan masuk di pertengahan babak pertama. Tidak banyak yang bisa aku lakukan, satu peluang pun tidak ada-,- Namun, seenggaknya pada pertandingan ini aku buat assist satu :3. Pertandingan pun berhasil kami menangkan dengan skor 2-0. Aku belum masuk scoresheet.

Matchday #2 (Ikmas A vs Karanganyar)—Fase Grup
Esoknya langsung dilanjutkan dengan pertandingan kedua fase grup, dan lawan kami adalah Karanganyar. Karanganyar termasuk lawan yang berat karena pada tahun kemarin berhasil membuat repot kami. Namun, kali ini dengan tim yang baru dan tentunya semangat yang baru membuat statistik tahun lalu menjadi kurang berarti. Masuk di pertengahan babak pertama, sedikit yang bisa aku lakukan. Seingatku hanya ada 2 peluang, dan itu mentah di kiper-,- pertandingan yang ketat itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan kami.

Matchday #3 (Ikmas A vs Pemalang)—Fase Grup
Pertandingan terakhir fase grup yang tidak lagi menentukan bagi kami karena sudah lolos. Namun, bagiku semua laga adalah penting. Melawan Pemalang yang notabene ada kawanku tingkat satu Azamuddin. Kali ini diturunkan jadi starter,,hehe. Ya karena rotasi jadi harus simpen tenaga dan saling menunjang. Jadi starter, aku malah jadi bingung-,-. Di pertandingan ini, satu peluangku kena tiang gawang dan aku buat satu pelanggaran yang nggak perlu. Ya.. agresifnya keluar lagi..hehe. pada pertengahan babak kedua, cedera bahu kiri kembali kambuh. Aku pun meminta untuk diganti. Nggak tahu kenapa masih terasa sakit lagi, padahal tidak ada benturan selama aku main. Pertandingan ini berhasil kami menangi dengan skor 5-1. Lagi-lagi aku masih mandul..huhu

Matchday #4 (Ikmas A vs Kendal)—Perdelapanfinal
Fase knock out dan kami melawan saudara sendiri, Kendal. Pertandingan ini, mas Izhar nggak bisa main, karena besoknya ada kejuaraan bersama Stan Futsal. Sedikit berkurang kekuatan, tetapi tidak menjadi masalah. Menjadi pemain ordinary sub, lama-lama menjadi memahami peranku dalam tim. Kali ini, permainanku menjadi agresif sekali dan super-super agresif. Statistik menurut aku pribadi: 1 peluang, 1 dilanggar, 1 melanggar, 0 gol. Ya..lagi-lagi masih mandul. Padahal bola sudah aku kejar sampai ke seluruh pelosok lapangan-,-. Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan kami.

Matchday #5 (Ikmas A vs Pati)—Perempatfinal
Pertandingan selanjutnya, Pati sudah menunggu kami di fase ini. Pati sudah nggak se-menakutkan beberapa tahun yang lalu, tetapi kami harus tetap waspada. Sebelum pertandingan, aku harus menghadapi kenyataan pahit, di depan mataku sendiri, Magelang kalah oleh Purwokerto. Lawan yang selalu aku tunggu-tunggu. Ya,, sudah menjadi target pribadi. Namun, semuanya telah menguap. Sudahlah, bukan bagian aku bicara mengenai tim yang bukan menjadi lawan. Ini menjadi titik balik ku dalam turnamen. Aku bisa bermain menjadi lebih sabar dan lebih bisa “dikendalikan”. Selalu diturunkan dari bangku cadangan, aku mencetak 2 peluang yang semuanya bisa dihalau kiper. Keberuntungan belum berpihak padaku. 1 pelanggaran juga aku dapatkan.hehe..untung wasit nggak ngeluarin kartu :p Pertandingan ini berhasil kami menangkan dengan skor 3-1, setelah sempat tertinggal 0-1

Matchday #6 (Ikmas A vs Purwokerto/Banyumas)—Semifinal
Sudah memasuki semifinal, lawan juga sudah semakin sulit. Untuk itu, kami sengaja melakukan latihan pola H-2 sebelum pertandingan. Saat latihan sering dapat semprot dari kapten, karena masih bingung dengan pola yang baik dan benar dalam futsal. Namun, ini sangat membantuku dalam memahami futsal. Menyerang dan bertahan bersama-sama. Saat pertandingan, pola berhasil diterapkan dengan sangat baik. Permainan yang sangat rapi berhasil kami terapkan. Walhasil skor yang tercipta sangat mencolok. Ya,, kami menang 11-1 !! alhamdulilah... sedikit kritik buat aku, dari sebelas gol itu, no one from me-,-. Aku sudah buat 2 peluang dan sepertinya sang kiper lawan memiliki mind-link denganku. Semua tembakanku tertebak arahnya. Menurut kapten, gaya tendanganku saat mem-placing bola dapat terbaca oleh kiper. Dan itu selalu terngiang-ngiang di kepala.

Matvhday #7 (Ikmas A vs Purworejo)—Final
Dan inilah laga yang sudah kami tunggu-tunggu. Laga pamungkas dalam gelaran liga tahun ini. Purworejo sudah menunggu di final dengan yel “gubras”nya. Kami tetap tidak gentar dengan musuh. Di awal kami sempat tertinggal lewat gol musuh. Namun, dengan upaya yang tanpa kenal lelah, kami berhasil mencetak gol demi gol. Aku hanya bisa berteriak-teriak di pinggir lapangan, untuk sekedar menjatuhkan mental lawan. Jadi nggak fokus kalo dimainkan. Setelah unggul 3-1 dan masuk babak kedua, akhirnya manager memanggilku dan menurunkan aku. Alhamdulillah... kesempatan itu tidak aku sia-siakan. Akhirnya gol itu pun hadir, gol ke 4 dalam pertandingan itu,, ya aku masuk score sheet. Alhamdulillah bisa pecah telur. Selalu saat-saat ini kunanti..:) dan gol pun bertambah satu lagi sehingga skor akhir menjadi 5-1. Dan kami pun berhasil mempertahankan gelar juara...







Nb: bukan bagaimana kamu membuktikan sesuatu yang memang tidak lagi perlu ada pembuktian. Lakukan yang terbaik dan selalu luruskan niat, anggap semuanya sebagai perwujudan ibadah dan bentuk penghambaan terhadap Allah SWT. Maka itu akan terasa lebih jauh bermakna.
Dan akhirnya aku sampe di kosan tercinta... alhamdulilah,, siap untuk menghadapi semester 6 yang penuh godaan.

IP semester 5 kemarin lumayan jatuh juga, yang penting harus disyukuri karena dengan bersyukur Alloh akan menambah nikmat kita dan semuanya tidak akan terasa berat. Harus diakui memang, lumayan berat menghadapi situasi seperti ini. Jangan membiasakan bilang “ya gakpapa lah”, tetapi bagaimana belajar dari situasi kemarin dan berusaha memperbaiki diri sendiri. 

Jangan lihat orang lain dulu. Ada yang bilang IP itu bukan patokan, karena memang tiap dosen itu berbeda. Ada positif ada negatifnya juga pemikiran seperti itu. Jadi, lebih penting untuk selalu memotivasi untuk menjadi lebih baik ke depannya.

Satu hal yang menggembirakan bagi aku yaitu banyak kawan-kawanku yang selalu aku kagumi dan aku banggakan berhasil memperoleh IP yang memuaskan. Salut buat Qisthon “Wese” yang menjadi top of the top di kosan tunggon. Juga buat teman-teman yang lain yang telah berhasil memperoleh hasil terbaik. Akhir kata semoga semangat kita tidak kendur untuk menghadapi semester 6 dan mampu membawa perubahan pada negeri kita ini.



Semangat semester Enaaaaaaaaaaammm...:)

WELCOME 21 :)

 Sebenarnya umur nambah itu artinya waktu kita untuk ada di dunia ini semakin berkurang,.sedih yah,, seenggaknya dengan bertambahnya umur kita selalu bisa mensyukuri nikmat dariNya sehingga nantinya mendapat berkah dunia dan akhirat kelak.

Di umur yang ke 21 ini, harapannya apa yah.. hmmm,, aku harap semua orang yang ada di sekitar aku diberi kebahagiaan dan tentunya lindungan dari Allah. Semoga dengan bertambahnya umur juga, aku bisa menjadi bermanfaat buat mereka selain juga untuk diri sendiri. Kebahagiaan paling seru kalo dirasakan bersama-sama, nggak seru kayaknya kalo ketawa sendiri..haha




Oh ya,, selain itu juga di umur 21 ini, semoga diberikan kedewasaan dalam menjalani sisa umur. Semoga sifat slengekan itu diimbangi dengan kedewasaan berpikir. Apalagi sifat yang jarang serius-,- terkadang sifat yang sering susah serius itu kayak bumerang. semoga kedepannya selalu dapat bersikap lebih baik lagi. Amiin
Semoga dengan bertambahnya kerentaan fisik ini selalu diberi kesehatan. Semoga yang sakit disembuhkan dan sabar dalam menghadapi penyakit. Semoga tangan kiri ini nggak kerasa nyeri lagi,  kayaknya bukan retak seperti apa yang diduga ibu, tapi kok lama sembuhnya-,- yang penting dinikmati rasa nyeri yang ada dan nggak jadi trauma buat main futsal,,yeah..

Semoga tim IkmasFC juara liga Jateng tahun ini dan PSIS Semarang bisa promosi ke liga terbaik di Indonesia....

Semoga selalu dijauhkan dari segala sesuatu yang membawa pengaruh negatif dan diberi kekuatan untuk melawannya. Amiiin..

Semoga mampu menjadi pribadi yang mampu belajar untuk belajar. Simple tapi dalem juga quote dari bapak dosen ini.

Yap..susah juga berperan jadi antagonis,, haha.. yang penting jadi diri sendiri dan nggak ngerepotin orang
Terima kasih Allah, terima kasih semuanya..

Everyday Holiday

Yap,, akhirnya kembali nulis lagi setelah sibuk (?) dengan kegiatan liburan di Semarang kali ini. Namanya juga liburan, literatur kuliah dan semua yang berbau STAN untuk sementara tendang dulu,,

Tapi ya agak risih emang, akhir-akhir ini STAN sering disebut-sebut lagi gara-gara adanya pegawai DJP-yang notabene alumni STAN- punya rekening gendut. Untung PPATK nggak nangkep mahasiswa gendut.. bisa panjang urusannya-,- hmmm.. agak risih emang denger kabar yang nggak enak itu, tiap ketemu pakdhe dan budhe pasti yang dibahas masalah STAN itu selain juga bahas kegagahan saya..:p tapi bener lhoh,, ada satu saudara yang lama nggak ketemu dan ketemunya itu waktu arisan keluarga, beliau bilang:

“Mas Wisnu saiki gagah ya, mbiyen rambut e njegrak-njegrak saiki wis gede rambute iso lemes
Hehehe..aku cuma bisa nyengir-,-

Kembali ke topik liburan... Hmm,, 3 minggu ini rasanya campur aduk udah kayak permen,, semua jadi satu: rame, sepi, bosen, seger, dan macem-macem lainnya. Jadi di sini aku mau nulis pengalaman-pengalaman yang menarik selama 3 minggu ini..haha semuanya menarik sih, tapi seenggaknya hal yang kayak gini yang nggak ada di Bintaro..haha

*Jatidiri..i’m home*
Ini hal yang paling sangat dirindukan saat pulang Semarang.. yaitu nonton kesebelasan Mahesa Jenar berlaga di stadion Jatidiri. Dalam liburan kali ini, ada dua laga home PSIS, yaitu melawan Persepar Palangkaraya dan Persis Solo. Lumayan lah,, nonton dulu sebelum pulang ke kota mati. Alhamdulilah PSIS menang dalam dua laga tersebut dengan skor 2-0 dan 1-0. Sempat diwarnai konflik INTERNAL di tubuh tim kebanggaan warga Semarang ini. Semoga besok-besok jangan pada berantem ya bapak-bapak. Jadi, PSIS ku bisa berlaga di pentas tertinggi liga sepakbola dan jadi juara seperti tahun 1987 dan 1999/2000. Bravo Mahesa Jenar!! Tak lupa pula Bravo IkmasFC!! Haha..


*Kiamat Menerpa SIM*
Dua Nol Satu Dua..ya..2012 katanya sih tahun kiamat..katanya,, tapi ya wallahualam.. yang jelas SIM C ku harus kiamat di tahun ini,,haha harus perpanjang SIM biar tetep bisa naik motor di Jakarta ntar. memasuki bulan Maret, bulan yang penuh berkah selain Ramadhan..preett.. segera aku menyusun jadwal buat perpanjang SIM.

Di hari H aku dan seorang kawan, sebut saja Mr.P,, ah nggak enak kalo pake inisial.. ulangi,,
Di hari H aku dan seorang kawan, Pungki.. berangkat menuju ke Simpang Lima tempat pelayanan SIM keliling, ternyata setelah sampai sana antrian sudah banyak dan petugas nggak mengeluarkan formulir lagi. Segera kami cabut ke tempat lain. Selain di Simpang Lima, alternatif lain ada di Tembalang atau di Citarum dan kami memilih,,jeng jeng jeng.. ya kami segera cao ke Citarum. Setelah antri (1,5 jam) dan menunggu sambil nonton bola, akhirnya foto jepret-jepret dan jadilah SIM C saya yang baru..horeeee..


*Pagi yang Cerah Bersama Ombak*
Satu hal yang nggak bisa lepas saat pulang Semarang adalah pancing. Ya,, sebagai anak pantai, haram hukumnya nggak bisa mancing..hehe bukan masalah dapet atau nggaknya, melainkan wangi laut di pagi hari yang tentunya masih segar dari hiruk pikuk daratan. Bapak mengajakku mancing di rumpon dengan ikan target: Kakap dan Kerapu. Berhubung masih belum berpengalaman, aku nggak dapet ikan target, hanya dapet 4 ikan kecil.. bapak sendiri nggak dapet apa-apa..haha..:p


*Jajan di Warung Sendiri*
Tempat favorit yang biasanya buat anak-anak kumpul.. yup,, sebuah warung bakmi jowo,, sering kita pake istilah atau kode “kecap” saat ingin berkumpul disini. Warung yang kecil dekat kecamatan. Dan kali ini mungkin menjadi hal yang gila. Kami biasa makan sambil lesehan di tikar yang disediakan penjual. Agaknya malam itu pengunjung ramai sekali dan tikar sudah habis. Sembari menunggu antrian, aku ngasal bicara kepada Pungki dan berkata “Wah enak e njupuk kloso ning omahmu ki, Pong.. nggelar dewe..hahaha” dan ternyata Pungki berpikir serius dan menjawab “wah..gak ngisin-isini to, Mbon?” sontak anak-anak pada ketawa. Namun, ternyata Fikar sudah tidak sabar dan segera dia mengajak ke rumah Pungki untuk mengambil tikar. Ha!! Hahaha.. Gondes gondes..pancen bocah sableng.. dan jadilah kami makan di warung pake tikar sendiri. Canda tawa tergelar hebat malam itu. Dan alhamdulilah, karena kami membawa tikar sendiri, pakdhe yang jual memberi kami potongan sekitar 6-10rb.hahaha..


*Dejavu Kala SMA*
Dejavu ini tidak ada kaitannya dengan asmara :p, yap.. Bapak harus masuk rumah sakit lagi. Awalnya sempet deg-degan juga, tapi setelah dijelaskan ibu ternyata bapak harus opname untuk persiapan kateter jantung. Maksudnya itu dicek jantungnya pake alat kecil yang dimasukin tangan terus tembus ke jantung gitu (ngeri kalo dibayangin). Kateter ini dilakukan karena bapak sering mengeluh sakit di jantungnya. Aku pun disuruh nemenin Bapak di rumah sakit, agak trauma memang kalo inget dulu bapak pernah lama di rumah sakit dan koma 3 hari. Alhamdulilah,, yang ini cuma bentar, 3 hari 2 malam di rumah sakit. Setelah pemeriksaan, ternyata sumbatan pada pembuluh vena ada pada tingkat 20% dan alhamdulilah ternyata tidak perlu pemasangan ring hanya bapak harus menjaga pola makan. Yang buat aku sedih adalah “tetangga sebelah” bapak ternyata harus di kateter karena ada penyumbatan sebesar 75% atau berapa gitu.. serem lhoh.. yang penting sekarang semoga semuanya sehat. Kuncinya yang penting sekarang adalah olahraga rutin, nggak kenal rokok, dan menjaga pola makan. Insya allah sehat..amiin


*Kesempitan dalam Kesempatan*
Sesibuk-sibuknya libur alangkah indahnya jika menggunakan kesempitan untuk hal-hal yang oke. Yap,, untuk menjaga kondisi fisik, program diet, dan persiapan Liga Jateng tahun ini diperlukan suatu banjir keringat yang harus membasahi bumi..halah

Aku, Qisthon, dan Anggari secara rutin tiap 2 hari sekali melakukan lari-lari sore di kompleks GOR Mugas ato lebih dikenal TLJ. Hanya Anggari saja yang terlihat berlatih keras. Aku dan Qisthon pokoknya kalo cerah langsung genjot fisik di sana. Banyak warga Semarang yang juga tiap sore berolahraga. Mulai dari atletik, bola sepak, badminton, anggar, capoeira, voli, bahkan banyak para muda mudi yang terkesan hanya sekedar jeng-jeng dan “golek dibandul” -begitu istilah Qisthon-

Selain joging, kalo nggak males ya sepedaan tiap pagi dengan rute menuju Simpang Lima, dan di sana minimal tawaf dulu 5x terus pulang sambil beli koran. Terasa spesial saat hari minggu, karena hari itu adalah saat CFD (Car Free Day). Semua warga tumprek brek di Simpang Lima ato di Pemuda untuk berolahraga di jalan tanpa harus kena gangguan motor/mobil. Aku dan Anggari 2x ikut CFD ini, sedangkan Qisthon nggak ikut karena nggak punya sepeda. Lumayan lah selain sehat jasmani juga sehat rohani..haha.


*Buka Mata, tapi Buka Hati Dulu*
Citarum merupakan sebuah jalan/kawasan di mana terdapat sebuah lapangan sepakbola kelas 2 di kota kami. Di sela-sela menunggu antrian SIM yang nggak jelas juntrungannya. Aku dan kawanku tadi pergi ke Stadion Citarum untuk melihat adanya hiruk pikuk di Stadion itu, ternyata ada kompetisi Popda SD. Kompetisi ini mempertandingkan anak-anak seusia SD yang membela kecamatan masing-masing. Senang rasanya melihat anak-anak kecil bermain bola. Terkesan pedofil memang, tapi bukan itu yang aku maksud..haha.. maksudnya bahwa dengan melihat hal itu, banyak yang bisa diambil pelajaran dari anak kecil. Disinilah tempat aku bisa membuka mata seluas-luasnya dan menyadari betapa sempitnya pikiran dan hati ini. Hmmm.. jujur dari hati yang terdalam.. berat nulisnya..

Pada liga jateng tahun ini, aku selalu terobsesi masuk dalam line up dan mencetak gol di tiap pertandingannya. Egois memang.

“Aku tapi bukan Aku” mungkin kalo ditulis kalimat bisa dikatakan demikian, dan hal ini bukan pertama kali, sebelumnya juga aku pernah merasa seperti ini. Dan kali ini aku tahu jawaban atas pernyataan ini...
Catet ya.. di bold aja biar semua jelas dan nggak ada yang ditutup-tutupi:
Pada liga Jateng ini, aku seperti merasa punya hutang untuk membayar “hutang” untuk mengalahkan IKMM FC. Ya organda Magelang yang pada tahun kemarin kami kalahkan dalam final Liga Jateng. Kebetulan waktu itu aku tidak ikut main dan tidak ikut mengangkat piala. Hutang ini ditambah dengan sedikit “bumbu non teknis”, yaitu ya,, itulah,,masalah asmara,, yang memang sepertinya kami lebih cocok untuk menjadi teman.. ya.. teman yang nggak pernah ngobrol.. seperti yang mbak cantik bilang..haha aku selalu berharap tim Ikmas dipertemukan lagi dengan tim IKMM dan saat pertandingan mbak Cantik itu datang untuk lihat,, ini lhoh.. Wisnu yang hebat.. Wisnu yang bikin gol.. Wisnu yang sudah terbuang (baca=membuangkan diri)

Namun, semakin lama motivasi itu jatuh ke dalam nurani yang paling dalam, paling kotor, paling hina. Sebelum akhirnya aku melihat anak-anak SD bermain bola setengah lapangan. 6 lawan 6. Di mana dalam pertandingan itu yang terlihat adalah Semangat, Sportivitas, Sopan. Aku merasa nggak punya itu semua...
Urusan semangat, okelah,,fine,,kalo emang aku selalu main penuh semangat tetapi ternyata motivasiku..hmm.. BUSUK!! Beda sama anak-anak, mereka yang begitu semangat dengan disaksikan para orang tua mereka, bermain di tengah terik, dan memberikan yang terbaik.. aku janji untuk selalu semangat dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, bukan hanya lawan IKMM, tapi semua organda lain, dan mencoba nggak terpengaruh suasana hati dengan atau tanpa kehadiran mbak cantik..

Urusan sportifitas,  masih kalah jauh sama anak-anak SD!! saat mereka melakukan pelanggaran, segera saling menjabat tangan tanda sportifitas. Oh indahnya... sedangkan aku,, alih-alih jabat tangan,, biasanya saya katain dalam hati ato kasarannya,, sokor kowe, modar kowe. Aku janji untuk bisa meredam emosi dan nggak berbuat nakal.
Urusan kesopanan, lagi lagi kalah jauh... anak-anak itu main penuh tanpa protes sedikitpun kepada wasit meski kadang-kadang terjatuh.. Aku?? Haha.. jangan di tanya lagi... sering kata-kata kasar keluar dari mulut yang ah,, sudah bobrok kali ya.. belum lagi kalo urusan protes sama wasit.. aku janji saat pertandingan besok untuk nggak bilang jorok lagi, dari yang paling sederhana.
Overall, yang dapat disimpulkan dengan gaya kalimat ku sendiri yaitu:
“Nikmati semua momen, biarkan semuanya mengalir, menang-kalah itu biasa, berikan yang terbaik karena selalu ada orang-orang yang tercinta yang menantikan semangatmu mengalir bersama mereka”


Ps: tidak ada maksud apa-apa dalam penulisan ini, karena ini memang suasana hati, benar-benar apa yang aku rasakan selama liburan panjang kali ini. Jika ada pihak-pihak yang disebut, memang itulah faktanya dan tidak ada rekayasa sedikit pun. Untuk kritik dan saran, bisa ke kontak saya, hotline 24 jam (085640419277)
Semoga kita wisuda 2012 ini.. amiiiin 


Libur Telah Tiba


horeee.. UAS semester 5 ini selesai.. setelah njlimet dengan mata kuliah dan kurang tidur, akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba. Libur yang konon 3 minggu ini akan saya habiskan di Semarang. Pulang kali ini tentunya lain, status yang dulu "in relationship" sekarang jadi "single" haha.. yah,, itulah hidup..:) dan satu lagi bahwa pulang kali ini saya membawa cedera baru tapi lama-,-

lagi dan lagi tangan kiri ini kambuh, setelah melakukan adegan salto saat futsal terakhir bersama teman-teman Friends-,- orang-orang rumah mengira saya jatuh dari motor,,ya alloh.. semoga saya nggak jatuh dari motor. pokonya program di rumah itu: menyembuhkan cedera ini dan meneruskan program diet..haha

ngomong-ngomong soal motor, udah beberapa hari si Megasedici lagi ngambek. alamak, tangkinya bocor-,- udah beberapa kali saya selalu mendorong dan "mancalke" motor hingga ke pom bensin. berkeringat dan pegel sih, tapi enggak masalah bagi saya. pengorbanannya selama 4 tahun ini tidak sebanding dengan keringat yang bercucuran #pelukmotor. saya janji besok kalo pas masuk, tangkimu aku bawa ke tukang las. kalo emang udah mentok nggak bisa lagi ya terpaksa buka tabungan buat beli tangki yang baru :)

sebelum pulang, saya sudah membayar beberapa hutang yang saya janjikan kepada teman-teman yang emang saya berutang kepadanya. Alhamdulilah lumayan plong rasanya :) dan saya selalu berdoa semoga utang-utang yang lain bisa terbayar dengan lunas :)
dan akhirnya saya Farkhan Wisnu aka Ambon beserta kru yang bertugas mengucapkan...

"Selamat liburan semester 5 kawan-kawan,, semoga kita tetap bersama hingga wisuda nanti.. :D"

nb: thanks special buat kawan saya "mentor" udah mau jadi tempat buat ngenet semenjak tragedi password liputra menimpa kosan delima ganteng-,-

Short Story in 6th Semester

     
Selama 1 semester ini, di kelas 3E Friends, kami mendapat dosen-dosen yang menurut saya sangat baik dan super. Di ujung semester ini, saya berdoa untuk diri saya sendiri dan untuk bapak-bapak dosen supaya sama-sama sukses dan mampu membangun kembali negeri yang sedang sakit ini. berikut ini, saya memberi sedikit testimoni untuk beliau-beliau yang super.

Bapak A.Y. Surya-- Dosen AKN (Administrasi Keuangan Negara)


      Bapak satu ini sangat kocak, mengajar selalu diselingi dengan canda tawa. Tak jarang pak Surya sering datang terlambat, atau bahkan mengganti jadwal kuliah. Kami bisa maklum, karena mungkin ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan oleh pak Surya.

yang paling diingat oleh Pak Surya yaitu:
  1. kosakata yang lucu (wabil khusus, stan militan, tangan 45, mbesok, mbantul).. haha
  2. setiap ada yang datang telat, terkadang disuruh cerita apa aja,, selalu saja minta cerita tentang ayu ting-ting -,-
  3. selalu menyebut SMI dengan ibu kita yang seksi, cantik, bahenol, galak, dan sudah dimutasi ke amrik
  4. selalu menyebut pak menteri dengan "Kawan saya"
  5. dan yang selalu saya ingat, bapak Surya selalu "nyrempet2".. haha

terima kasih pak Surya, semoga bukunya cepat jadi, dan laris.. lindungan Allah selalu menyertai kita bersama




Bapak A. Supriatna-- Dosen AKL (Akuntansi Keuangan Lanjutan)


      Bapak dosen sering mengajarkan pelajaran bahasa Inggris selain Akuntansi,, seperti Pronouncation, Vocabulary, dll..haha.. jarang bercanda, tapi sering bercerita tentang motivasi dan kisah-kisah yang menarik. sangat serius dalam mengajar, sehingga materi dapat terselesaikan dalam 1 semester, dan walhasil sangat OBJEKTIF dalam memberi penilaian.


yang paling diingat:
  1. selalu memberi PR di akhir pertemuan, dan biasanya PRnya banyaknya segudang-,-
  2. baik hati dan mau membantu mahasiswanya
     terima kasih buat pak A. Supriatna, kemarin uts saya termasuk lumayan lah melewati ujian, tapi kali ini uas, baik materi maupun suasananya sudah berubah,, saya harus terus berjuang, terima kasih bimbingannya. saya doakan semoga bapak sehat selalu dan sukses dunia akhirat. amiin




Bapak S. H. Lubis-- Dosen Etika Profesi


      Tak menyangka dan tak kuduga, bapak satu ini ternyata juga menjadi ustadz dan motivator yang sangat kondang. bukunya aja best seller. mantep pokonya. sayang, aku terlalu meremehkan etika profesi, tak heran uts ku agak jatuh-,-. uas saya akan belajar sungguh2 pak..


yang paling diingat dari Bapak S H Lubis:
  1. beliau sering menyisipkan kisah dan pelajaran rasul dalam mengajar
  2. jarang datang on-time-,- bisa dimaklumi karena bapaknya orang sibuk dan super
  3. kalau bilang korupsi selalu "koropsi"
  4. selalu menekankan anti korupsi kepada mahasiswanya
  5. terakhir, beliau memiliki putra dan putri berjumlah 8.. hehe.. super sekali
      terima kasih untuk Bapak Lubis, saya selalu termotivasi untuk menjadi seperti bapak. jenggotnya kalo dipanjangin keren loh pak.. haha.. semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah.. :)

*Nb: tolong di kelas bapak di 3E pajak, ada babi lepas,, inisial ADS.. ciri2: brewok gag jelas.




Bapak M. Harun--Dosen AKSK (Audit Keuangan Sektor Komersial)


     Bapak Harun ini sudah sangat sepuh, tapi sangat bersemangat dalam mengajar. beliau selalu mengawali perkuliahan dengan berdoa..:) karena usianya yang sudah lanjut, beliau sebenarnya tidak suka berada di gedung I lantai 3, terlalu capek mungkin. Pak Harun ini sangat objektif dalam memberi nilai.


yang paling diingat:
  1. jika ada yang terlambat, disuruh menuggu di luar hingga lengkap. dan inilah yang membuat saya selalu berangkat awal dan nggak leda-lede tiap hari rabu-,-
  2. bukan tipe dosen yang galak
  3. selera humor yang lumayan tinggi
  4. tugasnya banyak, tapi seringnya tugas kelompok
      terima kasih Bapak Harun, semoga kami dapat menjadi auditor yang hebat seperti bapak. semoga bapak selalu dilimpahkan kesehatan dan berada dalam lindungan Allah,amin.



Bapak Eko -- Dosen (Pengganti) Akpem 3 (Akuntansi Pemerintah)

      Bapak satu ini merupakan dosen pengganti, karena bapak H sedang berada di luar negeri. jadi selama satu semester ini diisi oleh bapak Eko. masih muda, enerjetik, kadang berhumor, banyak garingnya-,-

yang paling diingat:
  1. sangat jarang, jarang, jarang masuk kelas. sibuk dengan pekerjaan
  2. "jangan rasis" begitu bapak eko membela saya saat saya dipanggil dengan nama kesayangan-,-
  3. selalu ingat sama saya (dijadikan obyekan), gpp,,teman2 jd ketawa,,haha
  4. nilainya sepertinya oke..
     terima kasih pak eko, semoga lancar dalam pekerjaannya dan selalu diberi rejeki yang cukup.




Bapak R M Harahap-- Dosen ABK (Audit Berbasis Komputer)


      Bapak satu ini sangat jenius, saking jeniusnya.. beliau selalu menganggap kami selalu mengerti dalam pelajarannya. jujur saja, selama beliau mengajar saya kurang/tidak begitu ngeh sama pelajaran. untung saja, teman-teman sellau membantu ku dalam belajar ABK.


yang paling diingat dari bapak:
  1. penugasan audit yang dilakukan ke kelurahan mengenai e-KTP
  2. tugas yang tiada pernah habis. bahkan ditukar dengan kelas sebelah
  3. selera humor yang lumayan tinggi
      terima kasih atas bimbingan bapak, semoga kami mampu menjadi auditor modern di zaman ini. nggak gaptek lagi. kami doakan semoga bapak selalu sukses dalam karir dan berada dalam lindungan Allah. satu lagi, semoga bapak pukul rata A/A- di kelas kami..hehe




Bapak Johans -- Dosen Budnus (Budaya Nusantara)


      Beliau ini adalah dosen Kwn saya waktu di tingkat 1 dulu. beliau sangat asik. pelajaran Budnus menjadi lebih menarik, karena di setiap pertemuan selalu ada presentasi tiap kelompok mengenai budaya-budaya di seluruh nusantara dan beberapa negara.


yang paling diingat:
  1. kadang ketemu di parkiran STAN
  2. bapaknya baik banget, sumpah. nggak pernah marah, padahal kelas sering gaduh dan nggak memperhatikan
  3. masih ingat dengan saya saat pertama kali di absen.. cieee.. -,-
  4. dapat kelompok untuk presentasi tentang budaya Kalimantan dan Korea :) membuatku jadi lebih banyak belajar budaya-budayanya
  5. bapak ini selalu punya tertawa yang khas..haha
      terima kasih bapak Johans,, semoga kami lancar dalam mengerjakan UAS dan Bapak memberi kami nilai yang oke.. (berharap) saya akan terus bekerja keras. semoga bapak selalu sukses dalam karir dan berada dalam lindungan Allah SWT



********

Sepenggal Kisah Semangat Muda

      Setiap anak pasti punya mimpi, begitulah mimpi seorang Wisnu kecil yang selalu bermimpi bisa menjadi seorang pesepakbola profesional. Wisnu kecil selalu bermimpi untuk bisa memakai jersey tim kebanggaan warga Semarang, yaitu PSIS Semarang dan tentunya membela timnas Indonesia. Kala itu, di benak Wisnu kecil terbayang kebanggaan saat namanya akan selalu disebut atau diteriakkan di seluruh sudut stadion. Terlebih saat mencetak gol, itulah momen terindah seorang pesepakbola. Saat seseorang bisa melakukan selebrasi dan meluapkan semua kegembiraannya bersama para pendukung. Namun, seiring bertambahnya usia dan berkembangnya pola berpikir bahwa sepakbola bukan hanya urusan gol, tetapi juga bagaimana memberi semua kemampuan terbaik dan membawa suporter ke dalam euforia kemenangan tim.

“Hasil terlihat begitu berharga karena dia berupa sesuatu yang kualitatif, tetapi proses selalu jauh lebih berharga karena dia bersifat kontinyu dan menentukan hasil”

      Bermula dari kecintaan akan kulit bundar, dari situlah cerita ini dimulai.... Suatu kisah yang akan menceritakan tentang momen-momen seru saat menyepak bola dan perjalanan karir dalam dunianya. Selalu ada kesedihan, kesenangan, kegembiraan, kejengkelan, kenakalan, dll. Karena manusia diciptakan dengan memiliki perasaan....
berikut kisahku...

Tiga Tim Favorit
hmmmm.... waktu kecil dulu suka sekali berada di posisi pencetak gol..haha
Dulu saat pertama kali menonton pertandingan sepak bola di TV, aku selalu membayangkan menjadi seorang Hernan Crespo (SS Lazio), Javier Saviola (Barcelona), serta Thierry Henry (Arsenal). Ketiga striker andalan pada masing-masing tim yang nantinya menjadi tim idolaku saat itu hingga kini.







 


Hernan Crespo
Javier Saviola

















Henry


       Saat itu mungkin sudah terlambat untuk memulai karir sebagai pemain sepakbola.. karena usiaku sudah setara dengan SMP (saat itu aku kelas 2 SMP) dan bapak mendaftarkanku pada sebuah lembaga pendidikan sepak bola (LPSB) Tugu Muda. Bapak dulu pernah bilang kalo Tugumuda ini merupakan sekolah sepak bola yang dimiliki oleh Bapak Sartono Anwar (seorang tokoh sepakbola nasional yang berasal dari semarang). Dari sekolah sepak bola inilah muncul pesepakbola yang berkibar di sepakbola nasional, misalnya saja: M Ridwan, Nova Ariyanto, Restu Kartiko, dll. Aku pun selalu termotivasi untuk berlatih lebih giat.

Masa-masa itu....
      Saat-saat berlatih di Tugumuda merupakan saat yang paling menyenangkan belajar dasar-dasar bermain bola. Dribbling, passing, shoting, dan semua gerakan dasar diajarkan dengan baik. Gerakan lebih teratur dan tenaga lebih efisien. Waktu itu Pak Mono (pelatih) selalu mendidik dengan keras dan terkadang dia terlihat marah. Yang aku ingat bahwa dulu seorang pelatih tidak suka jika anak didiknya mengucapkan kata-kata kotor saat berlatih. Jika ketahuan, maka akan langsung disuruh push-up.. untung waktu itu aku jarang ngomong saru (sekarang sering-,-)


      Saat latih tanding pertama kali, Pak Mono menyuruhku untuk berada di posisi gelandang tengah, di mana saat itu dijelaskan bahwa skema permainan adalah 3-5-2 atau 5-3-2. Formasi yang masih kuno dengan 3 bek tengah. Bermain di gelandang tengah membuatku tidak begitu nyaman karena waktu itu aku masih anak bawang dan belum berani memegang bola. Debut yang lumayan baik lah..:)
      Selang beberapa minggu kemudian.... uji coba kedua di mana LPSB Tugumuda melawan SSB Gelora Jatidiri. Laga ini dimainkan di kandang mereka.. ya,, di stadion jatidiri.. tempat di mana PSIS selalu bertanding dan dulu pernah menjadi juara Liga Indonesia V tahun 1999. Betapa bangganya aku akan menginjak rumput stadion itu.

Cedera pertama....
      Tak diduga sebelumnya ternyata tim kami yang notabene tim 91 (maksudnya kelahiran 1991) melawan tim 89 Gelora Jatidiri. Selain itu, juga ternyata Pak Mono memilih aku untuk menempati posisi striker. Posisi yang sesuai dengan hasrat muda waktu itu.
      Rumput stadion Jatidiri masih basah terkena embun pagi kota Semarang bagian atas. Terasa begitu halus dan terawat. Aku pakai sepatu biru ku yang waktu itu berharga Rp50.000,- dan memakai shin guard AC Parma. Kick off dimulai dan aku lihat musuh memiliki badan yang lebih besar. Sempat gentar juga menghadapi musuh yang seperti itu. Pertandingan tidak berjalan seimbang dengan penguasaan bola yang lebih dominan pada tim lawan.
Aku tidak putus asa, karena aku tidak mau menghilangkan kepercayaan yang diberikan kepadaku

Dan momen itu terjadi....

      Saat terjadi perebutan bola, aku tersenggol oleh pemain lawan yang berbadan lebih besar. Aku terjatuh dalam posisi tumpuan tangan kiri. Dunia serasa gelap, tanganku terasa begitu sakit dan ngilu. Aku memutuskan untuk bangkit. Aku mendengar para orang tua berteriak kepadaku untuk bangun, bertepuk tangan tanda memberi semangat, dan yang pasti di antara para orang tua itu ada bapak yang selalu mendukungku baik saat latihan atau bertanding :’)

      Di tengah rasa sakit tadi, pelatih tidak menggantiku. Aku hanya berjalan dan sudah tidak konsen dengan pertandingan. Tanganku aku pegang di belakang. Salah satu penonton ada yang nyeletuk
“mas, bal-balan ojo nggendong tuyul!”
(“mas, kalo sepak bola jangan gendong tuyul!”) seperti itu para suporter mengejekku. Aku tidak mempedulikannya. Dan pertandingan terus berlanjut...
      Cedera tangan kiri ini merupakan cedera yang pertama dan terakhir selama di Tugu Muda. Agak aneh memang kalo yang bermain kaki tapi yang sakit tangan-,- sampai saat ini tangan kiri tidak bisa sekuat tangan kanan. Tentunya hal ini menambah degradasi kemampuan tubuh bagian kiri ku setelah mata kiri, telinga kiri, kaki kiri bahkan otak kiri --? tidak sekuat dan sekokoh tubuh bagian kanan.
      Tak terasa 4 gol bersarang di gawang kami tanpa bisa membalas satu gol pun. Ya, kami kalah 0-4. Pelatih tidak marah dan terus memberi support kepada kami. Begitulah sepak bola. Selalu ada yang menang dan yang kalah.

Masa-masa kelam
      Semenjak kekalahan itu, semua menjadi berubah. Mungkin pelatih kecewa dengan permainanku dan akhirnya aku dipindah ke posisi belakang (bek/stopper). Apa?? Stopper??
Sebuah posisi yang menurutku sangat sangat sangat tidak populer dan tidak berperan buat tim. Namun, posisi ini malah membawa berkah (cerita lain yah). Posisi bek merupakan posisi yang tidak seru, dimana saat teman-teman menyerang untuk mencetak gol, aku hanya bisa maju sampai garis tengah dan aku boleh ikut maju kalau hanya ada tendangan penjuru :’(
       Latihan terasa garing dan aku rasa sejak kekalahan telak itu, Pak Mono melatih dengan lebih disiplin. Tak jarang aku kena damprat. Mentalku waktu itu belum kuat sehingga dampratan itu menyebabkan aku menjadi malas untuk berlatih. Kemalasan itu memuncak saat waktu latih tanding dengan Putra Mranggen di lapangan Pucang Gading, aku hanya diturunkan selama 5 menit!! Ya Cuma 5 menit!! Jiwa pemberontak itu keluar. Dan sejak itu aku jarang berlatih. Padahal bapak sudah membelikan sepatu baru dan bola baru. Tapi aku tetap ogah. Akhirnya bapak menyerah membujukku.
      Berakhirlah sudah masa-masa belajar sepak bola di Tugumuda dan berakhir pula jenjang karir untuk menjadi pesepakbola profesional.
Tetapi..

Impian itu tidak akan pernah berakhir...  dan aku selalu berusaha untuk memberi hal yang lebih kepada kulit bundar
Aku berharap entah suatu kapan saat Wisnu junior lahir akan mencintai bola dan akan memakai seragam PSIS atau Merah Putih dengan Garuda di dada..amin :)


Maju terus sepak bola ku dan sepak bola Indonesia....